15 Tanaman Palawija (Lengkap dengan cara budidaya)

Tanaman Palawija – Ketahui Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Tanaman Palawija

Palawija merupakan jenis tanaman selain padi di sawah, dan biasa dibudidayakan di ladang dan sawah. Jika ditanam di kondisi tanah yang tepat (subur), tanaman palawija akan tumbuh dengan rindang. Kondisi tanah yang baik untuk ditanami tanaman ini adalah tanah yang mengandung cukup unsur hara.

Selain itu, terdapat ketentuan-ketentuan khusus mengenai ketinggian tempat dan disesuaikan dengan jenis tanamannya. Misalnya dataran tinggi cocok untuk ditanami kentang dan wortel. Dataran sedang cocok untuk ditanami jagung, kacang panjang, dan kacang kedelai.

Pengertian Tanaman Palawija

Pengertian Tanaman Palawija

Pada dasarnya, dalam Ilmu Botani, palawija diartikan sebagai setiap tanamman pertanian satu musim dan ditanam di lahan yang kering. Palawija juga merupakan hasil panen sekunder dari para petani, sedangkan produksi primer para petani adalah padi.

Tanaman palawija dimanfaatkan juga sebagai salah satu alternatif makanan pokok selain padi. Untuk hasil tambahan para petani, saat ini lahan pertanian memang sering digunakan untuk menanam palawija.

Data BPS tahun 2008 menyatakan bahwa palawija berperan krusial dalam hal penyediaan kebutuhan pangan di tanah air. Budidaya tanaman ini memenuhi hingga 30% dari total nilai produksi tanaman pangan di Indonesia.

Pengertian Tanaman Palawija Menurut Para Ahli

Berdasakan sumber di Wikipedia, para ahli menjabarkan pengertian dari palawija. Asal nama tanaman ini adalah dari Bahasa Sensekerta yaitu ‘phaladwija’. Secara harfiah dapat diartikan bahwa palawija adalah tanaman kedua (sekunder).

Palawija adalah sebagai hasil panen kedua selain padi, maka itulah yang disebut tanaman sekunder. Istilah dari Bahasa Sensekerta ini berkembang di kalangan para petani di Jawa, sehingga palawija diartikan sebagai sebutan jenis-jenis tanaman pertanian selain padi.

Jenis Tanaman Palawija

Tanaman palawija memiliki manfaat yang sangat banyak, jenisnya pun bermacam-macam, antara lain :

  1. Jagung

Jagung

Tanaman penghasil sumber karbohidrat bukan hanya gandum dan padi, melainkan jagung juga merupakan sumber karbohidran yang termasuk tinggi. Selain kandungan gizinya yang tidak bisa diremehkan, tanaman jagung juga cukup mudah untuk dibudidayakan, sehingga menjadi pilihan banyak petani.

Sinar matahari yang cukup dan kadar air yang tidak berlebihan merupakan dua faktor utama agar jagung tumbuh dengan baik. Selain itu, tanaman jagung juga bisa tumbuh di berbagai jenis tanah.

Di Amerika Tengah dan Selatan, jagung menjadi sumber karbohidrat utama sehingga menjadi makanan pokok. Di Amerika Utara, jagung menjadi alternatif makanan pokok yang mengenyangkan. Di Indonesia sendiri, daerah yang menjadikan tanaman jagung sebagai makanan pokok adalah Madura dan Nusa Tenggara.

  1. Gandum

Gandum

Tanaman sereal satu ini memang yang tertua di dunia, keberadaannya pun sangat penting karena dijadikan sebagai makanan pokok di berbagai tempat. Di peradaban Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat, gandum sudah menjaadi makanan pokok selama ribuan tahun.

Gandum mengandung sumber karbohidrat yang tinggi dan penting untuk kesehatan. Kandungan gandum diantaranya adalah : sumber protein nabati 13% yang jika dibandingkan dengan sereal yang lainnya, gandum adalah yang paling tinggi proteinnya. Namun, kandungan asam amino esensialnya relatif lebih rendah.

  1. Kacang Hijau

Kacang Hijau

Jenis tanaman palawija ini sering menjadi favorit banyak orang karena nutrisinya yang melimpah. Kandungan nutrisi pada kacang hijau diantaranya adalah protein, mineral (kalsum dan fosfor), dan lemak tak jenuh.

