13 Cara Menanam Anggrek (raup untung Ratusan juta perbulan)

Cara Menanam Anggrek – Bunga anggrek adalah salah satu tanaman hias yang sangat di minati di Indonesia. Selain karena bunganya yang cantik, anggrek di minati karena mudah dalam menanam dan merawatnya. Bunga anggrek sendiri dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Terdapat berbagai cara menanam anggrek, diantaranya adalah menanam dengan media sabut kelapa, arang dan kayu mati. Ketiga media ini adalah jenis media tanam anggrek yang sangat mudah, murah dan tidak sulit untuk ditemukan.

Tentunya wajib bagi anda mengetahui cara menanam dan merawat anggrek dengan ketiga media tersebut. Dengan mengetahui cara menanam dan merawatnya, nantinya bunga anggrek akan tumbuh dengan sempurna sesuai keinginan anda. Berikut selengkapnya.

Cara Menanam dengan Media Sabut Kelapa

Anggrek adalah jenis tanaman yang tumbuh dengan menumpang atau menempel pada tumbuhan lain, tetapi anggrek tidak termasuk dalam tanaman parasit karena tidak menghambat pertumbuhan pohon yang di tumpanginya. Oleh karena itu, sabut kelapa adalah salah satu media yang sangat cocok untuk menanam anggrek.

Sabut kelapa tidak hanya berfungsi sebagai media tanam saja, tetapi mempunyai fungsi juga sebagai perkembangan tumbuhnya tanaman. Karena fungsinya ini, sabut kelapa dapat menghemat pemakaian pupuk tanaman sampai 50%.

Sabut kelapa memiliki kandungan unsur kalium di dalamnya. Unsur kalium sendiri berfungsi sebagai sumber alternatif yang dapat dijadikan pengganti pupuk. Sabut kelapa juga memiliki sifat mengikat dan menyimpan air yang kuat. Oleh karena itu pemakaian sabut kelapa sangat berguna untuk daerah yang memiliki curah hujan rendah.

Untuk anda yang ingin menggunakan sabut kelapa sebagai media tanam, berikut ini adalah persiapan dan cara menanam anggrek pada sabut kelapa yang harus kamu ketahui.

1. Mempersiapkan Sabut Kelapa

Memilih sabut kelapa berusia tua yang sudah kering. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di pedagang es degan atau kelapa muda. Setelah itu rendam di dalam air kurang lebih selama 6 jam. Setelah itu rendam kembali di larutan fungisida, ini berfungsi untuk menghindari sabut dari jamur yang tumbuh. Jika sudah, tiriskan agar sabut mengering dan tidak terlalu basah.

2. Mempersiapkan Bibit Anggrek

Ciri-ciri bibit yang harus anda cari adalah bibit yang memiliki daun yang berwarna cerah serta lebar dan Panjang. Carilah ditempat yang sudah terpercaya dan tanyakan juga asal-usul bibit tersebut. Tentunya sebelum anda membeli bibit yang anda inginkan, cek terlebih dahulu kondisinya. Pastikan bibit sehat dan tidak terdapat penyakit atau hama.

 

3. Mempersiapkan Pot

Pot yang biasa dipakai untuk menanam bunga anggrek adalah yang berbahan genting dan memiliki lubang di bagian bawahnya. Bahan dari genting sendiri dipilih karena memiliki nilai tambah dari segi estetika. Sebelum digunakan pot terlebih dahulu harus dibersihkan dengan larutan fungisida. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko jamur atau bakteri yang masih ada di dalam pot.

4. Mulai Menanam

Setelah sabut kelapa, bibit dan pot yang akan digunakan telah siap, anda bisa menambahkan arang kayu di bagian bawah pot. Setelah itu sabut kelapa bisa anda ikatkan ke akar bibit anggrek. Setelah itu anda bisa memasukan bibit yang sudah terliliti sabut kelapa ke dalam pot. Lalu letakan pada tempat yang teduh dan tidak terkena langsung sinar matahari.

Untuk cara menanam anggrek sendiri perlu diperhatikan juga faktor lingkungan yang ada di sekitarnya. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu.

  • Untuk intensitas cahaya yang berpengaruh untuk perkembangan tumbuhnya anggrek kurang lebih antara 20-30%.
  • Suhu dan kelembaban pun berpengaruh pada pertumbuhan anggrek. Jika pada dataran rendah suhu untuk siang hari 24-33 derajat celcius, untuk malam hari 21-27 derajat celcius sedangkan untuk dataran tinggi, suhu untuk siang hari 18-27 derajat celcius dan untuk malah hari 13-18 derajat celcius.

