13+ Cara Menanam Jahe (Lengkap beserta gambar dengan deskripsi)

Cara Menanam Jahe – Jahe menjadi salah satu tanaman rimpang yang banyak sekali manfaatnya. Anda pasti sudah mengenal manfaat jahe mulai dari menjadi rempah-rempah penyedap masakan hingga obat herbal. Ternyata jahe bisa dibudidayakan sendiri dengan mudah. Cara menanam jahe bisa Anda pelajari lebih dulu. Kemudian Anda bisa memanfaatkan halaman rumah untuk berkebun jahe.

Cara Menanam Jahe

Jahe punya nama ilmiah Zingiber officinale. Jahe bisa tumbuh dengan baik di iklim tropis seperti Indonesia. Anda bisa menanam jahe di lahan terbuka ataupun dalam pot dan polybag. Jahe bisa Anda tanam untuk skala keperluan pribadi hingga kebutuhan komersil. Hal yang paling penting, Anda perlu tahu apa saja persiapan, cara menanam jahe, sampai proses pemanenannya.

1. Langkah-Langkah Menanam Jahe di Lahan Terbuka (Tanah)

1. Pemilihan Lahan Tanam

Pemilihan Lahan Tanam

Meskipun jahe bisa dibudidayakan hampir di semua tempat beriklim tropis, tapi tetap saja ada kriteria lahan yang harus dipenuhi. Kondisi lahan yang ideal untuk menanam jahe adalah tanah yang kaya unsur hara dan humus. Tanah juga sebaiknya tidak berkerikil. Lahan pekarangan ataupun tegalan harus punya sirkulasi udara yang bagus.

Jika tanah tegalan atau pekarangan yang akan ditanami jahe masih penuh dengan gulma pengganggu, maka Anda harus membersihkannya lebih dulu. Jahe memang bisa ditanam tumpang sari dengan berbagai tanaman lain. Tapi usahakan tanaman jahe tetap bisa mendapatkan penyinaran matahari yang cukup.

Jahe bisa tumbuh pada daerah yang punya suhu udara sekitar 20-35oC. Jahe bisa tumbuh pada lahan dengan ketinggian antara 500-1000 mdpl. Curah hujan ideal untuk pertumbuhan jahe antara 2500-4000 mm/tahun. Pada masa awal penanaman, jahe hanya butuh sedikit cahaya matahari. Tapi saat masuk usia 2,5-7 bulan, jahe butuh sinar matahari yang banyak.

2. Persiapan Lahan Tanam

Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang telah dibersihkan dari semak belukar dan rumput liar kemudian harus Anda persiapkan dengan baik. Caranya, cangkullah tanah yang akan ditanami jahe dengan kedalaman sekitar 25-35 cm. Jika Anda berencana menanam jahe dalam skala yang besar di lahan luas, Anda bisa menggunakan alat bajak.

Tanah yang telah dicangkul/dibajak kemudian harus ditambahkan unsur hara. Anda bisa menambahkan campuran pupuk kandang dan jerami bakar pada tanah. Kemudian tanah harus didiamkan selama seminggu penuh. Tanah bisa lebih gembur jika Anda mencangkulnya kembali setelah proses pemupukan.

Setelah selesai mencangkul, Anda bisa membuat badengan dengan ukuran lebar 85-125 cm. Jarak antar 1 badengan dengan badengan sampingnya sekitar 25-30 cm yang juga berfungsi sebagai saluran air.

3. Proses Pembibitan Jahe

Proses Pembibitan Jahe

Pada dasarnya, Anda bisa membuat bibit jahe sendiri di rumah. Langkah ini sekaligus bisa membantu menghemat modal awal penanaman jahe. Pilihlah rimpang jahe yang berkualitas agar bisa diubah menjadi bibit yang berkualitas pula. Bagaimana ciri-ciri bibit jahe yang bagus?

  • Bibit jahe sebaiknya diambil langsung dari area pertanian jahe. Bibit harus masih dalam kondisi segar dan baru dipanen. Sebaiknya hindari membeli bibit jahe pada pedagang di pasar karena bisa jadi jahe sudah tidak segar lagi.
  • Bibit yang berkualitas adalah tanaman jahe yang usianya cukup tua yaitu sekitar 9-10 bulan.
  • Pilihlah bibit jahe yang sehat, pohonnya tidak terkena penyakit atau hama, dan kulit rimpangnya tidak lecet atau luka.

