cara menanam jamur tiram

Cara Menanam Jamur Tiram Yang Baik Dan Benar Agar Panen Melimpah

Cara Menanam Jamur Tiram – Jamur tiram adalah komoditas yang sangat diminati di Indonesia. Berbagai usaha kuliner mengandalkan jamur ini sebagai bahan utamanya. Budidaya jamur tiram juga sangat cocok dilakukan di Indonesia yang beriklim tropis. Bagi Anda yang ingin terjun dalam bisnis ini, Anda harus paham betul cara menanam jamur tiram mula dari persiapan tempat, pembibitan, sampai pemanenan.

Cara Menanam Jamur Tiram untuk Pemula

1. Persiapan Kumbung Jamur

Kumbung adalah bangunan yang digunakan untuk menempatkan rak-rak jamur. Kumbung harus dibuat sedemikian rupa agar jamur bisa tumbuh. Bagaimana cara membangun kumbung yang baik?

  • Buatlah kumbung di tempat yang lumayan teduh. Tujuannya agar kumbung bisa mempertahankan suhu dan kelembaban yang sangat dibutuhkan oleh jamur tiram.
  • Anda bisa membangun kumbung dengan rangka dari bambu atau kayu keras. Sebaiknya dinding kumbung dibuat dari triplek, duplek, atau anyaman bambu.
  • Jangan menutup kumbung dengan seng atau asbes. Sebaiknya gunakan penutup dari genteng agar suhu di dalam ruangan kumbung tetap sejuk.
  • Lantai dalam kumbung sebaiknya juga dibiarkan berupa tanah alami saja. Tanah alami bisa menyerap air yang digunakan untuk menyiram jamur. Selain itu, lantai tanah juga bisa membuat kelembaban ruangan kumbung tinggi.
  • Rak untuk meletakkan jamur dalam kumbung dibangun seperti rak buku. Rak bisa dibuat dari bambu atau kayu dan triplek. Antara 1 rak dengan rak lainnya ditempatkan berjajar seperti di perpustakaan. Berikan jarak beberapa meter untuk lalu lalang dan pengangkutan hasil panen jamur.
  • Tinggi rak jamur dari tanah tidak boleh kurang dari 40 cm.
  • Tingkatan rak bisa Anda bangun sesuai kebutuhan dan keamanan jamur. Masing-masing rak setidaknya memiliki lebar sekitar 40 cm.
  • Kumbung yang ideal bisa menampung 70 baglog permeter persegi. Jadi Anda bisa membangun kumbung dengan perkiraan ukuran sesuai dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

2. Pembelian Baglog Jamur

Baglog adalah media tanam untuk bibit jamur. Bentuknya seperti silinder yang berlapis plastik khusus. Dalam baglog ini sudah diisi dengan media tanam berupa serbuk gergaji dan juga bibit jamur tiram. Salah satu ujung baglog sengaja dilubangi sebagai tempat tumbuh jamur tiram. Tapi bagi para petani jamur pemula, pembuatan baglog ini dirasa sangat sulit dan terlalu beresiko.

Jadi, salah satu solusinya adalah dengan membeli baglog jadi. Para pembudidaya jamur pemula bisa membeli baglog jadi pada pihak lain. Biasanya, orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia jamur tiram akan memperdagangkan baglog ini. Baru kemudian jika Anda sudah menguasai tekniknya, Anda bisa membuatnya sendiri.

Saat ini harga 1 buah baglog di pasaran sekitar Rp 2.000,00 – Rp 2.500,00. Misalkan sebagai pemula Anda akan membudidayakan 1000 baglog, maka Anda harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2.500.000,00 saja. Anda sebaiknya tidak buru-buru membeli baglog dalam jumlah banyak. Sebaiknya membeli baglog secara bertahap untuk menghindari kerugian besar.

Agar tidak rugi, Anda sebaiknya membeli baglog yang punya ciri-ciri sebagai berikut:

  • Belilah baglog dengan ukuran diameter 12 cm dan panjangnya 30 cm. Baglog harus punya berat di atas 1 kg. Ada juga baglog yang sangat besar dengan berat mencapai 2 kg. Jangan membeli baglog yang berbobot kurang dari 1 kg.
  • Belilah baglog yang diisi dengan serbuk gergaji yang dipadatkan. Semakin padat, maka kualitas baglog akan semakin bagus.
  • Perhatikan jenis kayu bahan serbuk gergaji. Baglog yang bagus berasal dari serbuk kayu keras seperti jati, mahoni, dan lain-lain.
  • Tanyakan kepada pihak penjual tentang metode sterilisasi yang dilakukan. Sebaiknya Anda memilih baglog yang disterilisasi dengan beton baja dibandingkan dengan metode drum.
  • Perhatikan kondisi miselium dalam baglog. Usahakan membeli baglog yang kadar miselium (berwarna putih) hanya sekitar 10-12% saja.
  • Belilah baglog yang bergaransi. Artinya Anda bisa mengajukan klaim penggantian jika baglog tidak ditumbuhi jamur tiram.

3. Proses Penataan Baglog

cara menanam jamur tiram

Baglog yang sudah dibeli kemudian ditempatkan pada kumbung yang sudah siap. Anda bisa menempatkan baglog pada rak secara vertikal atau horizontal. Baglog ditempatkan secara vertikal dengan lubang tumbuh mengarah ke atas. Sistem ini punya kelebihan karena bisa menghemat ruang.

