cara menanam stroberi

6 Cara Menanam Stroberi (Lengkap beserta deskripsi beserta gambar)

Cara Menanam Stroberi – Cara menanam stroberi dengan teknik hidroponik kini semakin digemari masyarakat. Pada dasarnya bertanam secara hidroponik merupakan salah satu cara bercocok tanam dengan teknologi terkini yang mudah cara perawatannya, bebas hama dan memberikan hasil panen berlimpah. Cara menanamnya pun juga berbeda karena tidak menggunakan media tanah.

Namun media penanaman yang digunakan yaitu rockwoll, serabut kelapa, sepond dan air sebagai penggantinya. Keuntungan bercocok tanam stroberi dengan teknik hdiroponik yaitu lebih hemat, namun mampu menghasilkan buah lebih banyak.

Metode dan Cara Menanam Stroberi dengan Cara Hidroponik

Metode dan Cara Menanam Stroberi dengan Cara Hidroponik

Jika Anda salah satu penggemar buah stroberi, tentu akan merasa senang jika di depan atau samping rumah terdapat tanaman tersebut yang tumbuh subur di dalam pot atau polybag. Untuk itu Anda bisa mencoba menanam stroberi dengan metode hidroponik. Caranya cukup mudah, berikut ini beberapa bahan yang harus disiapkan dan bagaimana cara penanamannya.

1. Siapkan media tanam

Siapkan media tanam

Pada umumnya media tanam pada sistem hidroponik yaitu menggunakan sekam padi. Sekam padi kering tersebut di bakar hingga menjadi arang yang berwarna kehitaman. Kemudian siapkan plastik polybag dengan ukuran 50×50 cm dan ukuran 20×18 cm.

Setelah itu masukkan arang sekam padi ke dalam plastik polybag. Apabila semua plastik polybag sudah terisi penuh, kemudian masukkan ke dalam plastik polybag yang ukurannya lebih besar. Jangan lupa pada bagian atas polybag di tekuk agar pada saat diletakkan bisa berdiri lebih kuat.

2. Cara penanamannya

Cara penanamannya

Cara menanam stroberi dengan sistem hidroponik dapat dilakukan dengan 3 cara, diantaranya adalah:

  • Menanam stroberi dari tananamn eksiting

Apabila tanaman eksiting dalam media plastik polybag, maka Anda cukup menyobek plastik hingga menyisakan tanaman dan media sekam atau tanah saja. Pada saat mengangkat harus dilakukan secara hati-hati agar akar tanaman tidak patah atau rusak. Anda juga bisa menyiramnya dengan air agar lebih bersih.

Setelah itu, tanam kembali tanaman stroberi ke dalam media tanam hidroponik. Usahakan bahwa nutrisi atau kondisi lingkungannya sama dengan tanaman eksiting, sehingga tanaman storeberi mudah beradaptasi dan tidak mati.

  • Menanam stroberi dengan menggunakan stolon atau selur

Jika Anda menanam stroberi dengan menggunakan stolon atau selur seperti rockwoll. Sebaiknya pilih tanaman induk stroberi yang sudah berusia kurang lebih 1 sampai 2 minggu. Adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut:

Pertama, siapkan media rockwoll untuk bertanam stroberi secara hidroponik. Kemudian basahi media rockwoll tersebut dan masukkan anakan stroberi pada media tanam. Pada sistem ini, Anda harus menunggu beberapa hari dan usahakan selalu menjaga kelembapan rockwoll agar tanaman stroberi segera muncul akarnya.

Setelah kondisi akarnya terlihat kuat, maka potong bagian sulur di bagian pangkal induk tanaman stroberi dan siap dipindahkan pada media tanam hidroponik.

  • Menanam stroberi menggunakan benih

Menanam stroberi dengan menggunakan benih membutuhkan ekstra kesabaran. Karena prosesnya lebih lama, mulai dari benih hingga tumbuh kecambah membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Sedangkan masa panennya dari proses menanam sekitar 1 sampai 2 tahun.

Namun ada strategi lain jika Anda ingin proses kecambahnya tumbuh lebih cepat, sebaiknya menggunakan zat perangsang atau ZPT. Benih stroberi akan tumbuh setelah 7 hari dan sampai pada waktu berbuah kurang lebih 6 bulan. Berikut ini cara menanam stroberi dengan menggunakan benih:

Pertama, siapkan rockwol yang bisa dibeli di toko perlengkapan pertanian. Potong rockwol kotak-kotak kecil dengan ukuran 2,5 x 2,5 cm. Kemudian basahi rockwoll namun jangan terlalu basah. Setelah rockwoll dibasahi semua, taruh dan di tata pada sebuah wadah.

