DMCA.com Protection Status

7+ Cerpen Cinta Sejati yang Romantis, Sedih, Bikin Baper (Terbaru)

Cerpen Cinta Romantis – Cinta dapat diartikan sebagai suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia yang bisa datang kapanpun serta di manapun secara tiba-tiba. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang mencari cerita cinta untuk dijadikan referensi serta inspirasi. Selain hal tersebut, banyak juga orang-orang yang mengumpulkan kata-kata mutiara sebagai ungkapan cinta kepada pasangannya.

Terkadang untuk membuktikan kasih sayangnya kepada pasangan, banyak orang yang rela melakukan apapun demi meyakinkan hati pasangannya. Bahkan bagi beberapa orang cinta dapat membuatnya buta. Selain kisah inspiratif ada pula cerita romantis yang alur ceritanya terkadang diinginkan dapat terjadi dalam dunia nyata pembacanya. Berikut akan disajikan beberapa cerita romantis yang dapat anda simak.

Cerpen Cinta Romantis Islami

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Perkenalkan namaku Rani, dan teman-temanku biasa memanggil Rara. Aku masuk salah satu universitas islam di Semarang. Sejak hari pertama kuliah aku melihat seorang pria yang sangat tampan, misterius, dan tentunya sangat menarik perhatianku. Semakin hari rasa ingin tahuku tentangnya semakin kuat sampai akhirnya aku tahu siapa sosok laki-laki itu.

Dia bernama Riyas, selain pintar dia juga aktivis dengan mengikuti berbagai organisasi. Selain itu Riyas sangat pandai bermain biola. Karena aku dan dia satu kelas, lama kelamaan kita semakin akrab bahkan lebih dari seorang sahabat. Bagiku Riyas sosok manusia yang sangat baik, kapanpun aku membutuhkan bantuannya, dia selalu ada. Sehingga banyak yang mengira bahwa kita pacaran.

Tentu itu suatu hal yang tidak mungkin, sebab kita sama-sama mengikuti Rohis, yang sangat menjaga pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

Hingga suatu ketika aku melihatnya sedang bermain biola di sudut taman, ada yang beda dengan rasaku, hatiku berdegub kencang serta lidahku kelu bahkan pandanganku sangat sulit untuk berpaling dari sosoknya. Hingga kuputuskan untuk menutup mata berharap mendapatkan ketenangan, namun ketika kuterpejam.

“Ra, sedang apa, daripada panas berdiri si situ mending sini temenin aku latihan biola” seketika aku kaget mendengar suaranya.

“Eh, Riyas hehe, gak lagi ngapa-ngapain, hanya lagi nunggu tukang jajan nih.” Alasanku sekenanya.

“Mana ada Ra tukang jajan keliling masuk kampus, sini biar aku saja yang menjadi pemadam rasa laparmu.” Ledek Riyas sambil tertawa renyah.

Sebisa mungkin aku bersikap untuk biasa, meskipun aku masuk dalam organisasi Rohis, sifat tomboyku masih sedikit ada, rasa cuek yang kumiliki pada lingkungan sekitar terkadang dapat membuat ku malu tanpa sadar. Tetapi keadaan sangat berbeda saat berada di dekat Riyas. Seketika aku menjadi sosok yang pendiam bahkan seringkali salah tingkah.

Namun pada saat kami sedang belajar bareng, ada salah satu temanku yang mendekati Riyas, dia juga bertanya banyak hal, hingga aku merasa bosan melihatnya bolak balik di hadapan Riyas.

Dan pada suatu malam aku menuliskan sebuah puisi yang menggambarkan seluruh perasaan ku yang tidak dapat terungkap, hanya mampu berkata melalui tinta. Perasaan ku untuknya mampu membuat ku seperti orang bisu.

Selalu kucoba untuk tidak terlalu terobsesi memilikinya, sebab hal itu dapat membuatnya pergi dari hidupku. Biarkan saja aku memendam perasaanku sendiri. Bahkan aku tidak masalah jika dianggapnya hanya sebagai seorang sahabat, sebab berada di sampingnya itu sudah lebih dari cukup. Mungkin aku memang mencintainya dalam diam, dan entah kapan semua ini akan bertahan.

