6 Cara Menanam Ubi Ungu (Lengkap beserta deskripsi dengan gambar)

Cara Menanam Ubi Ungu – Cara menanam ubi ungu terbilang mudah dan sederhana, bahkan jika ini adalah pertama kali Anda melakukannya. Ubi ungu (Dioscorea alata) adalah pilihan menarik jika Anda membutuhkan tanaman rambat yang tumbuh cepat untuk mengisi ruang kosong di halaman rumah Anda. Disebut ubi ungu karena ubi jalar yang satu ini memiliki warna ungu yang unik mulai dari kulit hingga dagingnya.

Ubi ungu telah banyak dibudidayakan di dalam dan di luar negeri, juga banyak dijual dalam berbagai macam bentuk, seperti direbus, digoreng, dijadikan keripik, tepung, kue, dan banyak lagi. Ubi ungu membutuhkan perawatan yang sangat minim dan relatif murah.

Bagaimana Cara Menanam Ubi Ungu?

Agar mendapatkan hasil panen yang maksimal, Anda hanya perlu mengikuti panduan mengenai cara menanam dan merawat ubi ungu di bawah ini:

1. Waktu Tanam

Waktu Tanam

Hari-hari yang hangat di musim panas adalah waktu terbaik untuk menanam benih ubi ungu dan menghasilkan umbi besar berdaging lembut. Ubi ungu membutuhkan musim tanam yang cukup panjang, setidaknya 4-5 bulan musim panas. Namun, Anda juga bisa mulai menanam benih saat akhir musim hujan untuk nantinya ditransplantasikan ke luar ruangan saat musim panas tiba.

2. Kondisi Tanah dan Lahan

Kondisi Tanah dan Lahan

Ubi ungu sebenarnya dapat tumbuh di tanah mana saja di Indonesia, dan dalam berbagai jenis dan ketinggian, karena ubi adalah tanaman yang dapat mentolerir kondisi yang tidak baik seperti kekeringan dan serangan hama. Namun, beberapa kondisi lahan dan tanah tertentu bisa membuat tanaman ubi menghasilkan umbi yang besar dan sehat, seperti:

  • Tanah harus gembur, lembab, dan subur. Untuk menambah nutrisi tanah, Anda bisa menambahkan kompos atau pupuk kandang
  • Tanah harus berdrainase baik dengan suhu sekitar 25-30 °C.
  • PH tanah yang ideal adalah sekitar 6.
  • Tanah berada di area yang bebas banjir, bebas batu dan gulma, serta jauh dari tempat pembuangan sampah.
  • Tanah tidak berada pada kemiringan tertentu agar terhindar dari erosi.
  • Tanah harus berada di area yang terkena sinar matahari penuh.
  • Sekitar 2-3 hari sebelum masa tanam, tanah perlu disiram hingga benar-benar lembab.
  • Media tanam haruslah berupa gundukan-gundukan tanah yang dibuat dalam bentuk barisan panjang.

3. Bibit Ubi

Bibit Ubi

Ubi ungu banyak ditanam dari tunas atau kecambah yang sering disebut “slip”. Anda dapat memilih untuk menumbuhkan slip Anda sendiri atau membelinya dari toko pembibitan. Untuk menumbuhkan slip, Anda bisa mengikuti beberapa langkah sederhana berikut:

  • Siapkan umbi sehat dan bersih yang bisa Anda beli dari toko atau supermarket
  • Dengan pisau tajam, potong umbi menjadi beberapa bagian. Pastikan masing-masing potongan berisi mata tunas.
  • Siapkan wadah berisi air dan masukkan umbi ke dalamnya. Pastikan hanya setengah bagian umbi yang terendam air.
  • Letakkan wadah di dekat jendela kaca atau di sudut lain yang terkena sinar matahari.
  • Jaga kebersihan air dengan menggantinya setiap beberapa hari sekali.
  • Tunggu hingga tunas muncul.

4. Cara Menanam

Cara Menanam

Setelah tunas ubi muncul sekitar 1 inch, kini saatnya memindahkan tunas ke lahan yang lebih luas, dengan cara:

  • Pada tanah yang sebelumnya telah Anda olah, buatlah lubang sedalam 8-12 cm dan lebar 7-8 cm dengan sekop kecil.
  • Isi satu lubang dengan satu tunas, dengan posisi akar berada di dasar tanah dan daun tunas berada di atas permukaan tanah.
  • Isi sisa lubang dengan tanah, ratakan dan tekan dengan lembut, dan pastikan tunas tidak rusak.
  • Ulangi langkah ini hingga semua tunas tertanam.

