5 Tanaman Terong (Morfologi, jenis-jenis, dan cara menanam)

Tanaman Terong – Tanaman terung atau terong merupakan tanaman yang menghasilkan buah terong yang mana buah ini sering dijadikan sayuran. Terong dengan nama latin Solanum Melongena merupakan sayuran yang paling sering kita jumpai di aneka kuliner masakan nusantara. Tiap daerah di Indonesia pasti memiliki entah satu atau dua lauk yang berbahan dasar tanaman terong.

Terong sendiri dipercaya berasal dari India atau Srilanka. Kemudian terong mulai tersebar di Asia Timur seperti di daerah Tiongkok. Kurangnya nama-nama dan penjelasan mengenai terong pada bahasa Yunani maupun Romawi membuat banyak orang percaya bahwa persebaran terong di dunia belahan barat dibawa dan disebarkan oleh pedagang Arab pada awal abad pertengahan melewati laut tengah.

Morfologi Tanaman Terong

Layaknya pohon buah atau sayuran pada umumnya, terong memiliki beberapa bagian seperti akar, batang maupun buah. Tiap bagian memiliki fungsi tertentu untuk keberlanjutan hidup pohon terong. Berikut morfologi dari pohon terong.

1. Akar

Akar

Pohon terong memiliki akar yang disebut dengan akar tunggang. Akar tunggang biasanya memiliki akar utama yang ditumbuhi oleh cabang-cabang akar. Cabang akar dari tanaman terong ini biasanya dapat tumbuh dari 40 hingga 80 cm. Sedangkan akar utamanya sendiri dapat menembus tanah dengan kedalaman 80 hingga 100 cm tergantung daripada kesuburan tanah di sekitar pohon.

2. Batang

Batang

Batang tanaman ini biasanya berkayu dan bercabang dengan ukuran yang tergolong pendek. Namun batang utama dari pohon terong tentu berukuran lebih besar dari cabangnya. Batang daripada pohon terong memiliki fungsi yaitu untuk membawa zat hara yang diserap akar dari tanah dan membawa zat-zat tersebut ke bagian pohon lain seperti daun, dahan serta buah terong.

3. Daun

Daun

Daun pada pohon terong terdiri atas tangkai dan helaian daun. Daun ini dapat tumbuh dengan panjang mulai dari 12 cm hingga 20 cm. Sedangkan untuk lebarnya biasanya memiliki ukuran mulai dari 7 cm hingga 9 cm. Helaian daun ini memiliki struktur yang terdiri atas ibu tulang daun, dan urat-urat daun. Daun yang sehat pada terong biasanya memiliki warna hijau yang segar.

4. Bunga

Bunga

Tumbuhan terong dikenal sebagai bunga yang memiliki kelamin ganda, karena di dalam bunga terong terdapat kelamin betina (benang sari) dan kelamin jantan (putik) sehingga bunga terong disebut dengan bunga sempurna. Benang sari pada bunga terong terdiri dari 5 hingga 6 buah, sedangkan putiknya berjumlah 2 helai.

5. Buah

Buah

Buah terong memiliki keanekaragaman bentuk, mulai dari lonjong, bulat, silindris maupun oval. Terong ungu merupakan salah satu buah dari tanaman terong yang paling banyak ditemui. Buah dari terong ungu biasanya berdaging tebal dengan tekstur lunak dan juga sedikit berair. Terong ungu biasanya tergantung pada pohon terong ketika mulai berbuah.

6. Biji

Biji

Dalam satu buah terong biasanya terdapat banyak biji di dalam buahnya. Biji pada buah terong berwarna kecoklatan dan juga berbentuk pipih, jika dimakan, biji tidak terlalu terasa dan tidak mengganggu. Biji pada buah terong biasanya berfungsi sebagai alat reproduksi.

5 Jenis Terong yang Sering Ditemui di Indonesia

Terong memang sangat mudah ditemui di berbagai di daerah di Indonesia. Ini karena terong sangat mudah untuk diolah menjadi ragam masakan. Bahkan terong bulat dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu dimasak. Biasanya orang mengkonsumsinya sebagai lalapan atau menjadi karedok. Berikut adalah jenis terong yang sering ditemui di Indonesia.

