Site icon Sumber Informasi

5 Tanaman Tanduk Rusa (Lengkap dengan jenis-jenis dan khasiat tanaman)

Tanaman Tanduk Rusa – Tanaman tanduk rusa biasa dikenal dengan istilah Simbar Menjangan. Tanaman tersebut merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang tumbuh secara epifit. Artinya, untuk dapat tumbuh  tanduk rusa membutuhkan tanaman lain sebagai inangnya. Ciri khas yang membedakan jenis paku ini dengan paku lainnya adalah bentuk daunnya yang hampir sama dengan tanduk rusa.

Bentuknya yang unik menjadikan tanaman tersebut banyak digunakan sebagai tanaman hias. Selain itu, bagian daun tanaman tersebut kaya akan manfaat, tak heran jika banyak orang yang menggunakannya sebagai bahan untuk mengobati berbagai penyakit. Teknik budidayanya pun sangat mudah. Anda penasaran? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Bagian-bagian Tanaman Tanduk Rusa

1. Akar

Tanduk rusa tumbuh secara epifit, yaitu menempel pada tanaman lain atau bebatuan. Bentuk akarnya lunak dan bergerombol. Akar tumbuh pada rimpang yang lunak namun sulit untuk dipatahkan. Akarnya pendek karena tidak menjalar. Jenis akar tanduk rusa adalah serabut, memiliki bulu dan warnanya coklat kekuningan.

2. Batang

Batang tanduk rusa ini berbentuk rimpang. Fungsi batang dan akar pada tanaman ini adalah sebagai tumpuan pada batang tanaman inang.

3. Ental

Ental memiliki bentuk tebal, muncul dari rimpang tanaman. Anda dapat menjumpai empal tipe fertil dan steril. Ental steril bentuknya melebar sehingga menyebabkan bagian rimpang tertutup. Bentuknya mirip perisai. Ental tersebut bercangap ke atas sehingga mampu menampung daun tanaman inang yang jatuh ke bagian perisai dan akan menjadi humus.

Fungsi ental steril adalah sebagai pelindung rimpang dan memelihara kelembaban tanaman serta penyedia unsur hara bagi akar. Sedangkan, ental fertil bentuknya menjuntai dan bercabang dua. Fungsi ental fertil adalah untuk membawa spora. Ental tipe ini letaknya di daun bagian bawah.

4. Daun

Anda dapat menjumpai dua jenis daun pada paku tanduk rusa, yaitu daun steril dan daun fertil. Bentuk daun steril seperti perisai. Pada saat kekurangan air maka daun akan mengering. Daun berfungsi menjaga kelembaban rimpang karena dapat menangkap air. Selain itu, juga menangkap dedaunan yang kering.

Daun fertil mempunyai bentuk hampir sama dengan tanduk rusa. Fungsi daun tersebut adalah untuk membawa spora yang berada sporangia. Sporangia dilindungi oleh sori yang berada di daun bagian bawah. Hal ini menyebabkan daun memiliki bercak berwarna kecoklatan. Daun fertil menjuntai dengan panjang mencapai 2,5 meter. Contohnya adalah Platyceriumcoronarium.

Panjang daun paku tanduk rusa ini dapat mencapai 3 meter. Bagian ujung daun membentuk pita. Sisi atas daun bentuknya halus berwarna hijau. Sisi bawahnya tebal dan dijumpai rambut halus putih yang menutupinya. Daun tanduk rusa ini subur karena memiliki spora.

Jenis-jenis Tanaman Tanduk Rusa

1. Platycerium bifurcatum (Cav.) C. Chr.

Jenis tanaman ini paling banyak dibudidayakan untuk tanaman hias. Tak heran jika Anda menemukan banyak variasi kultivar pada jenis ini. Kelebihan dari kultivar jenis tanaman ini adalah gampang beradaptasi dengan lingkungan dan perawatannya pun sangat mudah sehingga mudah tumbuh.

Anda dapat menemukan Platycerium jenis ini di daerah Malesia dan Polinesia. Nama Platycerium bifurcatum diambil dari kata bifurcate. Artinya adalah tanaman yang bercabang atau membelah.

Ciri khas dari tanaman ini adalah daun fertil berbentuk kecil dan memanjang ke atas. Daun menjuntai pada titik percabangan dan memiliki arah percabangan yang tidak teratur. Pada bonggol terdapat daun steril yang melingkar sehingga terbentuk perisai mahkota dan memiliki celah di bagian atasnya.