Kacang hijau diambil bijinya untuk dolah menjadi berbagai macam makanan. Selain diambil bijinya, kacang hijau juga seringkali dibudidayakan untuk sayuran tauge yang tak kalah bernutrisi. Kacang hijau seringkali diolah menjadi bubur yang lezat dan bergizi.

  1. Kacang Panjang

Kacang Panjang

Tanaman ini menjadi salah satu jenis tanaman yang bisa dijadikan sayur maupun lalapan pelengkap makanan. Kacang panjang tumbuh dengan cara yang unik, yaitu dengan caara memanjat atau melilit di suatu media tertentu.

Bagian kacang panjang yang masih muda dan seratnya lunak adalah bagian yang seringkali dijadikan sebagai lalapan. Selain itu, lembayung atau daun kacang panjang juga seringkali diolah menjadi sayur.

  1. Kacang Tanah

Kacang Tanah

Kacang ini tumbuh di bawah tanah, seringkali diolah menjadi snack dengan cara dipanggang dan diberi penyedap rasa. Kacang tanah termasuk ke dalam tanaman pangan yang popular dibudidayakan di seluruh dunia, nilai gizinya pun cukup tinggi.

  1. Kacang Tunggak

Kacang Tunggak

Ini adalah salah satu dari jenis tanaman legum, dan berupa kacang polon muda. Selain itu, biji dari tanaman ini bisa diolah menjadi sayur, misalnya sayur lodeh. Kacang tunggak pada dasarnya relatif lebih tahan terhadap kondisi kering. Selain itu, tanaman ini biasanya ditanam di pekarangan dan menjadi salah satu alternatif pangan.

Kacang tunggak bisa dimanfaatkan bijinya di segala kondisi, baik keadaan bijinya kering maupun basah. Bagian polong dan daunnya yang masih muda, dijadikan sebagai bahan untuk diolah menjadi sayur, atau bisa juga dijadikan lalapan. Selain itu, biji pada kacang tunggak ternyata bisaa dijadikan tepung untuk membuat kue, yaitu dengan cara ditumbuk.

Kacang ini merupakan jenis tanaan yang cocok untuk dijadikan sebagai penutup tanah. Hal tersebut karena kacang tunggak bisa tumbuh di berbagai jenis tanah dalam waktu yang relatif pendek. Selain itu, tanaman ini juga menghasilkan banyak humus untuk tanah.

  1. Kedelai

Kedelai

Tanaman ini merupakan dari jenis polong-polongan dan bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. Paling umum, kedelai dimanfaatkan bijinya untuk diolah menjadi tempe, kecap, dan tahu. Selain itu, kedelai juga bisa diolah menjadi susu yang memiliki nilai nutrisi yang tinggi.

Kedelai mengandung sejumlah asam amino esensial sehingga seringkali dianggap sebagai tanaman dengan kandungan protein lengkap. Khasiat kedelai sudah terbukti di Negara seperti Jepang dan China, dua Negara yang sering mengonsumsi kedelai. Terbukti masyarakat di Negara tersebut lebih kecil risiko terkena penyakit penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker.

  1. Singkong

Singkong

Singkong merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis umbi akar. Singkong merupakan sumber karbohidrat yang mengenyangkan. Selain itu, daun singkong juga bisa diolah menjadi sayur dan dijadikan lalapan. Kandungan utama dari singkong yaitu pati, glukosa dengan kadar yang relatif sedikit sehingga memberikan rasa singkong menjadi sedikit manis.

Singkong dapat mengandung zat berbahaya ketika dalam keadaan tertentu, yaitu ketika teroksidasi. Oksidasi dapat membentuk zat glukosida yang kemudian menjadi asam sianida yang beracun.

  1. Talas

Talas

Berasal dari family Araceae, talas merupakan tanaman yang berasal dari Asia Pasifik. Tanaman talas diambil umbinya untuk dijadikan makanan pokok. Selain itu, umbi talas mengandung tepung yang bisa menjadi bahan untuk membuat puding dan roti.

Agar tumbuh dengan baik, talas ditanam pada keadaan tanah yang memiliki drainase yang baik dan bisa dipanen 7 bulan pasca ditanam. Perlu diingat bahwa umbi dan daunt alas jangan dimakan mentah karena beracun. Racun tersebut  berasal dari zat kalsium oksalat, sehingga agar zat tersebut melebur dan hancur, harus melalui proses pemanasan atau dimasak.