Cerpen Cinta Romantis Sedih

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Senja yang setiap hari kita rindukan kini hanya  dapat ku nikmati sendirian. Dan sekarang senja ini hanya milikku, bukan miliki kita lagi.

“Perasaan yang begitu hampa, dan hati yang sangat kosong” terdengar ucapan seseorang dan aku mengenalnya.

“Ris aku” belum sempat ku selesai bicara, Riski menempelkan jari telunjuknya di bibir ku.

“Karena ini senja milikmu, jadi nikmati saja” ucap Riski yang kemudian duduk di samping ku.

“Ris, apa kau merindukan senja yang biasa kita nikmati bersama?” tanyaku tanpa menoleh ke arahnya.

“Tentu, jawabannya seperti pertanyaanmu”

“Ku kira kau akan lupa akan tempat ini” ucapku akan tetapi tidak ada respon dari Riski.

“Senjamu telah pergi, ayo kita pulang”. Riski bangkit dari duduknya dan membantu ku berdiri.

Hingga tibalah kami di ujung jalan sebelum akhirnya berpisah dan bertemu lagi nanti jam 8 malam. Aku merasa Riski sedikit aneh, mungkin itu karena dia lelah baru pulang dari Surabaya. Hingga tidak kusadari aku bertemu dengan Mayang sahabatku.

“Mar, apa kita jadi pergi ke rumah Riski?” kata Mayang.

“Jadi May” Jawabku singkat.

“Ayo kita pergi bersama” ucap Mayang.

Dan lagi ada yang beda dengan Mayang, dia yang biasanya ceria berubah menjadi pendiam. Kamipun hampir sampai di rumah pacarku Riski.

“Marina, maaf” Ucap Mayang yang seperti orang aneh bagiku.

“Kenapa?” jawabku bingung.

“Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini, anti kau akan tahu sendiri”. Belum sempat ku jawab Dewi telah menghilang pergi.

Dengan perasaan yang tak karuan aku melanjutkan perjalanananku. Hingga sampailah aku di rumah Riski yang begitu ramai dengan orang dengan pakaian serba hitam. Saat ku masuk, kulihat kedua orang tua Riski menangis, mereka menghampiri ku, ibunya Riski memeluk ku dengan eratnya.

“Ibu, kenapa menangis?” aku bertanya dengan penuh kebingungan.

“Marina, Riski dan Mayang telah pergi” kata ayahnya Riski. Kemudian menyuruh ku duduk untuk menunggu ambulance yang membawa jenazah Riski

“Enggak ayah, ini tidak mungkin, baru saja aku bertemu dengan mereka, mereka bilang baru pulang dari Surabaya” jawabku tidak percaya.

“Mereka sudah pulang dari Surabaya sejak kemarin, dan tadi siang mereka pamit untuk menemuimu, sampai akhirnya ayah menerima telepon dari pihak rumah sakit yang menerima korban kecelakaan yang meninggal dunia, mereka adalah Riski dana Mayang” jelas ayah Riski.

“Lalu siapa yang tadi mengantar ku, menemani ku menikmati senja jika benar mereka telah tiada ayah?’ seketika tubuhku lemas dan saat itu pula aku tidak sadarkan diri.

Cerpen Cinta Romantis Remaja

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Ketika Rio sedng berjalan di halaman sekolah, dia melihat seorang cewek yang menurutnya sangat cantik, dia bernama Febri. Singkat cerita Riopun jatuh cinta pada Febri.

Di sekolah, hari-hari Rio menjadi sangat berarti karena ketika sekolah dia dapat bertemu dengan Febri. Akhirnya Rio berani untuk berkenalan dengan Febri. Dan yang membuat Rio merasa senang selain Febri mau berteman dengannya Febri juga bersedia menjadi teman curhat Rio.

Seringkali Rio curhat tentang cewek yang dia suka kepada Febri yang tidak lain itu adalah Febri. Namun semakin lama, Rio bosan jika febri hanya sebatas teman curhat bagi Rio. Dengan keraguan Riopun menyampaikan perasaannya kepada Febri. Namun terlebih dahulu Rio meminta pendapat Febri apa yang harus dia lakukan apabila mencintai seseorang.

Tanpa pikir panjang, Febri langsung menjawab “Tembak saja langsung, nanti kalau ditunda terus cewek itu diambil orang bagaimana?”