Buatlah lubang pada rockwoll dengan menggunakan tusuk gigi untuk menyemai bibit stroberi. Usahakan hanya membuat satu lubang dan tidak terlalu dalam. Kemudian masukkan benih pada lubang tersebut.

Letakkan benih stroberi di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari. Dalam waktu beberapa hari benih stroberi akan tumbuh menjadi kecambah. Setelah agak tinggi ukuran kecambahnya, maka Anda bisa memindahkan ke tempat yang dapat terkena sinar matahari.

Dalam proses ini, tanaman stroberi harus mendapat sinar matahari kurang lebih 6 jam setiap hari. Apabila tanaman stroberi sudah tumbuh daun sekitar 3 -4 helai berarti tanaman sudah memasuki usia 10 hingga 14 hari dan dapat dipindahkan pada media hidroponik yang telah disiapkan.

3. Proses pemasangan sistem tetes atau irigasi

Proses pemasangan sistem tetes atau irigasi

Teknik budidaya stroberi ini menggunakan sistem tetes atau irigasi yang cara penerapannya sama seperti menggunakan selang infus. Media yang harus disiapkan yaitu botol mineral, selang dripper atau selang infus yang mampu mengatur besar kecilnya tetesan dan kayu penyangga ukuran 60 cm.

Caranya, pasang kayu penyangga infus tepat di sebalah tanaman stroberi, berikan lubang pada botol dan pasangkan selang infus. Botol mineral tersebut di isi nutrisi tanaman yang intensitas tetesannya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman.

4. Intensitas pemberian nutrisi atau penyiraman

Intensitas pemberian nutrisi atau penyiraman

Nutrisi pupuk organik AB MIX dimasukkan ke dalam air yang intensitas pemberiannya harus

disesuaikan sesuai kebutuhan tanaman. Arahkan selang tersebut langsung pada bagian akar, agar nutrisi bisa diterima secara maksimal. Kemudian tempatkan tanaman stroberi pada tempat yang terkena sinar matahari.

Jika tanaman sudah berusia 2 sampai 3 minggu, maka waktunya memberikan nutrisi makanan yang berupa pupuk cair agar tanaman bisa tumbuh dengan maksimal.

Apabila tanaman stroberi ini sudah berusia 2-3 minggu, waktunya untuk memberikan nutrisi berupa pupuk cair lagi.

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan

Cara menanam stroberi menggunakan teknik hidroponik harus selalu memperhatikan PH pada media tanam. PH yang dianjurkan yaitu berkisar 6,3, jika kondisinya terlalu tinggi maka harus diturunkan dan sebaliknya jika terlalu rendah maka harus dinaikkan hingga kondisi PH stabil. Selain itu, harus disertai dengan pemberian pupuk cair secara rutin.

Selama tanaman pada masa pertumbuhan, rawatlah dengan baik dan selalu diperhatikan proses perkembangannya. Anda perlu mencabut gulma yang tumbuh di plastik polybag dan selalu memotong bagian daun yang berwarna kuning atau daun yang terkena hama tanaman agar tidak menyebar ke daun lainnya.

Selalu bersihkan area tanaman, agar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari berbagai serangan hama. Hanya membutuhkan perawatan intensif saja dan tidak perlu menyemprotkan pestisida, penyemprotan bisa dilakukan ketika benar-benar tanaman stroberi terserang penyakit.

6. Proses pemanenan

Proses pemanenan

Setelah berusia 4 sampai 6 bulan, maka tanaman stroberi sudah memproduksi buah yang siap dipanen. Cara memanennya cukup mudah dan semua orang pasti bisa melakukannya. Anda cukup memilih buah stroberi yang sudah berwarna merah dan matang.

Saat memotong buah sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan gunting, jangan sampai buah yang belum matang ikut terpotong secara bersamaan. Proses pemanenannya dapat dilakukan setiap dua minggu sekali pada waktu pagi atau sore hari.

Keunggulan cara menanam stroberi dengan sistem hidroponik yaitu tidak membutuhkan lahan yang luas, hama tanaman tidak banyak dan hasil panennya pun lebih banyak serta berkualitas. Nah, jika tertarik untuk bercocok tanam secara hidroponik, maka Anda bisa menerapkan langkah-langkah yang telah dibagikan di atas.

6 Cara Menanam Stroberi (Lengkap beserta deskripsi beserta gambar)

Leave a Reply