4. Proses Penyemaian Bibit Jahe

Proses Penyemaian Bibit Jahe

Setelah Anda mendapatkan bibit jahe yang jelas berkualitas, maka Anda harus menyemainya terlebih dulu sebelum ditanam. Proses penyemaian ini memakan waktu sekitar 1-1,5 bulan. Cara menyemai benih jahe yang benar sebagai berikut:

  • Rimpang jahe yang telah dipilih harus dikeringkan lebih dulu. Proses pengeringan harus menggunakan sinar matahari langsung. Usahakan rimpang jahe tidak sampai terlalu kering.
  • Rimpang jahe yang sudah dijemur kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan.
  • Kemudian patahkan rimpang dengan tangan. Satu bagian rimpang kemudian dipotong ukuran 3-5 mata tunas.
  • Rimpang ini kemudian harus dipindahkan pada wadah berupa karung. Setelah itu, Anda harus memasukkan karung jahe dalam larutan fungisida (penghilang jamur) dan obat perangsang pertumbuhan sesuai dosis yang dianjurkan.
  • Anda cukup merendam bibit jahe ini selama 1 menit, kemudian angkat dan keringkan kembali dengan cara dijemur.
  • Kemudian Anda harus menyiapkan kotak kayu untuk menyemai bibit jahe. Anda bisa memanfaatkan kotak kayu bekas wadah buah sebagai media.
  • Lapisi bagian dasar kotak kayu dengan sekam padi atau abu gosok.
  • Kemudian letakkan bibit jahe merata pada permukaan kotak kayu.
  • Taburi lagi bagian atas jahe dengan sekam padi atau abu gosok. Ulangi lagi meletakkan bibit jahe hingga habis.
  • Terakhir, tutup kotak kayu dengan sekam padi sampai semua bibit jahe tidak terlihat.
  • Tempatkan bibit jahe ini pada ruangan yang teduh. Jangan sampai bibit terkena panas atau hujan.
  • Sekitar 2-4 minggu kemudian bibit jahe akan mengeluarkan tunas baru berwarna hijau muda.
  • Seleksi bibit jahe kembali. Pilihlah bibit yang punya tunas bagus.

Proses penyemaian bibit jahe juga bisa dilakukan pada ruangan yang teduh. Proses ini sering disebut teknik bedengan. Apa saja yang harus Anda lakukan?

  • Pertama, siapkan ruangan sederhana yang cukup teduh dan terhindar dari hujan berukuran sekitar 8×10 meter.
  • Buatlah bedengan/guludan yang terbuat dari jerami. Taruhlah rimpang jahe di atasnya dan tutup kembali dengan jerami.
  • Ulangi kembali langkah ini sampai 4 lapis rimpang jahe. Tutup bagian paling atas dengan jerami.
  • Rawatlah bibit jahe ini dengan menyiramnya secara rutin setiap hari.
  • Sesekali lakukan penyemprotan dengan cairan fungisida agar rimpang jahe tidak ditumbuhi jamur.
  • Setelah 2 minggu biasanya rimpang jahe yang ditimbun dalam jerami sudah mulai mengeluarkan tunas baru.
  • Seleksilah bibit jahe yang punya tunas bagus dan berkualitas.
  • Anda bisa mematah-matahkan 1 rimpang jahe menjadi beberapa bagian. Masing-masing bagian terdiri dari 3-5 tunas. Berat masing-masing bibit sekitar 40-60 gram.

5. Proses Penanaman Bibit Jahe

Proses Penanaman Bibit Jahe

Setelah bibit jahe tumbuh tunas dan diseleksi dengan baik, maka kini giliran Anda menanam bibit tersebut. Sebenarnya, jahe bisa ditanam dengan sistem monokultur jika Anda yakin dengan kualitas lahannya. Tapi jika Anda tidak yakin lahan bisa menghasilkan jahe berkualitas, Anda bisa menanamnya dengan sistem tumpang sari.