5. Merawat dan Memelihara

Perlu untuk diketahui, jangan melakukan penyiraman tanaman selama 1 minggu setelah mulai di tanam. Untuk cara merawat bunga anggrek sendiri tidaklah sulit. Perawatan dan pemeliharaannya tidak jauh berbeda dengan media lainnya. Berikut ini apa saja yang harus anda lakukan untuk merawatnya.

  • Menyiram

Untuk penyiraman gunakanlah handsprayer pada pagi dan sore hari. Untuk proses penyiraman ini juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan lingkungan. Pada musim hujan disarankan untuk tidak perlu menyiramnya. Namun jika pada musim kering, penyiraman harus dilakukan rutin atau jika perlu ditambah intensitasnya.

  • Memupuk

Pemberian pupuk dapat dilakukan setelah tanaman anggrek berumur 1 bulan setelah di tanam. Pupuk yang dapat dipakai biasanya jenis pupuk NPK slow release yang di berikan ke sabut kelapa. Untuk bagian daun dapat anda berikan jenis pupuk daun Growmore dengan media penyemprotan. Pupuk daun dapat diberikan dengan dosis 5 gram/liter tiap 3 minggu sekali.

  • Mengendalikan HPT

Cara menanam anggrek yang harus anda perhatikan juga adalah dengan mengendalikan HPT. Busuk akar dan daun sangat beresiko terjadi pada anggrek karena jamur dan bakteri. Cara pencegahannya adalah dengan memberikan cairan fungisida dan bakterisida setiap 1 bulan sekali dengan dosis 5gram/liter.

  • Mengganti Sabut Kelapa

Kekurangan dari media tanam sabut kelapa adalah mudah lapuk dan busuk. Untuk menghindari resiko tanaman tidak tumbuh secara sempurna, harus diganti setiap 4-6 bulan sekali. Penggantian harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati. Hindari merusak akar pada media tanam.

6. Anggrek akan Berbunga

Anggrek akan berbunga pada tahun kedua jika perawatan dilakukan secara benar dan rutin. Proses pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin sendiri dapat mempengaruhi kecepatan tumbuh bunga anggrek.

Bunga anggrek dapat bertahan selama 3-4 bulan. Lama masa bunga anggrek sendiri berpengaruh oleh perawatannya. Jika pada masa perawatannya dilakukan secara intensif, semakin lama juga masa berbunga pada anggrek.

Cara Menanam dengan Media Arang

Selain membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawatnya, cara menanam anggrek pada arang harus mempunyai keahlian dan pengetahuan juga agar bunga anggrek tumbuh secara optimal. Sebab jika dilakukan secara salah pertumbuhan bunga anggrek akan kurang sempurna bahkan dapat menjadi rusak.

Arang sangat cocok untuk digunakan sebagai media dalam menanam anggrek karena tahan lama, sulit untuk ditumbuhi jamur atau bakteri, memiliki sifat menyerap racun dan melapaskan kembali ketika melakukan penyiraman. Tetapi arang juga memiliki kelemahan yaitu sukar menyerap air. Sifat arang hanya dapat mengikat air pada bagian permukaan saja dan tidak banyak memiliki unsur hara.

Jika anda ingin mencoba menanam anggrek dengan media arang, berikut adalah cara yang harus lakukan agar bunga anggrek berbunga secara sempurna.

1. Mempersiapkan Bibit Kompot

Yang perlu anda siapkan pertama adalah bibit dari bunga anggrek yang ingin anda budidayakan. Agar tingkat keberhasilan dalam proses penanaman menghasilkan hasil yang sempurna, sebaiknya menggunakan bibit kompot. Dalam memilih bibit kampot harus jeli supaya mendapatkan bibit yang memiliki kualitas terbaik.

Berikut adalah ciri-ciri bibit kompot yang memiliki kualitas bagus.

  • Mengetahui asal usul bibit tersebut.
  • Bibit harus bebas dari penyakit atau terpapar hama.
  • Sebaiknya beli di tempat yang sudah terpercaya kualitas bibitnya.
  • Warna hijau cerah dan berukuran lebar pada daun menunjukan bibit itu sehat.
  • Perhatikan juga kondisi dari akar tanaman, pastikan akar dalam kondisi normal dan tidak ada kebusukan.