2. Platycerium coronarium (Mull.) Desv.

Anda dapat menjumpai jenis tanaman  ini di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman tersebut tumbuh di daerah Kalimantan dan Sumatera. Selain itu, Anda juga dapat menjumpai tanaman tersebut di negara Filipina, Thailand, Kamboja, Malaysia dan Laos. Nama Platycerium coronarium berasal dari kata corona yang memiliki makna mahkota.

Ciri khas dari daun tanaman Platycerium coronarium adalah memiliki daun steril yang tegak memanjang ke atas dan ujung daunnya lancip berbentuk seperti mahkota. Ukuran daun fertil kecil, bentuk daun memanjang ke bawah. Ketika daun fertil sudah dewasa, bentuknya berubah menjadi mirip mangkuk terbalik.

3. Platycerium ridleyi  Christ

Penampilan jenis tanaman paku ini sangat eksotis dibandingkan jenis paku tanduk rusa lainnya. Habitat alami tanaman ini terletak di Kalimantan (Indonesia) dan Serawak. Nama Platycerium ridleyi diambil dari nama salah satu ahli botani Singapura Sir Henry Ridley.

Ciri khas tanaman paku ini adalah daun steril berbentuk membulat dan memiliki urat. Sedangkan, daun fertilnya tegak tumbuh ke atas. Selain itu, Anda dapat menjumpai cabang yang banyak. Ketika tanaman memasuki masa dewasa, tumbuh daun fertil di dekat pangkal daun yang menghasilkan spora.

4. Platycerium wandae Racib

Ukuran jenis paku tanduk rusak ini paling besar diantara jenis paku tanduk rusa lainnya. Anda dapat menjumpai tanaman ini di Papua. Bentuk daun steril tegak dan tumbuh ke atas. Pada bagian pangkal daun tumbuh rumbai-rumbai.

5. Platycerium willinckii  T. Moore

 

Jenis tanaman tanduk rusa ini endemik Pulau Jawa. Daun steril tanaman ini ukurannya lebih panjang dan tumbuh terbuka ke atas. Sedangkan, ukuran daun fertil sangat besar dan panjang.

Khasiat Tanaman Tanduk Rusa

1. Sebagai tanaman hias

Pada umumnya tanaman tanduk rusa dipelihara di halaman rumah. Tanaman epifit ini biasanya menempel pada pohon-pohon atau digantung sebagai hiasan rumah. Tanaman tersebut memproduksi anakan yang dapat tumbub menjadi tanaman baru.

2. Mengobati bisul

Cara mengobati bisul adalah menggunakan bagian daunnya. Diambil satu lembar daun lalu Anda campur dengan kapur sirih dan ditumbuk sampai halus. Anda kompreskan daun yang telah halus pada bagian yang terkena bisul.

3. Mengobati abses

Abses merupakan nanah yang tertimbun akibat infeksi suatu bakteri. Cara mengobatinya, Anda tumbuk satu lembar daun tanduk rusa beserta bawang merah dan adas pulawaras sampai halus. Selanjutnya, hasil tumbukan dioleskan pada bagian yang terkena abses.

4. Penyubur kandungan

Cara menyuburkan kandungan adalah dengan menumbuk ¼ daun tanduk rusa bersama kunyit secukupnya. Anda beri air matang ½ cangkir lalu diperas. Air perasan tersebut diminum bersama asam kawak dan gula jawa.

5. Mengobati radang rahim bagian luar

Anda ambil 2 sampai 5 lembar daun lalu ditumbuk hingga halus. Anda tambahkan minyak kayu putih. Ramuan tersebut ditempelkan pada perut dengan cara dibalut menggunakan kain stagen.

6. Mengobati gondok

Anda tumbuk 3 lembar daun tanduk rusa sampai halus. Anda tambahkan air dan garam secukupnya. Selanjutnya, ramuan tersebut dioleskan pada sekitar gondok.

7. Mengobati demam

Anda tumbuk sampai halus satu lembar daun tanduk rusa. Lalu, diberi garam secukupnya. Selanjutnya, Anda seduh menggunakan air panas sebanyak 1 cangkir dan disaring. Ramuan tersebut Anda minum di pagi dan sore hari.

8. Mengatasi siklus haid yang tidak teratur

Anda tumbuk daun tanduk rusa sebanyak 2 lembar. Lalu, diseduh menggunakan segelas air panas. Anda minum ramuan tersebut 4 hari sebelum haid tiba.