  1. Kentang

Kentang

Tanaman tahunan yang satu ini dimanfaatkan umbinya yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Kentang merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat penting keberadaannya, tanaman ini berasak dari Andes, Peru. Kentang mengandung banyak nutrisi penting yaitu karbohidrat, mineral, protein, vitamin, asam folat, dan lain-lain.

Seringkali kentang disajikan secara utuh dalam kondisi matang, atau bisa juga dihaluskan terlebih dahulu. Kentang juga menjadi bahan untuk membuat roti, dijadikan tepung, dan pengental untuk saus.

  1. Gembili

Gembili

Gembili saat ini cukup sulit ditemukan di pasar. Tanaman ini diambil umbinya yang bertekstur kenyal setelah direbus. Meskipun sulit ditemukan dan terancam kelestariannya, budidaya gembili masih cukup luas khususnya di daerah pedesaan.

Gembili tumbuh dengan merambat dan jika dilihat dari atas, ia tumbuh berputar searah jarum jam. Batang tanaman ini juga agak berduri.

  1. Wortel

Wortel

Pada umumnya, wortel berwarna orange dan merupakan jenis sayuran akar. Namun, selain orange wortel juga ada yang berwarna kuning, ungu, merah, dan lainnya. Berasal dari Persia, wortel pada awalnya ditanam untuk dimanfaatkan daun dan bijinya.

Seiring berjalannya waktu, bagian umbinyalah yang paling sering dimakan. Selain itu, bagian akar, batang, dan daunnya juga bisa dimakan. Wortel memiliki rasa yang manis, dan memiliki kandungan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

  1. Ubi Jalar

Ubi Jalar

Nama lain ubi jalar adalah ketela rambat. Rasa ubi jalar manis dan bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Selain dikukus, ubi jalar juga bisa diolah menjadi es krim dan donat.

Selain umbinya, daunnya juga bisa diolah menjadi sayur. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam ubi jalar misalnya ubi orange, ubi Cileumbu, dan ubi ungu. Ubi jalar mengandung beta karoten, yaitu senyawa yang bisa menurunkan infeksi HIV/AIDS.

  1. Mentimun

Mentimun

Tanaman palawija satu ini diambil bagian buahnya. Mentimun tumbuh dengan cara merambat, dan biasanya dipanen dalam keadaan buahnya masih muda. Buah mentimun yang masih muda bisa diolah menjadi sayur ataupun minuman.

Di bidang kecantikan, mentimun juga seringkali dimanfaatkan, karena sifatnya yang bisa mendinginkan dan melembabkan kulit. Selain air, kandungan lain dari mentimun adalah vitamin A, B, C, dan berbagai macam mineral seperti magnesium, kalium, dan mangan.

  1. Oyong

Oyong

Nama lain dari oyong adalah gambas. Oyong merupakan jenis tanaman palawija yang biasanya di tanam di pekarangan atau lahan yang tidak ditanam tanaman lain. Tanaman ini dipanen ketika buahnya masih muda dan bisa diolah menjadi berbagai macam masakan.

Oyong dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes. Selain itu, tanaman ini juga bisa menyembuhkan penyakit seperti aasma, nyeri otot, radang usus, radang sendi, dan melancarkan siklus menstruasi. Kandungan gizi oyong meliputi protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C.

Keuntungan Menanam Palawija di Lahan Pertanian

Keuntungan Menanam Palawija di Lahan Pertanian

Bagi petani yang memiliki lahan persawahan yang ditanami palawija, ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Tanaman palawija bisa ditanam menggantikan padi setelah dipanen. Tanaman ini memang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Selain sebagai sumber makanan pokok manusia, bisa juga sebagai bahan baku industri makanan.

Tanaman semusim atau yang dipanen sekali, kacang-kacangan, dan umbi-umbian merupakan jenis-jenis tanaman yang dapat dikategorikan sebagai tanaman palawija. Beberapa sumber mengatakan bahwa tanaman yang berbuah menempel di tanah misalnya semangka dan labu dikategorikan juga sebagai tanaman palawija.