2. Mempersiapkan Alat Bahan

Setelah mempersiapkan bibit, anda perlu menyiapkan beberapa alat dan bahan. Untuk mempermudah dalam proses penanaman, persiapkan pot yang terbuat dari bahan genteng. Anda juga perlu menyiapkan pecahan batu bata dan arang kayu sebagai media penanaman

Lokasi untuk pertumbuhan bunga anggrek sebaiknya dibuatkan rumah jaring. Persiapkan juga beberapa alat dan pupuk seperti handsprayer dan pupuk growmore yang memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Jangan lupa juga menyiapkan insektisida dan fungisida sebagai penghambat tumbuhnya jamur dan bakteri.

3. Mulai menanam / Aklimatisasi

Setelah semua yang diperlukan untuk menanam sudah siap, tahap selanjutnya adalah mulai menanam. Dalam proses ini anda harus memindahkan bibit anggrek ke pot dengan ukuran yang lebih besar supaya bibit berkembang dengan maksimal. Proses ini dinamakan aklimatisasi. Berikut ini tahapan yang harus anda perhatikan dalam melakukan aklimatisasi.

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengisi pecahan batu bata. Pastikan batu bata sudah steril. Anda bisa merebus batu bata terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam pot.
  • Berikan 1/3 di bagian bawah pot, ini berfungsi sebagai pemberat agar pot tidak jatuh ketika anggrek sudah mulai tumbuh.
  • Selanjutnya mempersiapkan arang kayu. Sama seperti batu bata, arang kayu terlebih dahulu harus di rebus supaya steril bebas dari kuman dan jamur.
  • Isi 2/3 bagian pot dengan arang kayu. Jika arang kayu yang anda miliki berukuran besar, anda bisa memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil agar cukup dimasukan ke dalam pot.
  • Setelah itu siapkan bibit. Keluarkan dengan perlahan bibit dari dalam kompot agar tidak merusak bagian akar.
  • Untuk menghindari bibt terkena jamur, rendam seluruh bibit dengan larutan fungisida 2gram/liter kurang lebih selama 15-20 menit.
  • Keringkan bibit dengan cara di angin-angin kan. Hindari pengeringan yang langsung terkena sinar matahari. Ini menyebabkan bibit akan menjadi terlalu kering.
  • Selanjutnya anda bisa melakukan proses penanaman bibit ke dalam pot. Akar harus dalam posisi tegak lurus di dalam media.
  • Setelah itu masukan ke dalam rumah jaring yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jangan lakukan proses penyiraman terlebih dahulu selama 3-5 hari.

4. Melakukan Penyiraman

Proses penyiraman pertama dapat dilakukan setelah tanaman mencapai umur 5 hari. Untuk intensitas penyiramannya dapat dilakukan di pagi dan sore hari. Penyiraman menggunakan handsprayer yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Penyemprotan dilakukan di bagian arang kayu dan sesekali pada daun tanaman.

Pada musim hujan anda bisa mengurangi intensitas penyiraman agar tanaman tidak busuk karena terlalu banyak kandungan air. Tapi jika pada musim kemarau, anda bisa meningkatkan intensitas penyiraman.

5. Melakukan Pemupukan

Sebelumnya pupuk yang memiliki kandungan nitrogen yang tinggi harus di larutkan ke dalam air. Ini dilakukan karena untuk cara menanam anggrek dengan menggunakan media arang kayu harus menggunakan pupuk cair. Jika sudah melakukan penyemprotan dengan pupuk, anda tidak perlu menyiramnya lagi dengan air.

6. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Hama yang biasanya terdapat pada tanaman anggrek adalah ulat, kutu bahkan siput. Hama biasanya menyerang bagian daun atau bunga. Tidak hanya memakannya, hama sering kali menggunakan daun atau bunga sebagai tempat berkembangnya larva atau telur-telurnya. Apabila tidak segera ditanangi, bisa jadi bunga anggrek anda tidak bisa tumbuh dengan sempurna.

Ada 3 cara yang anda bisa lakukan untuk mengendalikan hama.