Sebelum menanam jahe, Anda harus membuat lubang tanam dengan kedalaman 3-7,5 cm. Lubang ini dibuat di atas guludan/bedengan. Masukkan bibit jahe dengan posisi mendatar/rebah pada masing-masing lubang tanam. Pastikan pula bagian mata tunas bibit jahe menghadap ke atas. Timbun kembali lubang dengan tanah sisa galian.

Proses tanam jahe paling ideal jika dilakukan pada awal musim penghujan. Anda bisa menanamnya pada bulan September atau Oktober, tergantung pada kondisi musim di Indonesia. Ketersediaan air yang cukup pada awal musim penghujan akan membuat akar jahe tumbuh dengan baik.

6. Proses Penyiraman

Proses Penyiraman

Tanaman jahe sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak air. Jadi Anda harus cermat dalam mengatur jadwal penyiraman tanaman. Penyiraman sebaiknya dilakukan 1 hari sekali pada pagi atau sore hari. Jika tanah sudah cukup basah karena hujan, sementara jangan lakukan penyiraman lebih dulu.

7. Proses Penyulaman Tanaman

Proses Penyulaman Tanaman

Selama 2-3 minggu setelah bibit jahe ditanam, Anda harus memeriksa apakah ada tanaman yang tidak tumbuh atau mati. Jika ada beberapa bibit yang tidak tumbuh, Anda harus segera menggantinya dengan bibit yang baru. Proses penyulaman tanaman ini harus segera dilakukan agar pertumbuhan jahe bisa serempak.

8. Proses Penyiangan

Proses Penyiangan

Proses pembersihan lahan ini sebaiknya dilakukan setelah 2-4 minggu bibit jahe ditanam. Anda harus membersihkan gulma pengganggu di sekitar guludan tempat jahe ditanam. Perbaiki pula saluran air agar lahan tidak menggenang. Penyiangan kedua harus dilakukan saat jahe masuk usia 3-6 minggu.

Baru pada saat jahe masuk masa tanam 6-7 bulan, lahan tidak perlu disiangi lagi. Pada waktu ini, jahe sudah tumbuh lumayan tinggi dengan rimpang besar. Jadi, berbagai macam rumput tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jahe.

9. Pembubunan

Pembubunan

Apa itu proses pembubunan? Pada dasarnya jahe selalu membutuhkan kondisi tanah yang gembur. Tapi jika tanah tidak dirawat, maka bisa jadi lama-lama tanah akan memadat. Karena itulah diperlukan perawatan yang disebut pembubunan. Tujuannya untuk menutup rimpang-rimpang jahe yang tumbuh sampai keluar dari tanah.

Saat jahe masih muda, Anda hanya perlu menutup rimpang dengan sedikit tanah yang dicangkul dari sekitar tanaman jahe. Tapi saat jahe sudah mulai tumbuh besar, Anda harus menimbun guludan agar tetap tinggi dan tidak tergenang air. Biasanya selama sekali periode tanam jahe, Anda akan membutuhkan 3-4 kali proses pembubudan.

10. Proses Pemupukan

Proses Pemupukan

Pupuk organik dan pupuk kompos adalah pilihan yang paling tepat untuk tanaman jahe. Pupuk organik bisa diberikan pada masa awal tanam jahe. Kemudian pupuk bisa diberikan lagi pada saat masuk masa tanam ke umur 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan pada bulan ke 8-10. Pupuk organik bisa Anda berikan dengan takaran tertentu.

11. Pemberian Pestisida

Pemberian Pestisida

Jika lahan tanam jahe mulai diserang oleh hama dan parasit pengganggu tanaman, Anda harus memberikan pestisida. Pemberian pestisida bisa dilakukan dengan cara disemprotkan. Saat penyemprotan ini, Anda juga bisa sambil memberikan pupuk organik cair agar pertumbuhan jahe bisa normal kembali.

12. Proses Pemanenan

Proses Pemanenan

Proses pemanenan jahe ternyata berbeda-beda tergantung tujuan produksi jahe itu sendiri. Jika jahe akan dipanen untuk tujuan bumbu masakan, maka jahe bisa dipanen pada usia 4 bulan. Proses panen ini bisa dilakukan dengan mematahkan sebagian rimpang jahe. Kemudian sisa rimpang yang masih ada di tanah dipendam lagi agar tua.