 

Namun, di IIndonesia sendiri tanaman dengan cirri demikan masuk dalam jenis tanaman hortikultura. Jenis-jenis tanaman palawija yang umum dibududidayakan di Indonesia antara lain : kacang panjang, kedelai, kacang hijau, mentimun, oyong, dan ubi jalar. Karena manfaatnya yang banyak, berikut keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh petani yang menanam palawija.

  1. Menanam palawija untuk mengisi kekosongan lahan setelah panen padi di sawah dapat dilakukan. Penanaman tersebut terutama saat musim kering. Manfaat yang bisa diambil adalah bertambahnya pendapatan dari hasil panen tanaman palawija.

 

  1. Membuat tingkat keasaman tanah menjadi terjaga. Unsur H+ dan OH- pada lahan bisa tidak seimbang apabila lahan hanya ditanami satu jenis tanaman saja. ketidakseimbangan kedua unsur tersebut bisa menaikkan kadar asam pada tanah. Dengan menanam tanaman palawija pada lahan tersebut pasca panen padi, keasaman tanah pun bisa tetap seimbang.

 

  1. Masa panen yang cepat. Menanam palawija memang bisa menambah pendapatan para petani. Selain soal harga, panen tanaman palawija juga relatif cepat.

6 Tanaman Palawija Memiliki Nilai Jual Tinggi untuk Dibudidayakan

Pada dasarnya terdapat beragam teknik yang bisa Anda lakukan untuk memulai menanam tanaman palawija. Perbedaan dalam teknik-teknikm tersebut bergantung pada jenis tanaman palawija apa yang akan Anda budidayakan. Namun, budidaya tanaman palawija sebenarnya cukup mudah dilakukan.

Hal tersebut karena pada umumnya palawija bisa bertahan dalam segala kondisi, bahkan dalam kondisi kering. Berikut beberapa contoh tanaman palawija yang cocok dibudidayakan di segala kondisi dan memilikis harga jual tinggi.

1.     Budidaya Kacang Tanah

Budidaya Kacang Tanah

Tahapan untuk budidaya kacang tanah adalah :

  • Pemilihan benih. Supaya hasil dari menanam palawija maksimal, Anda harus memilih benih berkualitas baik dan memiliki kemampuan pertumbuhan yang seragam. Bibit berkualitas tersebut umumnya memiliki kemampuan produksi yang tinggi, tahan penyakit layu dan bercak pada daunnya.

 

  • Pengolahan tanah. Pertama, Anda harus menyiapkan tanah untuk ditanami kacang tanah. Yaitu dengan mencangkul sampai tanah menjadi gembur, membuat bedengan untuk drainase air, kemudian menghitung kandungan pH pada tanah.

 

  • Penanaman benih. Setelah menyiapkan benih berkualitas baik, tanamlah benih tersebut denan jarak 30 x 15 cm. penanaman benih kacang tanah bisa menggunakan tugal.

 

  • Untuk mengganti benih yang tidak tumbuh, maka lakukanlah penyulaman. Yaitu dengan meletakkan benih tersebut pada lubang tanam yang sama.

 

  • jika di sekitar tanaman kacang tanah ditumbuhi rumputi liar, lakukanlah penyiangan. Mulailah penyiangan perama saat tanaman kacang tanah berumur 5 sampai 7 hari.

 

  • Mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Anda harus mengamati pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah yang telah ditanam. Jika terdapat tanaman dihinggapi hama dan penyakit, harus segera dilakuka tindakan-tindakan untuk pengobatan tanaman.

 

  • Memanen tanaman. Panen dilakukan dengan tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya, masa panen kacang tanah adalah 70 sampai 95 hari pasca ditanam, hal tersebut bergantung pada varitas yang ditanam.

 

  1. Budidaya Kedelai

Budidaya Kedelai

Tahapan untuk budidaya kedelai adalah :

  • Pemilihan benih. Benih dengan hasil yang tinggi serta tahan serangan berbagai jenis penyakit merupakan ciri-ciri benih kedelai yang baik.

 

  • Mengolah tanah. Pertama, Anda harus menyiapkan tanah yang cocok untuk menanan kedelai. Gunakanlah tanah yang gembur dan memiliki pH 6 sampai 6,8. Selain itu, buatlah drainase air, yaitu bisa berupa bedengan agar tanah tidak tergenang air seperti pada tanaman kacang tanah.