  • Anda dapat mengatur sanitasi di lingkungan sekitar tanaman. Hama seperti siput menyukai tempat yang lembab. Maka dari itu, anda harus menjaga kelembaban lingkungan agar menghambat tumbuhnya hama.
  • Anda bisa melakukan dengan cara mekanis. Maksudnya disini adalah dengan menangkap hama secara langsung yang sedang menempel pada tanaman.
  • Dalam membasmi hama dapat juga menggunakan bahan kimiawi seperti pestisida. Tapi dalam pemakaian pestida harus diperhatikan juga kadar penggunaanya agar tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Selain hama masalah yang sering terjadi pada tanaman anggrek adalah penyakit. Penyakit ini bisa menyerang semua bagian pada tanaman. Salah satu mengapa penyakit bisa masuk adalah karena terdapat luka pada tanaman. Untuk itu ada beberapa faktor yang harus anda perhatikan.

  • Menjaga suhu pada siang hari 28-30 derajat celcius.
  • Memerlukan intensitas cahaya sekitar 20-35%
  • Kelembapan udara sekitar 60-75%

7. Anggrek akan Berbunga

Pada penggunaan media arang kayu, tanaman anggrek membutuhkan lebih dari satu tahun hingga anggrek mulai berbunga. Untuk awal-awal tumbuh anggrek menghasilkan bunga yang sedikit. Setelah bunga mekar, bunga akan gugur pada akhir musim.

Tetapi jika perawatan dilakukan terus secara intensif, anggrek pada musim berikutnya akan tumbuh secara produktif untuk menghasilkan bunga dan akan bertahan sampai 5 Tahun.

Cara Menanam dengan Kayu Mati

Menempelkan anggrek pada batang kayu yang sudah mati bisa menjadi alternatif baru untuk cara menanam anggrek. Dengan media kayu mati anda memiliki alternatif untuk menanam anggrek dengan budget yang terbatas. Tetapi kayu mati memiliki beberapa kekurangan yaitu masa pemakaian yang singkat. Karena kayu mati mempunyai resiko cepat lapuk jika terkena air dengan intensitas tinggi.

Jika ingin menghindari lapuk, anda dapat menggunakan batang kayu stigi. Tetapi, harga dari batang pohon ini lumayan mahal. Anda dapat menghindari resiko lapuk ini dengan melakukan penyiraman dengan intensitas rendah dan meningkatkan pemakaian pupuk.

Jika anda tertarik untuk menggunakan kayu mati sebagai media tanam, berikut ini adalah proses untuk menanam anggrek dalam media kayu mati.

  1. Menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti batang kayu, pakis cincang, sabut kelapa, pot bunga dan tentunya anggrek ingin ditempelkan
  2. Pakis cincang terlebih dahulu harus direndam dengan fungisida. Perendaman dilakukan untuk mencegah timbulnya jamur.
  3. Tentukan terlebih dahulu titik-titik batang yang akan menjadi tempat buat anggrek menempel. Jangan terlalu rapat, sesuaikan dengan ukuran dari batang kayu. Jika titik-titik terlalu rapat akan beresiko menumpuk jika tumbuh anakan baru.
  4. Sebelum melakukan penempelan, anggrek terkebih dahulu harus di rendam dengan air yang di campur vitamin B1 untuk menghindari stress yang terjadi setelah ditempelkan.
  5. Setelah di rendam, tempelkan anggrek pada titik-titik yang sudah ditentukan. Tambahkan pakis cincang yang dilapisi dengan sabut kelapa. Selanjutnya ikat dengan tali ijuk yang kuat supaya batang tidak jatuh setelah diikat.
  6. Letakan di tempat yang teduh dan lingkungan yang jauh dari bahaya hama dan penyakit.
  7. Rawat sampai keluar akar baru dan menempel di batang kayu.
  8. Untuk perawatan di media ini tidak jauh berbeda dengan perawatan anggrek di media tanam lain. Yang perlu diperhatikan adalah jaga suhu dan kelembaban dan rutin untuk memberikan pupuk, fungisida atau insektisida.

Ada berbagai macam media tanam yang dapat digunakan untuk menanam tanaman anggrek. Media tanam dengan sabut kelapa, arang, dan kayu mati ini bisa anda jadikan sebagai refrensi dalam cara menanam anggrek yang mudah dan ramah di kantong anda. Semoga penjelasan dari ketiga media taman ini membantu anda. Selamat mencoba!

13 Cara Menanam Anggrek (raup untung Ratusan juta perbulan)

Add Comment