30+ Contoh Puisi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Menyentuh Hati, Sedih

Puisi Pahlawan – Tanpa jasa seorang pahlawan mungkin kita tidak akan menikmati kebebasan seperti saat ini. Mereka adalah orang yang paling berkorban untuk negara demi anak cucunya. Ada momen tertentu dimana mereka diingatkan kembali.

Seperti pada hari pahlawan, hari peringatan kemerdekaan Indonesia, dan pada saat upacara bendera. Pada momen tersebut masyarakat tidak hanya mengirim doa atau mengunjungi makamnya tetapi bahkan ada yang membuat puisi pahlawan seperti contoh berikut.

Puisi Pahlawan Menyentuh Jiwa

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Kepada Pahlawan Negeriku

Tanah airku

Seakan hancur bak kepingan tulang belulan

Berserakan tak berbentuk

Peluh jatuh seolah darar mengalir sekujur raga

Meski kini keringat bercucuran menjadi penyejuk hati

Rela juangku bagi Bumi Pertiwi

Mempertahankan kibaran sang saka maha berani

Merah putih tanpa noda

Menatap kibarannya hingga jatuh setitik demi setitik air mata

Tak lupa sepenggal doa penuh makna terpanjatkan

Kepada pahlawan negeri ini

Tak kenal mundur

Berpijak dalam kabut berdebu pasir

Kasih sayang tak terhingga untuk kalian pejuang bangsa

Berkat jasamu kini ku bisa lihat

Berkat semangat juangmu kini ku kenang

Walau ragamu hancur terkubur tanah serta terurai zaman

Demi darah yang kau tumpahkan

Tulang patahmu akibat perlawanan

Aku pun anak bangsa

Akan memperjuangkan negeri ku Indonesia

Meski dengan cara berbeda

Puisi Pahlawan Indonesia

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Tanah air ku tercinta Indonesia

Nasibmu kini seakan terombang-ambing

Rakyat makin jelata

Penguasa makin merajalela

Pantaskah memimpin bumi Ibu Pertiwi

Tanah tumpah darahku

Mahasuci Tuhan melimpahkan segala keindahan alam

Kekayaan melimpah ruah

Dari Sabang sampai Marauke

Benarkah kita kini pemiliknya

Atau telah berpindah tangan

Dimiliki oleh orang dari negeri entah berantah

Masihkah kini disematkan merdeka nan jaya

Hutang pun terlilit oleh dunia

Indonesia

Pada mu ku berjanji

Akan memperbaiki diri untuk kelak dapat mengabdi

Melanjutkan perjuangan bambu runcing

Kini menjelma berjuang melawan diri sendiri

Puisi Pahlawan Pejuang Indonesia

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Untukmu para pejuang Indonesia

Berbekal bambu runcing

Berbaris jajaran terdepan

Berteriak maju melawan penjajah

Peluh keringat bercucuran darah jua

Kau hiraukan demi kemerdekaan bangsa

Tak gentar semua pengorbananmu

Kini Indonesia telah merdeka

Bagaimana anak bangsa seperti kami membalas perjuanganmu

Segala kau berikan pada bumi Ibu Pertiwi

Tanpa mengharap imbalan balas jasa

Tak sedikit dari para pejuang kehilangan nyawa

Tak diketahui pula apa benar telah dikebumikan

Semua yang bertempur dengan layak

Izinkan kami menjadi sepertimu

Terbakar semangat hingga urat nadi

Memperjuangkan Indonesia dengan cara berbeda

Pahlawanku

Engkau kan selalu dikenang

Atas jasamu dan dalam sejarah perjuangan

Puisi Pahlawan Semangat

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Dibalik Kobaran Semangat Juang Mu

Kabut

Membekas kenangan Ibu Pertiwi

Mendung menyelimuti

Rintik kian deras menerpa

Turuk membanjiri lautan peluh dan darah

Dia tak menunggu keputusan pencipta

Serbu

Maju untuk merdeka atau mati

Takbir berkumandang Allahu Akbar

Teriakmu terdengar hingga sukma

Sebilah bambu runcing bersatu

Tak lupa panjatan ayat suci

Kau kumandangkan bukti semangat juang

Demi melepas belenggu penjajahan

Belati tak kau hiraukan

Meski mengoyak kulit mengiris nadi

Semua demi tanah air

Kini dari atas kau lihat

Perjuanganmu terbayar lunas

Indonesia telah merdeka

Tenanglah diperistirahatan abadimu

Kami akan melanjutkan perjuanganmu

Demi melindungi Indonesia

Mensejahterakan seluruh anak bangsanya

Puisi Pengorbanan Pahlawan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Pengorbananmu