5. Perawatan

Perawatan

Sama seperti semua jenis tanaman, tanaman ubi ungu juga membutuhkan perhatian dan perawatan dari Anda untuk tumbuh secara maksimal. Berikut adalah serangkaian perawatan yang diperlukan selama proses pertumbuhan ubi ungu:

  • Pada minggu pertama dan kedua, tunas perlu disiram setiap hari dengan sedikit air. Pastikan tanahnya lembab tapi air tidak menggenang apalagi banjir.
  • Di setiap minggu, kurangi interval penyiraman secara teratur hingga Anda hanya perlu menyiramnya sekali dalam seminggu. Namun, berikan air lebih banyak atau siram lebih sering jika cuaca sedang sangat panas dan tanah di sekitar tanaman terlihat kering. Begitu juga sebaliknya.
  • Waktu terbaik untuk memberikan air pada tanaman ubi adalah saat pagi hari. Jika Anda menyiram saat sore atau malam, daun-daun tanaman akan basah sepanjang malam dan jamur bisa tumbuh subur.
  • Pupuk ubi Anda dengan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah yang sama. Pemupukan dilakukan saat Anda pertama kali menanam ubi, selanjutnya adalah 6 minggu setelah masa tanam, dan ketiga adalah 12 minggu kemudian.
  • Pada awalnya, Anda harus melakukan penyiangan setidaknya 1 minggu sekali untuk membersihkan gulma dan daun-daun kering yang berada di sekitar tanaman, tetapi begitu tanaman mulai menjalar, akan sangat sedikit gulma yang tumbuh.
  • Jika ada tunas atau tanaman dewasa yang busuk, segera singkirkan.
  • Pada tahap awal pertumbuhan, Anda bisa menambahkan mulsa atau jerami untuk membantu menjaga kelembaban di sekitar tunas dan sedikit menaungi mereka dari matahari.
  • Saat tanaman mulai mengeluarkan sulur, tancapkan tongkat kayu atau bambu di bagian belakang setiap tanaman agar bisa digunakan sebagai rambatan. Ubi ungu yang memiliki rambatan akan menjalar lebih panjang dan lebih maksimal memproduksi umbi.

6. Panen

Panen

Pada akhir pertumbuhan, Anda akan melihat beberapa tanaman ubi Anda mulai berbunga dan setelah itu daun-daunnya mulai menguning. Setelah banyak daun yang menguning, inilah saatnya memanen. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Pertama, potong atau tarik daun-daun tanaman.
  • Selanjutnya, mulailah menggali tanah di sekitar batang bawah tanaman. Anda bisa menggunakan tangan atau sekop kecil.
  • Setelah umbi mulai terlihat, keluarkan umbi dari tanah dengan perlahan. Karena kulit ubi cukup tipis, menariknya dengan tangan adalah pilihan terbaik. Namun, pastikan Anda menggunakan sarung tangan berkebun agar terhindar dari kotoran dan luka.
  • Jika Anda memilih untuk menggunakan sekop atau garpu rumput, pastikan Anda tidak menusuk umbi-umbi Anda. Karena kulit umbi yang rusak tidak akan bertahan lama saat disimpan.
  • Setelah mengeluarkan semua umbi, bersihkan umbi dari sisa tanah dan kotoran lainnya, namun pastikan untuk tidak menyikat atau mencucinya dengan air. Cukup bersihkan dengan tangan.
  • Untuk mendapatkan rasa terbaik, simpanlah umbi segar yang baru dipanen di dalam ruangan bersuhu hangat dengan kelembaban 85% selama sekitar 10 hari.
  • Simpanlah dengan cara meratakan umbi pada selembar kertas atau wadah lainnya, jangan ditumpuk.
  • Setelah 10 hari, bungkus masing-masing umbi dengan kertas Koran dan masukkan ke dalam kotak kardus.
  • Kemudian, simpan kotak umbi Anda di tempat yang dingin seperti basement atau ruangan ber-AC.
  • Setelah sekitar 6 minggu, umbi Anda akan memiliki rasa paling manis dan Anda harus mencicipinya!

Pastikan untuk menyisakan beberapa umbi agar Anda dapat menumbuhkan slip lagi. Jangan menggunakan lahan yang sama untuk menanam ubi Anda dalam waktu dekat. Tanami lahan dengan tanaman lain terlebih dulu atau biarkan lahan kosong untuk bisa ditanami ubi yang kedua di tahun berikutnya.

Hasil panen yang bagus akan menghasilkan umbi dengan 70% kelembaban dan 28% pati. Juga mengandung protein, gula, serat kasar, dan berbagai macam vitamin seperti vitamin C, B1 dan B2. Dengan panduan cara menanam ubi ungu di atas, kini Anda bisa memulai kegiatan berkebun Anda dan menikmati hasil panen lezat dan bergizi.

6 Cara Menanam Ubi Ungu (Lengkap beserta deskripsi dengan gambar)

Add Comment