 

  • Penanaman benih. Tanamlah benik kedelai saat tanah lembab, jangan ketika tanah dalam kondisi kering. Hal tersebut karena kedelai tidak bisa tumbuh di lahan kering, tanah terlalu basah juga tidak disarankan karena benih kedelai justru akan

 

  • Melakukan pemeliharaan tanaman. Yaitu dengan memberikan pupuk secara teratur, melakukan penyiangan berkala, penyulaman, dan pengendalian terhadap hama dan penyakit.

 

  • Proses panen. Apabila daun tanaman kedelai tampak menguning (secara alami, bukan karena hama dan penyakit), maka pemanenan dapat dilakukan. Lakukanlah pemanenan kedelai saat tidak dalam kondisi hujan agar kedelai bisa segera dijemur.

3.Budidaya Kacang Hijau

Budidaya Kacang Hijau

Tahapan-tahapan dalam budidaya kacang hijau adalah sebagai berikut :

  • Memilih benih. Anda harus memilih benih berkualitas baik dan usahakan yang termasuk varietas unggul. Pemilihan tersebut agar hasil panen kacang hijau berkualitas dan dalam jumlah yang banyak.

 

  • Mengolah tanah. Setidaknya budidaya kacang hijau memerlukan tanah dengan kadar pH 5,8 smpai 6,5 agar bisa tumbuh dengan baik. Lahan harus diolah agar menjadi tanah yang gembur sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur, setiap jarak 5 sampai 6 cm buatlah drainase air.

 

  • Penanaman benih. Tanamlah benih kacang hijau dengan jarak 40 x 15 cm, hal tersebut dilakukan agar penanaman benih tidak terlalu rapat. Di setiap lubang pada lahan, tanamlah benih kacang hijau sebanyak dua butir.

 

  • Pemeliharaan tanaman kacang hijau. Pemeliharaan dilakukan dengan pemberian pupuk secara berkala, yaitu sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman kacang hijau. Lakukanlah segera penyulaman ketika ditemui benih kacang hijau yang tidak tumbuh.

 

  • Penyiangan gulma. Bila ditemui gulma yang tumbuh mengganggu di sekitar tanaman kacang hijau, maka lakukalah penyiangan. Selain itu, lakukanlah pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau.

 

  • Pemanenan kacang hijau. Tanaman kacang hijau bisa dipanen ketika sudah berumur 58 sampai 65 hari, tergantung varietas kacang hijau apa yang ditanam. Kacang hijau yang dipanen adalah yang sudah benar-benar matang, yaitu yang telah berwarna coklat atau hitam.
  1. Budidaya Tanaman Jagung

Budidaya Tanaman Jagung

Tahapan-tahapan dalam budidaya tanaman jagung adalah :

  • Memilih benih dan varietas jagung. Anda harus memilih benih yang memiliki kemampuan tumbuh yang baik agar memberikan hasil panen jagung yang melimpah. Benih jagung yang unggul memiliki ciri-ciri : umur yang pendek, hasil tinggi, dan tahan serangan hama dan penyakit.

 

  • Pengolahan tanah. Agar jagung tumbuh dengan baik, gunakalah tanah yang gembur dengan kadar pH 5,6 sampai 7,2. Olah tanah untuk menanam jagung dengan membuatnya menjadi gembur.

 

  • Dalam proses pemilihan lahan untuk menanam jagung, sebaiknya gunakan lahan yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Saat menanam benih jagung, pastikan kondisi tanah lembab agar benih cepat berkecambah. Setiap lubang pada lahan, tanamklah benih jagung sebanyak dua butir.

 

  • Pemeliharaan tanaman jagung. Pemeliharaan jagung dilakukan mulai dari mengamati pertumbuhannya. Lakukanlah pemupukan, penyulaman, pengairan, penyiangan, dan pengendalian terhadap hama dan penyakit pada tanaman jagung.

 

  • Proses panen tanaman jagung. Pemanenan jagung dilakukan sesuai kebutuhan, apakah dibutuhkan jagung muda atau jagung tua. Pemanenan jagung dilakukan dengan cara memutar tongkol jagung bersamaan dengan kelobotnya.

5.Budidaya Singkong

Budidaya Singkong

Tahapan-tahapan budidaya singkong adalah sebagai berikut :

  • Pemilihan bibit singkong. Pilihlah batang singkong bagian bawah yang akan di stek. Bibit stek diperoleh dari tanaman singkong yang telah berumur setidaknya tujuh bulan.