1. Terong Ungu

Terong Ungu

Jenis terong yang satu ini dapat Anda temui dimanapun mulai dari tukang sayur, pasar tradisional hingga supermarket besar pasti menjual terong. Anda juga dapat menemui bermacam olahan terong di berbagai tempat makan. Terong ungu memang sangat mudah untuk diolah dan cocok untuk diberikan aneka macam bumbu khas nusantara. Selain itu, terong ungu juga banyak memiliki manfaat.

Terong ungu memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah untuk melancarkan pencernaan dan mencegah anemia. Anda dapat mengkonsumsi terong ungu secara berkala untuk melihat khasiatnya terhadap kesehatan Anda. Cara mengolah terong ungu juga sangat mudah, Anda bisa mengkonsumsi terong goreng sebagai lalapan, terong balado atau terong crispy sebagai camilan.

2. Terong Hijau

Terong Hijau

Terong hijau memiliki bentuk dan isian yang hampir sama dengan terong ungu. Namun yang membedakan kedua jenis terong ini adalah rasanya yang cukup berbeda. Terong hijau memiliki rasa yang cenderung lebih pahit dibandingkan dengan terong ungu. Namun bagi sebagian orang dari daerah Sumatera, terong hijau sangat disukai dan sering dijadikan berbagai olahan masakan.

Sama juga dengan terong ungu, terong hijau juga memiliki beberapa khasiat diantaranya adalah menurunkan darah tinggi, menjaga kestabilan pencernaan serta mencegah anemia. Dengan berbagai khasiatnya, terong hijau sering dikonsumsi sebagai pecel atau sayur lodeh. Selain itu orang di daerah Sumatera juga menjadikan terong hijau sebagai terong sambalado.

3. Terong Bulat

Terong Bulat

Terong bulat seringkali digunakan oleh orang Sunda sebagai lalapan selain mentimun, kol atau kacang panjang. Ini karena rasa terong bulat yang manis dan sangat enak dinikmati dengan sambal pedas dan nasi hangat. Selai itu, terong jenis ini juga dapat disajikan sebagai hidangan Sunda lainnya yaitu karedok. Karedok hampir mirip dengan gado-gado tetapi sayuran pada karedok tidak dimasak terlebih dahulu.

Tanaman terong yang satu ini memiliki warna putih dan hijau yang terlihat mirip dengan warna mentimun, isian di dalamnya hampir sama dengan terong pada umumnya yaitu daging yang putih dengan biji yang cukup banyak. Terong bulat dapat dinikmati secara langsung tanpa dimasak, namun jika Anda ingin menikmatinya dengan dimasak, Anda bisa membuat karedok atau menumis terong seperti biasa.

4. Terong Belanda

Terong Belanda

Jenis terong yang satu ini mungkin penggunaanya berbeda dengan jenis terong lainnya yang biasa digunakan sebagai bahan masakan. Terong belanda lebih sering digunakan sebagai bahan jus karena rasanya yang merupakan kombinasi antara asam dan manis. Selain itu, terong belanda juga memiliki banyak khasiat pada kesehatan tubuh.

Khasiat terong belanda antara lain meningkatkan metabolisme pada tubuh, menjaga kesehatan mata, mencegah terjadinya anemia dan juga sangat cocok untuk orang yang menderita diabetes. Fakta lain dari terong belanda, ternyata buah ini tidak berasal dari Belanda tetapi dari hutan Amazon di Amerika. Disebut terong belanda karena Belanda yang membawa buah ini pertama kali ke Indonesia.

5. Leunca

Leunca

Banyak yang belum tahu bahwa ternyata leunca masuk ke dalam keluarga terong. Sayuran yang satu ini kebanyakan dikonsumsi oleh orang Sunda yang kerap kali menjadikannya sebagai aneka hidangan. Leunca memiliki ciri berbentuk bulat kecil, saat kecil buahnya berwarna hijau namun ketika semakin tua, buahnya akan berubah warna menjadi keunguan layaknya terong ungu.

Ada banyak khasiat dari leunca, bahkan leunca juga dipercaya menjadi salah satu tanaman obat. Air rebusan leunca yang dicampur dengan rumput lidah ular beserta peniran akan dipercaya dapat mengobati penyakit infeksi saluran kemih. Selain itu leunca juga dapat digunakan sebagai pereda batuk dan juga dapat mengencerkan dahak.