Jika Anda ingin memanen jahe untuk tujuan komersil dalam skala besar, jahe baru bisa dipanen pada usia 10-12 bulan. Ciri-ciri tanaman jahe yang sudah cukup tua untuk dipanen biasanya memiliki daun yang kuning dan batang mulai mengering. Tanaman jahe diangkat sepenuhnya dari tanah dengan bantuan alat agar tidak ada kulit rimpang yang luka.

Tanaman jahe ini kemudian harus dibersihkan dari tanah dan kotoran. Kemudian cuci bersih jahe dan jemur di atas papan atau daun pisang selama 1 minggu. Biasanya proses panen yang ideal adalah sebelum musim penghujan datang. Kondisi tanah yang kering akan memudahkan Anda untuk mengangkat dan membersihkan rimpang jahe.

2. Langkah-Langkah Menanam Jahe dalam Pot/Polybag

Jika Anda tidak punya lahan yang cukup luas untuk menanam jahe, Anda bisa memanfaatkan media seperti pot atau polybag. Teknik penanaman jahe seperti ini juga sangat cocok bagi Anda yang ingin berkebun untuk kebutuhan pribadi. Misalnya ingin memanen jahe untuk bumbu masakan atau sekedar obat herbal keluarga.

Proses penyemaian bibit jahe sebenarnya sama dengan media tanam tanah. Hanya saja yang membedakannya adalah proses penyiapan tanah yang akan dimasukkan dalam polybag. Bagaimana cara menanam jahe dalam polybag/pot?

1. Proses Persiapan Media Tanam

Proses Persiapan Media Tanam

Tanah yang baik untuk media tanam jahe dalam polybag adalah tanah yang gembur dan subur. Jangan sampai Anda sembarangan memilih jenis tanah yang akan digunakan. Sebaiknya Anda mengikuti langkah-langkah persiapan media tanam berikut ini:

  • Buatlah campuran media tanam dari tanah subur, pasir, pupuk kompos, dan juga pupuk kandang. Gunakan perbandingan 2:2:2:1.
  • Campurkan semua bahan tersebut sampai rata.
  • Letakkan campuran tanah ini di suatu tempat yang terlindung dari cahaya matahari langsung dan juga hujan selama 1-2 minggu.

2. Proses Penanaman Jahe

Proses Penanaman Jahe

Jika campuran tanah sudah siap, maka Anda bisa menanam jahe dengan langkah sebagai berikut:

  • Persiapkan polybag ukuran 40×50 cm dengan lubang di bagian bawah.
  • Masukkan campuran tanah dalam polybag.
  • Buat lubang tepat di bagian tengah polybag. Kemudian masukkan bibit jahe dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas.
  • Masukkan sekitar 3-5 bibit jahe dalam 1 polybag.
  • Timbun kembali benih dengan sisa campuran tanah.
  • Taburi tanah dengan jerami atau abu sekam di atasnya sampai rata.
  • Letakkan polybag ini pada tempat yang teduh dan lembab.

3. Proses Penyiraman Jahe

Proses Penyiraman Jahe

Jahe yang sudah ditanam di polybag harus disiram secara teratur. Tapi Anda juga harus memperhatikan kondisi tanah dalam polybag. Jika tanah masih lembab dan basah, maka Anda tidak perlu menyiramnya. Tapi jika tanah kering, Anda sebaiknya menyiram jahe 1 kali sehari. Tapi usahakan jangan sampai air menggenang terlalu banyak agar jahe tidak busuk.

Tanaman jahe memang punya segudang manfaat. Mulai dari manfaat dalam bidang kuliner, kesehatan, hingga kebutuhan medis herbal. Karena itulah potensi keuntungan dari bertani jahe juga masih tinggi. Apalagi jika cara menanam jahe Anda benar, Anda bisa mendapatkan jahe berkualitas saat panen yang harga jualnya tinggi.

13+ Cara Menanam Jahe (Lengkap beserta gambar dengan deskripsi)

Add Comment