 

  • Pengolahan tanah. Pilihlah tanah yang gembur agar singkong bisa tumbuh dengan baik, berilah pupuk berjenis organic agar kesuburan tanah bertambah.

 

  • Beri jarak 100 x 40 cm ketika menanam stek singkong. Stek ditancapkan tegak sedalam 10 cm.

 

  • Pemeliharaan tanaman singkong. Pemeliharaan dilakukan mulai ketika tunas tumbuh dan mulai berkembang. Agar pertumbuhan umbi singkong tidak terganggu, tunas yang berdaun terlalu banyak bisa dibuang, berilah pupuk secara teratur dan pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit.

 

  • Proses panen singkong. Pemanenan dilakukan sesuai dengan kebutuhan, jika belum terlalu dibutuhkan, tanaman singkong bisa dibiarkan tumbuh di lahan. Pemanenan singkong dilakukan dengan cara mencabut akar tanaman.
  1. Budidaya Gandum

Budidaya Gandum

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya gandum antara lain :

  • Pemilihan lahan yang ideal. Idealnya, budidaya gandum dilakukakan di lahan dengan ketinggian 800 mdpl
  • Suhu udara kurang lebih 25 derajat celcius
  • Curah hujan sebesar 600mm/tahun
  • Kelembaban udara 80 sampai 90 persen
  • Tanah alluvial, andesol, latosol, adalah diantara jenis-jenis tanah yang cocok digunakan untuk budidaya gandum. Selain itu, agar gandum tumbuh dengan baik, pilihlah tanah yang banyak mengandung unsur hara

 

  • Pengelolaan lahan. Tanah yang gembur sangat diperlukan untuk menanam gandum. Maka Anda harus membajak lahan yang telah disiapkan terlebih dulu.

 

  • Membajak tanah bertujuan untuk membuat tanah agar gembur. Anda bisa menggunakan cangkul, traktor, maupun tenaga kerbau atau sapi untuk membajak lahan. Lakukanlah pembajakan lahan setidaknya satu minggu sebelum penanaman benih gandum dilakukan, agar apabila terdapat zat berbahaya pada tanah bisa dinetralkan terlebih dahulu.

 

  • Membuat bedengan, yaitu dengan lebar 2 meter di atas lahan. Kemudian buatlah saluran air di sela-sela bedengan.

 

  • Sambil menggarap lahan, Anda bisa melakukan proses pembibitan tanaman gandum. Cara pembibitan bisa secara langsung menanam bibit-bibit gandum pada lahan, berilah jarak masing-masing 25 x 25 cm. pembibitan juga bisa dengan melakukan penyemaian terlebih dulu hingga daun tanaman gandum tumbuh.

 

  • Dalam melakukan proses pembibitan, memilih secara langsung maupun dengan penyemaian terlebih dahulu sama-sama bisa menghasilkan gandum berkualitas baik. Anda hanya tinggal menyesuaikannya dengan keadaan lahan atau kebutuhan.

 

  • Pada dasarnya, akhir musim hujan dan awal musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk menanam gandum. Tanaman gandum setelah ditanam harus dirawat dengan seksama dan berkala agar tumbuh dengan baik. Lakukanlah pengairan dan pemupukan secara rutin.

 

  • Saat bibit gandum mulai tumbuh, lakukanlah pemupukan pertama. Satu bulan setelah tanam, lakukanlah pemupukan kedua.

 

  • Tanaman gandum akan mulai berbiji pada 50 hari pasca tanam. Sedangkan proses pengisian biji gandum akan terjadi saat berusia 80 hari. Pada melalui fase-fase tersebut, tanaman gandum perlu diairi dengan rutin hingga sampai pada masa panen, gandum yang dihasilkan pun akan melimpah.

Tanaman palawija pada umumnya memang mengandung nutrisi yang tidak diragukan lagi, dan seringkali menjadi sumber makanan pokok yang mengenyangkan dan relatif murah. Tentu ada banyak keuntungan jika Anda mulai menanam sendiri tanaman palawija, caranya pun cukup mudah seperti di atas, tertarik mencoba ?

15 Tanaman Palawija (Lengkap dengan cara budidaya)

Leave a Reply