Baglog bisa juga ditempatkan secara horizontal dengan bagian lubang tumbuh menghadap ke lorong. Tapi cara ini lumayan memakan tempat. Jadi resikonya, Anda harus membuat lebih banyak rak. Namun penataan secara horizontal lebih aman karena saat disiram, baglog tidak akan mudah kemasukan air.

4. Proses Perawatan Baglog Jamur Tiram

cara menanam jamur tiram

  • Pada 1 baris rak maksimal hanya boleh diisi 80 baglog.
  • Baglog yang telah dibeli memang telah melalui proses sterilisasi. Tapi Anda harus mensterilkan kembali dengan bantuan alat bernama autoclave. Atur suhu autoclave sampai 12oC dan sterilkan selama 15 menit.
  • Jika Anda tidak punya alat autoclave, Anda bisa menggunakan drum pemanas. Sterilkan baglog dalam drum pemanas selama 8 jam di atas kompor minyak.
  • Sebelum baglog ditempatkan pada rak, jangan lupa untuk menyemprotkan fungisida pada rak. Tutup kumbung selama beberapa hari sampai bau obatnya hilang.
  • Susun baglog pada rak dengan posisi vertikal atau horizontal.
  • Diamkan baglog yang telah disusun selama 5 hari.
  • Setelah itu, buka penutup baglog (berbentuk cincin dan kertas). Biarkan lagi kurang lebih selama 3 hari.
  • Lakukan penyiraman pada lantai tanah agar kelembaban meningkat.
  • Setelah 3 hari, lakukan penyiraman pertama pada baglog. Caranya dengan menggunakan spray. Hindari penyiraman dengan selang atau tetesan air.
  • Penyiraman yang baik adalah yang berbentuk kabut. Semakin bagus pengabutan, maka kualitas baglog akan semakin baik.
  • Lakukan penyiraman dengan sistem spray ini 2-3 kali sehari sesuai kondisi cuaca. Jika sudah musim penghujan dan tanah cukup lembab, Anda bisa menyiramnya 2 kali sehari saja. Tapi saat musim kemarau, siramlah secara teratur 3 kali sehari pada pagi, siang, dan sore hari.

5. Pengendalian Hama pada Jamur Tiram

Ada beberapa hama dan kondisi lingkungan yang bisa mengganggu pertumbuhan jamur tiram Anda, diantaranya adalah:

a. Kondisi Lingkungan

Agar lingkungan di sekitar kumbung tidak jadi sarang hama dan penyakit, Anda harus melakukan perawatan. Caranya cukup semprotkan cairan formalin di sekitar kumbung. Lakukan penyemprotan ini secara teratur. Terlebih semua material kumbung dan rak dibuat dari kayu/bambu. Jangan sampai hama seperti rayap, kecoak, dan lain sebagainya datang.

b. Hama Ulat

Ulat bisa hidup pada baglog karena udara yang terlalu lembab. Kondisi baglog yang kotor dan kumbung yang tidak terawat juga bisa membuat ulat bersarang. Untuk mencegah munculnya ulat, sebaiknya Anda selalu membersihkan kumbung dan rak secara teratur.

Poin yang paling penting, jangan lupa untuk membersihkan baglog jamur tiram. Angkatlah jamur-jamur kecil atau biasa disebut jamur hama dari baglog. Selain itu, pastikan untuk selalu mengangkat sisa bonggol jamur yang tidak bisa dipanen.

Ulat juga biasanya menyerang saat masuk musim penghujan. Kelembaban udara yang tinggi membuat ulat mudah muncul di kumbung. Untuk menghindarinya, pastikan Anda memberi sirkulasi udara yang cukup. Bukalah pintu kumbung dan hentikan sementara penyiraman agar kondisi udara membaik.

c. Hama Kepik

Kepik bisa muncul jika pangkal jamur sisa dalam baglog tidak dibersihkan. Kepik ternyata juga menjadi pertanda datangnya serangan hama ulat. Untuk mencegahnya, Anda bisa menyemprotkan formalin pada rak. Anda sebaiknya juga tidak meletakkan kumbung terlalu dekat dengan hewan ternak.

6. Proses Panen Jamur Tiram

cara menanam jamur tiram

Jika cara menanam jamur tiram Anda sudah benar, maka Anda bisa mencicipi manisnya panen komoditas ini. Ciri-ciri jamur yang sudah siap panen antara lain:

  • Proses panen dilakukan jika mahkota jamur sudah mekar, besar, dan berwarna putih cerah.
  • Segera panen jamur tiram ini sebelum akhirnya mahkota pecah.
  • Jika telat dipanen, mahkota jamur bisa berubah warna jadi kecoklatan dan layu.
  • Saat proses panen, pastikan Anda mencabut semua akar jamur yang tersisa pada baglog. Jangan menyisakan jamur-jamur kecil karena justru bisa merusak baglog.
  • Proses pemanenan berikutnya berjarak 2 minggu. Anda harus melakukan pemanenan secara rutin agar jamur tiram tetap berkualitas.

Kunci utama kesuksesan menanam jamur tiram adalah berteman dengan para petani jamur senior. Cara menanam jamur tiram memang terkesan mudah. Tapi Anda tetap harus belajar dari orang yang lebih berpengalaman. Pastikan juga Anda merencanakan anggaran modal seefisien mungkin.

Cara Menanam Jamur Tiram Yang Baik Dan Benar Agar Panen Melimpah

Leave a Reply