Dengan jawaban Febri yang seperti itu, Rio akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Febri. Tentu awalnya Febri tidak percaya, jika wanita yang Rio maksud adalah dirinya. Akan tetapi, Febri juga tidak dapat membohongi perasaannya sendiri jika dia juga jatuh cinta pada Rio, dan singkat cerita mereka akhirnya jadian.

Hari-hari mereka lalui dengan penuh kasih sayang, hingga akhirnya datang orang ketiga bernama Iyan yang dapat menggoyahkan hati Febri. Awalnya Febri tidak suka dengan Iyan, namun karena Iyan sering memberinya hadiah, Febri menjadi begitu dekat dengan Iyan.

Melihat kedekatan mereka, Rio merasa sangat cemburu dan meminta Febri untuk menjauhi Iyan, namun febri tidak menuruti apa kata Rio karena menurutnya Iyan sangat baik.

Karena mereka terlalu akrab, dan ketika Febri mencerikatan tentang Iyan kepada Rio, Rio sering meninggalkan Febri sendirian. Dengan sikap Rio yang seperti itu, membuat Febri mengambil keputusan untuk putus dengan Rio dan menjalin hubungan dengan Iyan. Sampai akhirnya Febri menyadari bahwa Iyan tidak sebaik yang Febri pikirkan.

Hingga akhirnya Febri menyesal karena telah meninggalkan Rio, Febri berusaha untuk meminta maaf kepada Rio dan meminta untuk memperbaiki hubungan mereka, namun usaha febri sia-sia, Rio sudah sangat kecewa walau sebenarnya hati kecilnya masih sangat menyayangi Febri.

Rio seakan tidak melihat usaha Febri untuk memperbaiki hubungan mereka, malah Rio sengaja jadian dengan cewek lain untuk membuktikan bahwa Rio sudah tidak membutuhkan Febri. Tentu Febri sangat sedih, namun Febri tidak menyerah, bahkan dia berani bilang pada Rio bahwa dia akan selalu mencintai Rio meskipun Rio tidak mencintainya lagi.

Cerpen Cinta Romantis di Sekolah

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Namaku Tari, sebagai murid baru di SMA ini aku sangat senang karena teman-teman baru ku menerima kehadiran ku. Bahkan tidak membutuhkan waktu lama, aku memiliki sahabat baru di sini, dia bernama Lili dan Fani.

Hingga suatu hari aku melihat seorang cowok di perpustakaan yang menurut ku sangat tampan dan juga kalem. Entah karena hal apa jantung ku selalu berdegup kencang ketika melihatnya, dan rasa kagum ku berubah menjadi suka. Daripada aku terus memendamnya, akhirnya ku ceritakan apa yang aku rasa pada kedua sahabatku. Dan mereka selalu menemani ku ke perpustakaan saat jam istirahat tiba.

Hingga suatu ketika aku dan Lili berpapasan dengan Faid di pintu perpustakaan, karena kecerobohan ku tidak hati-hati saat berjalan, aku menabrak Faid, sungguh aku sangat gugup dan tidak berani untuk melihatnya, dan kuputuskan untuk pergi dan menarik Lili tanpa meminta maaf terlebih dahulu.

“Tari, tadi kamu lihat gak, Faid senyum tuh ke kamu”

“Aku tidak melihatnya” jawabku malu.

“Tari, ini diary kamu, tadi jatuh dan maaf aku membukanya, jadi aku tahu namamu dari buku ini” Kata Faid yang membuat ku jadi salah tingkah.

“I iya terimakasih” jawabku terbata-bata.

“Ciye, ciye ada yang kasmaran nih”, ledek Lili sahabatku.

Entah kekuatan apa yang mendorong ku untuk semakin semangat belajar, dan mengikuti seleksi olimpiade berharap akan dapat belajar dan sering ketemu dengan Faid. Kali ini Tuhan berbaik hati padaku dengan mengijinkan aku lolos untuk dapat mengikuti olimpiade.

Namun konsentrasi belajar ku terganggu, saat belajar bersama untuk persiapan olimpiade, Faid sering memberiku harapan, tatapan matanya seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun seketika harapan ku sirna saat tahu Faid berpacaran dengan adik kelas. Tidak ada pilihan lain selain ku ceritakan pada Lili dan Fani sahabat ku, merekapun turut bersedih dengan apa yang aku ceritakan.