Tak terhitung kubik darahmu bercucuran

Dari luka belati hingga senapan

Hasil perjuangan melawan penjajah

Peluh membasahi tubuhmu

Tak kau hiraukan

Anganmu tak tentu arah

Bulatkan tekat pada satu tujuan

Tak lelah dimedan perang

Walau rindu keluarga kau sembunyikan

Kejam

Itulah gambaran pertempuran

Jiwa tak dapat berdusta

Tengah dirundung kesedihan

Hanya satu pilihan

Merdeka atau mati ditangan penjajah

Pagi hinggan malam

Bulan pun menjadi tahun

Telah beribu malam menanti

Tetap jua tak terlepas

Pengorbananmu demi bangsa

Akan selalu kami kenang

Tak kubiarkan tuk dilupakan

Wahai pahlawanku

Ksatria pelindung negeri

Pejuang kemerdekaan

Puisi Pahlawan Tumpah Darah Indonesia

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Tanah Tumpah Darah Indonesia

Indonesia

Tanah tumpah darah tercinta

Rasa tak ingin melihat bangsaku

Terpuruk perekonomia

Tersungkur belenggu hutang

Hingga jatuh dalam jurang kehancuran

Tekad bulat setinggi cakrawala

Demi Ibu Pertiwi kan kuperjuangkan

Peluh pengorbanan melanjutkan perjuangan

Para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran

Aku tak boleh kalah

Dengan ketakutan diri sendiri

Aku tak boleh menyerah

Dengan keadaan yang mencengkram memaksa

Semangatku akan selalu berkobar

Untuk mengharumkan nama Indonesia

Selama mentari terus hidup didunia

Selama itu pula aku tak akan berhenti

Dalam semangat kobaran perjuangan masa kini

Sebagai anak bangsa

Sebagai penerus pendahuluku

Aku kan terus melindungi

Tumpah darah Indonesia

Hingga raga ini menyatu dengan tanah

Puisi Pahlawan Melawan Para Penjajah

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Hai kalian para penjajah

Bangsa asing merasa terhebat

Paling tinggi dan berkuasa

Berani mengusik ketentraman bumi Indonesia

Telah lama kalian merajalela

Mengeruk harta Ibu Pertiwi dan tenaga rakyat

Kini waktunya angkat kaki

Kami tidak rela dibawah perintah kalian

Yang menghabiskan kekayaan negeri kami

Pergi

Menyingkir atau bertempur

Mati pun kami tak takut

Pendahulu kami mengajarkan arti perjuangan

Kami tak akan menyerah

Meski darah tergenang hingga oksigen tak mampu dihirup

Kejahatan kalian sungguh keji

Alam kami kalian rampoh

Penerus kami kalian musnahkan

Kami tidak akan tinggal diam

Perlakuanmu yang selalu menginjak

Pergi

Mungkin kau lebih lincah dengan senapan dan kendaraan baja

Tipu daya muslihat kalian tak terbaca

Ya kalian lebih keji dari binantang

Aku akan melawan

Merdeka harga mati

Tak peduli bermodalkan bambu runcing

Tak peduli berjuang dengan kain rusuh

Aku akan terus maju

Hanya untuk memperjuangkan tanah airku

Puisi Pahlawan dari Istri

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Suamiku

Sudah lama kita tak berjumpah

Tak terhitung tetesan air mata

Bukti kerinduan menanti kepulanganmu

Rumah sepi tanpa dirimu

Hari-hari seakan kosong tanpa hadirmu

Aku tak ingin beranjak dari kamar ini

Penuh dengan kenangan kita

Aku mengerti kamu sedang bertemput

Berjuang demi tanah air

Beribu fikiran negatif sering menghampiriku

Banyak kemungkinan kamu dapat gugur

Mungkin aku akan kehilangan ragamu

Tapi tidak cintamu dan kenangan kita

Aku tak ingin mati jika kau tak kembali

Aku akan tetap disini

Menjaga rumah, anak-anak, dan kenangan

Aku mulai mengerti

Jika kau gugur mungkin disematkan sebagai pahlawan

Tetapi kau tetap jua

Pahlawan bagi hatiku pertama dan satu-satunya

Hingga mata ini tak mampu lagi terbuka

Puisi Pahlawan Garuda Harga Mati

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Terlahir dari gagasan pendiri bangsa

