Peluang Usaha Toko Bangunan yang menjanjikan (Analisa Bisnis)

Usaha Toko Bangunan – Saat ini, kunci sukses dalam berbisnis adalah memanfatkan peluang dengan baik. Merebaknya bisnis perumahan akan sangat memengaruhi permintaan pasar terhadap kebutuhan material bangunan. Salah satu peluang usaha yang sejalan dengan maraknya bisnis perumahan adalah usaha toko bangunan.

Peningkatan permintaan bahan material seiring menjamurnya bisnis perumahan dapat Anda manfaatkan untuk memulai bisnis bahan bangunan. Bagi Anda yang tertarik membuka usaha ini, perlu Anda simak penjelasan seputar bisnis ini.

Peluang Usaha Toko Bangunan

Peluang Usaha Toko Bangunan

Bagi seorang pemula dalam merintis sebuah usaha, bisnis ini merupakan salah satu usaha yang menjanjikan. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya bisnis perumahan membuat permintaan terhadap kebutuhan material bangunan juga ikut megalami peningkatan.

Pelaku bisnis toko bangunan juga masih terhitung sedikit. Hal ini tentunya bisa menjadi peluang bagi Anda untuk memulai bisnis. Rendahnya tingkat pesaing bisnis akan membuat keuntungan yang Anda dapatkan semakin besar.

Baik sebagai sumber penghasilan utama maupun sampingan, usaha ini menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Meski bukan barang kebutuhan sehari-hari, namun kebutuhan akan material bangunan tergolong stabil.

Dapat kita lihat jika bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang dapat bertahan dalam kondisi apapun. Kebanyakan pengusaha yang terjun ke dalam bisnis toko bangunan terbukti mengalami keberhasilan.

Bagi Anda seorang pemula yang ingin mulai merintis usaha ini, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan mulai dari modal usaha, tempat atau lokasi usaha serta biayanya, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya.

Karena bisnis ini tergolong usaha skala besar dan membutuhkan modal yang tak murah, ada baiknya untuk memikirkannya secara cermat dan matang. Jangan gegabah dan salah langkah.

Cara Memulai Usaha Toko Bangunan bagi Pemula

Cara Memulai Usaha Toko Bangunan bagi Pemula

Untuk memulai sebuah usaha, yang perlu Anda siapkan adalah keuletan, gigih, dan keberanian untuk mencoba. Sebelum Anda memulai berbisnis, Anda dapat memulai merancang perencanaan awal.

Membuat atau menyusun kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam membuka sebuah usaha adalah kewajiban utama Anda sebagai pelaku bisnis. Anda harus menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha yang akan Anda rintis, yaitu barang yang akan Anda jual.

Susun rencana sebaik mungkin, seperti penyediaan barang bangunan yang akan dijual, penyedia atau penyuplai barang yang akan bekerja sama dengan Anda, partner usaha yang tepat, cara pemasaran yang baik, dan kebutuhan penunjang lainnya.

Bila perencanaan awal sudah Anda persiapkan dengan matang, mulailah untuk menyiapkan modal usaha. Hampir sama seperti usaha properti, bisnis ini merupakan usaha yang membutuhkan modal  cukup besar. Sebagai seorang pemula, Anda dapat melakukan beberapa cara untuk mendapat modal.

Salah satunya adalah modal usaha melalui tabungan pribadi. Namun, jika tabungan Anda tidak cukup untuk memulai bisnis ini, Anda dapat melakukan pinjaman pada pihak ketiga. Tentunya, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Setelah menyiapkan modal, langkah selanjutnya adalah mendaftar produk apa saja yang akan Anda jual. Misalnya, pasir, semen, besi, triplek, cat, dan bahan bangunan lainnya seperti paku, kawat, dan sebagainya. Usahakan untuk memilih dan memilah produk dengan kualitas terbaik.

Mengutamakan kualitas produk dan pelayanan menjadi kunci penting bagi Anda untuk menarik dan memikat hati pelanggan toko Anda demi kenyamanan dan kepuasan konsumen.

Langkah-langkah Usaha Toko Bangunan bagi Pemula

Langkah-langkah Usaha Toko Bangunan bagi Pemula

Sebagai seorang pemula dalam bisnis, langkah pertama yang harus Anda tempuh adalah memilih tempat usaha yang tepat. Karena usaha yang akan Anda geluti merupakan usaha yang memerlukan lahan yang cukup luas, Anda bisa mencari lokasi strategis dengan akses yang mudah dijangkau.