Cara Menanam Terong

Bila Anda gemar mengkonsumsi terong, Anda harus mencoba untuk membubidayakan terong di halaman rumah. Karena ternyata tanaman terong juga bisa tumbuh di dalam pot. Terong ternyata dapat beradaptasi di berbagai jenis cuaca, bahkan terong dapat tumbuh dengan baik di musim kemarau yang kering sekalipun.

1. Memilih Bibit Unggul

Memilih Bibit Unggul

Dalam memulai menanam sebuah tanaman, tentu Anda membutuhkan bibit unggul agar tanaman tumbuh dengan baik dan berbuah lebat. Tidak terkecuali saat Anda akan melakukan budidaya terong. Anda harus memperhatikan kualitas bibit yang Anda pilih. Bibit unggul pada terong biasanya memiliki ciri diantaranya memiliki kondisi yang bersih dan juga ukuran, bentuk dan warna yang seragam.

2. Menyiapkan Media Tanam

Menyiapkan Media Tanam

Setelah dilakukan pemilihan bibit unggul, proses penanaman terong dapat dilanjutkan dengan penyemaian bibit. Ada banyak tanaman terong yang gagal panen akibat salah langkah penyemaian atau kesalahan dalam pemilihan media tanam. Anda harus memperhatikan beberapa campuran media tanam yang dapat membuat terong Anda tidak akan gagal panen.

3. Menyemai Bibit Terong

Menyemai Bibit Terong

Ketika bibit telah dipilih dan media tanam juga sudah disiapkan, Anda dapat melakukan penyemaian terhadap bibit terong. Ada beberapa langkah dalam menyemai bibit terong, Anda juga harus menyimpan bibit terong dengan baik, memastikan bibit mendapat air dan sinar matahari yang cukup. Anda paling tidak harus menunggu selama satu bulan sebelum benih terong mulai tumbuh.

4. Memindahkan Bibit Terong

Memindahkan Bibit Terong

Selanjutnya dalam memindahkan bibit terong yang sudah berkecambah, siapkan media tanam yang Anda inginkan seperti polybag atau pot. Setelah itu campur media tanam yaitu tanah dan padi sekam ke dalam polybag. Buatlah lubang kecil untuk memasukkan bibit terong yang telah berkecambah kemudian tutup dengan tanah. Ingatlah untuk menyiram bibit terong setiap pagi dan sore hari.

5. Merawat Tanaman Terong

Merawat Tanaman Terong

Bila tanaman terong mulai tumbuh, Anda harus telaten untuk merawatnya agar mendapat hasil panen yang maksimal. Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore hari. Jika ingin menambahkan pupuk, usahakan menggunakan pupuk yang organik. Bila melihat daun terong mulai layu, Anda dapat mencabutnya agar daun lainnya tidak tertular dengan penyakit yang menyerang.

Penyakit pada Tanaman Terong

Layaknya tanaman pada umumnya, terong juga memiliki peluang untuk terkena berbagai penyakit. Ada beberapa penyakit yang dapat dicegah dan diobati, namun ada juga penyakit yang tidak dapat dilakukan baik pencegahan maupun pengobatan sehingga Anda terpaksa harus mengganti tanaman tersebut. Berikut ini beberapa penyakit pada terong beserta pencegahannya.

1. Busuk Buah

Busuk Buah

Penyakit busuk buah disebabkan oleh jamur yang bernama phytophtora Sp. Gejala yang biasa ditemui pada penyakit ini biasanya buah akan memiliki bercak cokelat kehitaman, bercak ini lama-lama akan membesar dan membuat buah menjadi busuk. Cara pencegahan dari penyakit buah bisa dengan menyemprotkan cairan berupa cairan fungisida atau dengan membuang buah terong yang terserang.

2. Bercak Daun

Bercak Daun

Hampir sama dengan busuk buah, bercak daun disebabkan oleh jamur, namun jenis jamur yang berbeda. Bercak daun biasanya akan menyerang daun dan terdapat bercak coklat pada daun yang terserang. Jamur ini akan membuat daun menjadi kering, layu dan kemudian gugur. Anda dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit ini dengan memilih bibit unggul sebelum membudidayakannya.

3. Tepung

Tepung

Bila Anda melihat bercak putih pada tanaman terong Anda, ini berarti bahwa tanaman Anda telah terkena jamur tepung. Jamur tepung biasanya akan menyerang daun dan pangkal tanaman. Pada daun akan terlihat serbuk putih layaknya tepung yang lama kelamaan akan berubah warna menjadi warna kuning dan merusak pohon terong. Anda dapat mengatasinya dengan menyemprotkan fungisida.