Aku memaksakan diri untuk bersikap biasa, setelah olimpiade terlewat aku merasa terbebas dari rasa sakit yang selalu kupendam saat melihat Faid. Kuputuskan untuk tidak mencari tahu kesibukannya. Hingga akhirnya waktu telah berada di penghujung SMA. Dan aku tahu jika Faid telah lama putus dengan adik kelas itu.

Di hari perpisahan dan kelulusan sekolah, perasannku terasa sangat hancur, aku juga harus menerima kenyataan bahwa besok tidak dapat lagi melihat Faid meskipun saat melihatnya aku merasa sakit.

Saat aku sedang duduk seorang diri di taman sekolah, merenung dan membayangkan sosok Faid tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan berkata “Tari, akhirnya aku menemukanmu, sedang apa sendirian di sini?” yang tak lain itu adalah Faid.

“Semenjak olimpiade berakhir, aku merasa ada yang beda dengan kamu, oh iya selamat atas beasiswa yang kamu peroleh, sebelum kamu pergi aku ingin ngasih ini ke kamu” Faid memberiku sebuah cincin yang sangat indah.

“Apa Tari mau menjadi kekasih dan istriku kelak?” tanya Faid dengan penuh keseriusan.

Aku tidak tahu harus menjawab apa, rasanya lidah ini sangat kelu, dan kuputuskan untuk mengangguk saja. Seketika suasana taman menjadi sangat ramai, selain kedua sahabatku Lili dan Fani, di sana ada kedua orang tuaku dan orang tua Faid. Ya Tuhan terimakasih atas ini semua, sungguh rencanaMu tidak dapat ku duga.

Cerpen Cinta Romantis Bikin Nangis

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Roni, seorang pria yang bekerja pada perusahaan kecil yang sedang jatuh cinta pada seorang gadis yang juga bekerja di perusahaan itu, gadis itu bernama SInta. Dengan romantisnya , setiap hari Roni memberikan setangkai bunga mawar kertas yang dia lipat sendiri. Tentu dengan senang hati, Sinta menerima cinta dari Roni.

Mereka sering menghabiskan waktu bersama di perusahaan kecil tersebut, namun cinta mereka tidak direstui oleh orang tua Sinta, karena pa yang dilihat orang tua Sinta akan Roni yang bekerja di perusahaan kecil tersebut tidaklah memiliki masa depan yang cerah.

Hingga suatu hari Sinta berkata dengan berat hati “Roni, kamu harus berubah, kamu harus dapat membuktikan jika kamu dapat berhasil, begitupun denganku, aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan, jika kamu memang benar mencintaiku, maka kamu harus menjadi orang sukses, karena mungkin orang tuaku akan merestui hubungan kita saat kamu sudah sukses”.

Mendengar apa yang dikatakan Sinta, membuat Roni bangkit dan tidak bersedih, dan Roni mulai untuk bekerja keras untuk membuktikan pada orang tua Sinta bahwa masa depannya tidak seperti yang dipikirkan kedua irang tua Sinta. Roni telah memiliki bisnis sendiri, rumah mewah, mobil dan lain sebagainya.

Akan tetapi ada mengusik ketenangan hatinya, dia teringat apa yang Sinta katakan sebelum pergi ke Amerika. Dalam hati Roni berkata “untuk apa semua kekayaan ini, jika semua ini akau dapatkan karena Sinta yang pergi dariku dan orang tuanya yang gila harta”. Kebencian muncul di hati Roni hingga suatu hari Roni melihat dua orang tua yang sedang berbagi payung.

Karena penasaran Roni mengikuti mereka yang tidak lain adalah orang tua Sinta. Tanpa pikir panjang Roni menghampiri mereka dengan mobilnya untuk membuktikan bahwa sekarang dia sudah menjadi orang kaya dan meminta untuk bertemu Sinta serta meminta restu pada mereka.

Namun kedua orang tua Sinta mengantarnya ke TPU, dari kejauhan terlihat sebuah nisan dengan penuh bunga mawar di sampingnya. Semakin dekat terlihat jelas bahwa di kuburan tersebut terlihat foto Sinta. Kedua orang tua Sinta menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Sinta tidak pergi ke Amerika, dia terkena kanker ganas stadium akhir.