Teknik Budidaya Tanaman Tanduk Rusa

Anda dapat melakukan perbanyakan tanduk rusa secara generatif dan vegetatif. Cara perbanyakan secara generatif adalah Anda semai spora yang telah masak. Kelebihan cara ini adalah sangat efektif untuk diterapkan dan bersifat ekonomis. Sedangkan, kelemahannya adalah prosesnya berlangsung lama. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Anda siapkan daun fertil dewasa yang sudah dibersihkan. Anda ambil spora yang telah masak lalu dikecambahkan. Ciri spora yang telah masak adalah warnanya berubah menjadi coklat.
  2. Anda bersihkan pot atau nampan menggunakan pemutih 30 hingga 60 menit. Fungsi pot tersebut adalah sebagai wadah untuk penyemaian spora.
  3. Anda dapat mencampurkan air steril saat spora akan disemprotkan ke media. Tujuannya adalah agar perkecambahan spora merata. Media perkecambahan sebelum digunakan harus dilembabkan  terlebih dahulu. Lalu, media yang telah diberi spora Anda letakkan pada tempat yang tidak terkena matahari secara langsung dan hujan.
  4. Anda atur suhu dan kelembaban saat menyemaikan spora. Caranya adalah dengan menyemprotkan air, menutup tempat penyemaian spora dengan plastik atau meletakkan tempat persemaian di tempat teduh. Spora berkecambah dengan cepat pada suhu 18 hingga 23 derajat celcius.
  5. Anda tidak disarankan untuk menyiangi gulma dengan bahan kimia.
  6. Lama waktu spora berkecambah adalah 3 sampai 4 minggu. Setelah spora berkecambah akan tumbuh menjadi tanaman sporofit.
  7. Anda beri pupuk cair dengan konsentrasi rendah. Saat tinggi bibit sekitar 3 hingga 5 cm, Anda dapat memindahkan bibit pada media tanam seperti akar pakis.
  8. Melakukan aklimatisasi dengan cara intensitas penyiraman dikurangi dan memberikan banyak cahaya secara perlahan-lahan.

Cara melakukan perbanyakan secara vegetatif adalah Anda belah bagian rumpun tanaman induk. Satu anakan terdiri atas sekumpulan daun yang membentuk sebuah rumpun. Perbanyakan secara vegetatif jauh lebih efektif dibandingkan perbanyakan secara generatif. Hal ini dikarenakan setiap anakan memiliki kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan hasil semaian spora.

Di berbagai  negara seperti Amerika telah berhasil mencoba perbanyakan tanduk rusa dengan teknik kultur in vitro. Bagian tanaman yang digunakan adalah spora, ujung tanaman, tunas dan fase gametofitnya. Alat perkembangbiakannya adalah spora atau menggunakan rimpang. Budidaya spora secara ex vitro rawan terhadap serangan agen phytopathological.

Langkah-langkah Menanam Tanaman Tanduk Rusa

1. Pembibitan

2. Media Tanam

Bibit yang telah siap langsung Anda tempelkan pada media tanam. Jenis media tanam yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman tanduk rusa adalah akar pakis. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan media berupa moss atau spagnum.

Mengapa menggunakan akar pakis? Hal ini dikarenakan media tersebut mampu mengikat air dan akar tanaman dengan baik sehingga akar tidak mudah goyah dan pertumbuhan berjalan lancar.

Selanjutnya, Anda letakkan bibit yang telah menempel pada media tanam di tempat yang teduh. Anda siram secara berkala dengan air agar tanaman tumbuh dengan baik dan mencegah kekeringan. Setelah Anda menjumpai akar baru atau tumbuh tunas baru maka Anda tanam kembali bibit tersebut.

3. Penanaman Ulang Tanduk Rusa

4. Pemeliharaan Tanaman

5. Pemupukan Tanaman

6. Modifikasi Penanaman

Biasanya Anda menjumpai tanduk rusa menempel pada tanaman inangnya. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman maka kini Anda dapat menemukan berbagai modifikasi teknik penanaman tanduk rusa.

Hal ini membuka peluang bagi Anda karena memungkinkan bagi Anda untuk menanamnya pada inang selain pohon. Baru-baru ini ada yang telah berhasil menanam di rumah, yaitu di sela-sela pagar. Caranya pun sangatlah mudah, yaitu sebagai berikut:

Informasi di atas dapat Anda jadikan sumber referensi untuk mengenal tanaman tanduk rusa lebih dalam. Selain itu, informasi tersebut dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan Anda mengenai bagian-bagian tanaman beserta jenis-jenis dan teknik budidayanya. Anda juga dapat mengetahui khasiat dan manfaat dari tanaman tersebut.

5 Tanaman Tanduk Rusa (Lengkap dengan jenis-jenis dan khasiat tanaman)

Exit mobile version