4. Antraknosa

Antraknosa

Gloesporium Melongena adalah jenis jamur yang menyebabkan penyakit antraknosa pada pohon terong. Cirinya adalah permukaan daun yang berubah warna dan kemudian mulai menggulung. Sama hal nya dengan penyakit pada terong lainnya, jamur ini dapat dicegah dengan fungisida namun dapat juga dilakukan pencabutan pada daun yang terserang penyakit.

5. Rebai Semai

Rebai Semai

Berbeda dengan beberapa penyakit tanaman terong diatas, rebai semai menyerang terong pada saat sedang disemai. Penyakit ini membuat benih menjadi kekuningan lalu kemudian mati sehingga tidak mungkin untuk Anda menanamnya lagi. Cara pencegahannya dapat dengan menggunakan bibit unggul, menyemprotkan fungisida serta menjaga sanitasi lingkungan sekitar penyemaian.

Manfaat Terong untuk Kesehatan

Selain rasanya yang enak, ternyata terong juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi terong dalam jumlah yang tepat memberikan efek yang baik untuk tubuh Anda. Tetapi jangan sekali-kali mengkonsumsi terong yang bentuknya tidak lazim di pasaran karena ada beberapa jenis terong yang tidak boleh dikonsumsi karena mengandung racun didalamnya.

1. Menjaga Kadar Gula Darah

Menjaga Kadar Gula Darah

Terong memiliki kandungan polifenol yang kaya akan antioksidan. Polifenol dikenal oleh para peneliti sebagai zat yang dapat mengurangi penyerapan gula pada tubuh. Karena adanya kandungan polifenol ini, tentu kadar gula menjadi terjaga. Selain itu, terong juga merupakan makanan tinggi serat yang membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat dan dapat mengontrol gula pada tubuh.

2. Nutrisi untuk Otak

Nutrisi untuk Otak

Selain polifenol, di dalam kulit terong terdapat kandungan yang bernama antosianin. Kandungan antosianin pada kulit terong ini dipercaya dapat memperlancar peredaran darah menuju otak sehingga tentu dengan aliran darah yang lancar, otak dapat bekerja secara maksimal. Seperti yang kita ketahui, semakin tua usia seseorang pasti makin pelupa. Konsumsi terong dapat menjadi salah satu solusinya.

3. Mencegah Kanker

Mencegah Kanker

Mengkonsumsi terong atau sayuran lainnya dapat mencegah radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit kanker. Ini karena di dalam terong terdapat banyak zat anti oksidan yang memegang peranan penting dalam pencegahan kanker. Mengkonsumsi terong maupun sayuran lain dapat menjadi suatu bentuk pencegahan terhadap penyakit kanker.

4. Menurunkan Berat Badan

Menurunkan Berat Badan

Bila Anda sedang menjalankan program diet, mungkin Anda dapat memasukkan terong sebagai salah satu menu diet Anda. Terong merupakan jenis sayuran yang memiliki serat tinggi namun juga rendah akan kalori. Selain itu, Anda juga dapat mengubah terong sebagai menu lauk utama Anda. Banyak orang vegetarian yang menganggap terong layaknya daging karena sangat mengenyangkan.

5. Menjaga Kesehatan kulit

Menjaga Kesehatan kulit

Manfaat yang terakhir ini tentu ingin diketahui oleh semua peminat dunia kecantikan. Ternyata terong yang dijual cukup murah ini memiliki beberapa manfaat untuk kecantikan. Salah satu manfaatnya adalah membuat kulit jadi terlihat lebih cerah. Bila Anda ingin merawat kulit dengan terong, Anda bisa membuat terong sebagai masker wajah yang mudah dan dapat dibuat dirumah sendiri.

Dari sekian banyak penjelasan kebaikan dari terong, tentu ada juga efek buruk dari mengkonsumsi terong secara berlebihan. Jangan pernah memakan terong secara mentah kecuali terong bulat, karena mengkonsumsi terong lainnya secara mentah dapat berpotensi akan masalah pencernaan dan beberapa masalah lainnya. Konsumsilah terong secara tepat untuk merasakan beberapa manfaatnya.

5 Tanaman Terong (Morfologi, jenis-jenis, dan cara menanam)

Add Comment