Sinta tidak ingin melihatmu sedih dan berbohong pergi ke Jerman saat tahu umurnya tidak lama lagi. Mendengar hal tersebut, Roni menangis dan memeluk foto Sinta yang kini sudah tiada.

Cerpen Cinta Romantis Mengharukan

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Bukan suatu hal yang baru apabila dalam sebuah kisah cinta muncul orang ketiga. Hal demikian juga dirasakan oleh Rifki yang mulai merasa ada yang berbeda dengan kekasihnya Dila. Hingga suatu malam mereka pergi ke sebuah taman favorit mereka, kemudian tanpa basa basi, Rifki menanyakan sesuatu kepada Dila. “Sayang, apa hal yang membuatmu bosan denganku?”

“Tidak ada” Dila menjawab dengan sedikit gugup.

Rifki hanya diam, setelah beberapa menit, dan merasa tidak ada hal lain yang dibahas, mereka putuskan untuk pulang. Keesokan harinya tepat di 1 tahun mereka jadian, Rifki memiliki rencana untuk merayakan anniv di taman favoritnya dengan dikelilingi hiasan lilin berbentuk hati yang sangat romantis.

Tanpa putus asa, Rifki terus menghubungi wulan meskipun puluhan kali telfonnya tidak diangkat. Kemudian Rifki putuskan untuk mengirimnya pesan melalui watsapp “aku tunggu kamu jam 7 malam di taman biasa”

Dengan keyakinan yang kuat Rifki terus menunggu bahwa Dila akan datang, padahal langit sudah sangat mendung pertanda hujan akan segera turun.

Hingga pukul 9 malam ada balasan dari Dila “maaf aku tidak bisa datang karena ada acara keluarga dan baru ada kuota”. Padahal itu hanya alasan Dila saja karena sebenarnya Dila pergi dengan selingkuhannya.

Hari semakin larut dan Rifki mulai bosan menunggu kedatangan Dila, dan Rifki putuskan untuk pulang ke rumah karena sangat kecewa dengan Dila.

Di perjalanan pulang Rifki mengalami kecelakaan, Rifki bertabrakan dengan truk besar, meskipun kejadian sudah larut malam, suasana di tempat masih cukup ramai. Seluruh tubuh Rifki bersimbah darah, dan tidak lama kemudian ambulance datang dan segera membawa Rifki ke rumah sakit. Akan tetapi karena terlalu banyak darah yang dikeluarkan Rifki, nyawa Rifki tidak terselamatkan.

Keesokan harinya Dila datang ke rumah Rifki karena dari semalam perasaannya tidak enak tentang kekasihnya. Saat tiba di rumah Rifki, Dila sangat terkejut melihat bendera kuning yang berada di depan rumah Rifki serta terdengar tangisan yang sangat histeris.

Dila terus melangkah ke dalam dan tidak percaya melihat Rifki terbaring di atas kain putih dengan dikelilingi banyak orang mengajikan jenazah Rifki. Seketika Dila langsung menjatuhkan air mata.

Orang tua Rifki memperlihatkan video yang Rifki buat sebelum pulang ke rumah, Rifki membuat video dengan suasana taman yang dihiasi lilin berbentuk hati yang mulai padam karena terpaan angin. Dila semakin menyesal karena telah menyia-nyiakan sosok seperti Rifki yang tulus sayang padanya. Setelah kejadian tersebut, Dila menjadi wanita yang sangat pendiam dan suka melamun.

Cerpen Cinta Romantis Tentang Hujan

Cerpen Cinta Romantis

Cerpen Cinta Romantis

Sudah beberapa hari hujan selalu turun, mungkin ini sudah masuk musim hujan. Di bangku paling belakang dengan udara yang sangat dingin aku masih berkutat dengan tugas matematika yang sebenarnya aku tidak memahaminya. Sempat ingin bergabung dengan teman-teman tapi rasa malu ku lebih besar dari keinginanku.

“Baiklah sudah waktunya pulang, selamat sore” Pak Dede menutup kelas hari ini yang sangat melelahkan.

Setelah berpamitan dengan teman-teman yang entah mereka mendengar atau tidak aku mempercepat langkah ku. Aku menghubungi kaka dan ayahku, namun tidak ada diantara mereka yang bisa menjemput ku. karena bosan menunggu akhirnya kuputuskan untuk berjalan ke depan gerbang meskipun hujan dan tidak tahu siapa yang akan ku tunggu, aku tidak memperdulikannya.