Hal ini dikarenakan kebutuhan akses pendistribusian barang atau saat bongkar muatan bahan material yang cukup rumit. Usaha bahan material bangunan pasti berkaitan dengan mobil pick up atau truk sebagai sarana transportasi pengangkutan barang yang tentunya membutuhkan akses memadai.

Langkah kedua adalah menyeleksi dan merekrut pekerja. Pilihlah pekerja yang ulet, gigih, pekerja keras, jujur, dan tanggung jawab. Memilih pekerja yang paham dalam bidang bangunan juga merupakan syarat penting dalam perekrutan karyawan.

Tentukan harga produk sewajarnya. Jangan terlalu tinggi karena akan menjauhkan minat pembeli. Sebaliknya, jangan mematok harga terlalu rendah karena akan menimbulkan persaingan dagang yang tidak sehat.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan strategi pemasaran produk. Setelah menyiapkan barang yang akan Anda jual, Anda memerlukan strategi agar produk yang Anda jual akan laku di pasaran. Manfaatkan media sosial dengan baik untuk membantu Anda mengenalkan produk kepada calon konsumen.

Langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah membangun kerja sama dengan pihak ketiga. Hal ini bertujuan untuk membantu memperluas pemasaran produk yang Anda jual. Anda dapat bekerja sama dengan proyek-proyek bangunan di sekitar lokasi usaha Anda.

Anda dapat menemui pihak terkait dalam proyek untuk menawarkan barang dan bahan material yang Anda jual. Pihak proyek bangunan yang bertanggung jawab pada ketersediaan bahan material bangunan akan lebih mengutamakan penyuplai yang dekat dengan lokasi proyek.

Selain mempermudah akses, lokasi penyuplai yang dekat dengan proyek juga akan mengurangi biaya akomodasi yang harus mereka keluarkan. Langkah ini sangat bermanfaat bagi Anda sebagai seorang pemula untuk bisa bertahan dan bersaing dengan pebisnis toko bangunan lainnya.

Rincian Biaya Usaha Toko Bangunan

Rincian Biaya Usaha Toko Bangunan

Sebagai pemula dalam bidang usaha bahan material bangunan, Anda perlu melakukan penghitungan yang cermat terhadap modal yang harus Anda keluarkan untuk memulai usaha ini.

1. Biaya Akomodasi

Sebuah bahan material bangunan tentunya tidak akan terlepas dengan ketersediaan alat transportasi untuk kebutuhan pengangkutan barang dan distribusinya. Anda akan membutuhkan mobil pick up sebagai sarana transportasi. Biaya  untuk membeli mobil kira-kira sekitar Rp80.000.000,00.

Untuk biaya bensin dan perawatan mobil juga perlu Anda anggarkan. Misalnya dalam sebulan Anda membutuhkan Rp200.000,00 untuk kebutuhan bensin dan biaya perawatan mobil kira-kira Rp500.000,00 untuk jangka waktu satu tahun.

2. Biaya Operasional

Membuka sebuah toko pastinya akan membutuhkan listrik. Anda perlu memasukkannya ke dalam anggaran dana yang harus Anda keluarkan. Biaya untuk listrik dalam sebulan kira-kira Rp200.000,00. Dalam setahun kurang lebih Anda harus menyiapkan dana sebesar Rp2.400.000,00.

3. Biaya Gaji Pekerja

Saat menjalankan usaha, Anda memerlukan tenaga kerja yang akan membantu kinerja Anda dalam menjalankan sebuah bisnis. Tentunya, Anda juga harus memikirkan kesejahteraan karyawan yang bekerja dengan Anda.

Karena masih merupakan bisnis rintisan, Anda tidak perlu merekrut pekerja terlalu banyak. Pilihlah kira-kira 3 (tiga) karyawan saja untuk membantu mengelola bisnis Anda. Perkiraan dana untuk gaji karyawan kurang lebih Rp4.500.000,00 per bulan untuk 3 (tiga) orang.

4. Biaya Sewa

Selain ketiga biaya di atas, anggaran untuk sewa lokasi jangan sampai terlewatkan. Apalagi jika Anda menginginkan lokasi usaha yang strategis. Anggaran untuk sewa lokasi kira-kira sebesar Rp15.000.000,00 per tahun atau sekitar Rp1.600.000,00 per bulan.

Mobil pick upRp80.000.000,00
BensinRp200.000,00/bulanRp2.400.000,00
Servis/perawatan mobilRp500.000,00
Gaji karyawan (3 orang)Rp1.500.000,00/bulanRp54.000.000,00
ListrikRp200.000,00/bulanRp2.400.000,00

Total Biaya Modal Awal: Rp256.700.000,00

Pendapatan dari Usaha Toko Bangunan

Pendapatan dari Usaha Toko Bangunan

Untuk penghitungan pendapatan, Anda dapat menyusun perkiraan atau target yang harus dicapai. Misalnya dalam sehari Anda memasang target pendapatan toko Anda minimal sebesar Rp2.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut.