Hingga ada seseorang dengan sepeda motornya yang tidak asing berhenti tepat di depanku. “Ra, tidak pulang?” Irfan menatap ku aneh meskipun bibirnya tersenyum.

“Ngapain juga aku berdiri di sini kalau aku pulang” jawabku sekenanya.

Seolah tahu apa yang aku pikirkan, Irfan mematikan mesin sepeda motornya dan menatapku kembali. “Ayo naik, ku antar pulang” ucapnya singkat.

Hujan semakin deras hingga akhirnya kuputuskan untuk ikut dengannya. “kalau seperti bagaimana bisa aku menghilangkan wajahmu dari ingatanku” aku membatin sendiri. Aku melirik bagian kanan punggungnya, ya hanya punggungnya yang dapat aku lihat dan itu cukup membuatku bahagia.

“Rara, hujannya tambah deras, kalau kita berhenti dulu bagaimana?” tanya Irfan dengan sedikit teriak karena suara hujan yang cukup deras.

Aku hanya mengiyakan saja, dan sepeda motor Irfan segera belok ke kiri, dan kami berteduh di depan sebuah toko yang di tutup dan beruntungnya ada sebuah bangku di depan toko tersebut.

“Terimakasih atas tumpangannya” ku beranikan diri membuka pembicaraan, namun Irfan hanya mengangguk dan menatap langit. Canggung, itu yang aku rasa, mungkin dia juga sama meskipun sejak kelas 10 kita sekelas dan sejak itu juga aku sudah menyukainya, namun aku tetap saja sebagai Rara yang pendiam dan pemalu.

“Rara, kenapa kau sering menghindari ku?” pertanyaan Irfan yang seketika membuat ku gugup.

“Oh iya?” jawabku dengan sebisa mungkin untuk tidak gugup.

“Iya, apalagi setelah aku putus dengan Dewi, rasanya kamu selalu menghindari ku, apakah Dewi yang melarangmu? Pertanyaan Irfan yang membuatku bingung untuk menjawab apa. Karena sama sekali Dewi tidak melarangku untuk dekat Irfan mantan pacarnya, bahkan Dewi malah berniat menjodohkanku dengan Irfan, sungguh Dewi memang aneh.

“Karena memang kita tidak dekat, dan pertanyaanmu seperti kita dekat saja” jawabku dengan sedikit bercanda namun berhasil membutnya tertawa.

“Rara, menurut pendapatmu kenapa orang tidak berani mengutarakan rasa pada orang yang dia sukai?”

Aku menghela napas karena bingung harus menjawab apa. “Kurasa, apabila diungkapkan mungkin ia takut orang yang dia  suka akan menjauhinya” jawabku spontan setelah terdiam sejenak.

“Tapi kalau tidak dicoba, siapa yang akan tahu, memangnya kamu bisa menahan rasa suka apalagi jika rasa itu sudah lama?” pertanyaan balik dari Irfan yang rasanya seperti ia sedang mengintrogasiku.

Dengan enteng akupun menjawab “Entahlah, mungkin memang sakit, tapi selagi bisa menahannya merupakan suatu kemungkinan, ya itu mungkin”.

“Jika seperti itu, apa yang akan kau lakukan jika ada seseorang yang menahan rasa sukanya itu suka padamu?” pertanyaan Irfan yang lagi-lagi membuat ku seperti berada di ujung tanduk sekarang.

“Rara, kenapa kau tidak menjawab? Kenapa kau hanya diam saja? Baiklah Rara gadis sederhana yang selami ini aku cinta, apa yang akan kau lakukan jika aku adalah orang yang menahan rasa sukanya padamu?

“Lihat Ra, bahkan hujan telah pergi karena lelah menunggu jawabanmu, lihatlah kenapa ada pelangi di ujung sana setelah kelabu pergi? Indah sekali bukan?” pertanyaan Irfan yang berhasil membuat hujan itu pindah ke wajah ku.

“Terimakasih Irfan, maaf aku telah manahannya, sejak dulu, bahkan sejak sebelum kau jadian dan akhirnya putus dengan Dewi”. Tanpa gugup kalimat itu keluar dari mulutku.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Cerpen Cinta Romantis

Leave a Reply