No.Nama BarangHarga JualJumlahTotal
1.PasirRp150.000,00/m35Rp750.000,00
2.Batu bataRp500,00/biji1.000Rp500.000,00
3.Semen 45kgRp45.000,008Rp360.000,00
4.Semen 50kgRp55.000,008Rp440.000,00
5.Cat tembokRp75.000,0010Rp750.000,00
6.PakuRp20.000,00/kg10kgRp200.000,00
7.TriplekRp80.000,0010Rp800.000,00
Total PendapatanRp3.800.000,00

Jika pendapatan rata-rata per hari kira-kira seperti rincian di atas, maka Anda akan menerima penghasilan kotor setidaknya Rp3.800.000,00 x 30 hari = Rp114.000.000/bulan atau sekitar 1,3 miliar rupiah selama satu tahun.

Jika digabungkan dengan modal yang dikeluarkan, penghitungannya laba bersih dalam waktu 12 bulan kurang lebih seperti berikut.

Pendapatan – modal awal = Rp1.300.000.000,00 – Rp256.700.000,00 = Rp1.043.300.000,00 atau sekitar Rp86.942.000,00 per bulannya. Sungguh keuntungan yang fantastis dan menggiurkan, bukan?

Seiring berkembangnya zaman, bisnis ini akan ikut berkembang dengan pesat. Kebutuhan terhadap bahan material akan terus meningkat meskipun bukan termasuk kebutuhan sehari-hari. Anda juga akan berperan dalam penyediaan lapangan kerja, untuk mengurangi tingkat pengangguran.

Keuntungan lainnya dari usaha ini adalah barang yang Anda jual berupa bahan material bangunan yang tidak akan basi, membusuk, atau mengalami penyusutan. Tidak seperti makanan yang memiliki keterbatasan, bahan material bangunan tidak memiliki masa kadaluarsa.

Bahan material seperti pasir, batu bata, semen, dan lainnya memiliki masa simpan yang panjang. Penyimpanan yang tepat untuk produk dengan bahan dasar besi seperti paku dan kawat juga berpengaruh pada kualitas barang untuk menghindari perkaratan.

Hal ini tentunya dapat Anda manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meraih keuntungan yang besar dari hasil penjualan. Mengingat bahan material bangunan ini akan terus mengalami peningkatan sesuai dengan berkembangnya pertumbuhan masyarakat.

Kelemahan Usaha Toko Bangunan

Kelemahan Usaha Toko Bangunan

Meskipun merupakan salah satu peluang yang menjanjikan, bisnis ini juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut.

  • Modal usaha yang tidak sedikit dan membutuhkan biaya yang besar untuk pembelian produk dan alat-alat penunjang lainnya.
  • Persaingan yang cukup ketat dengan pebisnis toko bangunan lainnya. Meskipun untuk saat ini, minat masyarakat terhadap bisnis toko bangunan masih rendah, bisa jadi untuk beberapa tahun ke depan akan menjadi usaha yang diminati.
  • Tingginya biaya sewa tempat usaha yang strategis dan minimnya lahan luas di daerah perkotaan.
  • Kesulitan memperoleh produk yang akan dijual karena semakin banyaknya toko bangunan yang bermunculan.
  • Naik-turunnya harga bahan baku yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
  • Harus benar-benar menjaga reputasi toko yang Anda rintis. Pastikan untuk selalu menyediakan barang yang berkualitas untuk menghindari keluhan atau komplain dari pelanggan.
  • Membutuhkan kerja keras dan sikap pantang menyerah untuk dapat bertahan dengan persaingan bisnis yang dapat terjadi di masa mendatang,

Pesatnya pertumbuhan masyarakat yang ada di Indonesia akan ikut memengaruhi perkembangan pembangunan yang ada. Sebagai pelaku bisnis, Anda akan sangat diuntungkan dengan pertumbuhan dan perkembangan pembangunan yang ada dan makin meningkat.

Daripada usaha tanaman hias yang memiliki keuntungan sedikit, usaha toko bangunan patut Anda coba. Terutama bagi Anda yang memiliki modal besar untuk meraih keuntungan yang besar pula dari bisnis toko bangunan.

Peluang Usaha Toko Bangunan yang menjanjikan (Analisa Bisnis)

Leave a Reply