Prinsipmu menjelma menjadi lambang

Bukti dari perjuangan para pahlawan dan rakyat

Hingga hembusan nafas terakhir mereka

Saat berada di medan perang

Setiap inci tubuhmu mengandung makna

Terdiri dari segenap harapan

Terselipkan sebuah impian

Menjadikan rupamu kian gagah mulia

Pandangan mata tajam

Dengan tubuh tegap dan tegar

Menggambarkan rakyat tanah air

Serta semangat juang menopangnya

Puisi Senyum Para Pahlawan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Peluh bercucuran dari tubuhmu

Darah tak hentinya mengalir dalam nadimu

Api semangat seakan berkobar abadi

Tidak berhenti walau terluka

Semangat juang meliputi

Demi tercapainya harapan dan kemerdekaan

Segenap jiwa ragamu bertekad membara

Dengan tegap dan gagah kau berdiri di barisan terdepan

Tak penting semua kesakitan kau alami

Demi bumi Ibu Pertiwi

Kini kau telah tiada

Beristirahat tenang dialam berbeda

Engkau dapat melihat senyum anak bangsa

Terbebas dari belenggu kaum penjajah

Kini dari atas sana

Engkau mungkin hanya bisa memanjatkan doa

Agar semua tetap aman dan sentosa

Puisi Dongeng Perjuangan Pahlawan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Aku seakan tak melihat keadaan

Tak dapat pula mendengar deru amarah

Bahkan sebuah tangisan menyerupai dongeng

Kakek bercerita dengan pilunya

Raut wajah keriputnya perlahan tersenyum

Membelai lembut puncak kepala

Sambil menceritakan

Dua manusia dengan latar belakan berbeda

Tidak sederajat namun terikat dengan tali kebebasan

Secercah harapan mulai timbul dari impian

Akhirnya terwujud jadi kenyataan

Pahlawan

Rela gugur dimedan pertempuran

Nyawa terpisah dari raga akibat peluru

Menembus kulit serta menghabiskan darah

Perjuanganmu tidak sia-sia

Kini Indonesia telah bebas dari penjajah

Kami telah merdeka berkat perjuanganmu jua

Kami generasi muda

Calon penerus bangsa

Takkan mengecewakan dirimu

Yang telah tenang disisi Pencipta

Namun jika kau mengintip bangsa ini kini

Mungki senyummu dapat memudar

Tangismu akan kembali lagi pecah

Tawamu mungkin tak mampu terdengar lagi

Wahai pahlawanku

Maafkan kami tak mampu memperbaiki

Negara ini yang semakin lama kian merana

Aku berjanji padamu

Kan berjuang merebut kembali kemerdekaan itu

Kemerdekaan yang hakiki

Membuat bangsa ini aman dan sejahtera

Untuk selamanya

Puisi Pahlawan Jejak Para Pejuang

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Membela segenap bangsa dan tanah air

Tanpa kenal lelah

Maju melawan digaris depan

Mungkin saja ajal datang menjemput

Mungkin pula malaikat pencabut nyawa enggan mendekati

Nafas perjuangan sampai titik darah penghabisan

Mata menatap tajam para penjajah

Tak akan sirna bayangan perjuanganmu

Walau telah terlewati zaman

Syair pujangga seolah berlomba-lomba

Mengkisahkan perjuanganmu pada masa itu

Meski kau mengalami kepahitan meregang nyawa

Ditengah hiruk pikuk peperangan

Meski ragamu tersungkur tak berdaya di atas tanah

Berlumur darah dan peluh

Kau tetap menjadi bagian sanubari anak bangsa

Jejak perjuanganmu tak akan sirna

Menapak sungguh jelas melewati zaman

Dari alam baka kini kau dapat menyaksikkan

Bangsamu kini bersatu, hidup aman, dan tentram

Puisi Pahlawan saat Pertempuran

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Pagi buta kau terbangun

Tak tentram hatimu memikirkan tanah air

Penjajah yang belum terusir

Membuatmu gundah dan bergegas untuk pergi

Seramam lusuh diujung bilik kamar kau kenakan

Dengan sangat rapi serta penuh tekad

Meski namamu tak dikenal

Wajahmu tak familiar dimata Indonesia

Tidak menyurutkan api perjuanganmu

Sampai kini kobaran semangat juang masih terasa

Tak lupa senapan berpeluru tajam

Kau sampitkan diantara lengan

Gagah berani lakumu di barisan terdepan

Menjadi pemimpin strategi pertempuran

Medan perang yang kejam

Tidak membuatmu takut dengan kekalahan

Tak kau pedulikan bila dijadikan umpan kemenangan

Serang

Kau kumandangkan menggelegar

Semangatmu pun terasa hingga urat nadi

Pejuang lain yang mendengarkan

Tanpa kau sadari

Ditengah medan perang sebuah peluru menembus jantungmu

Membuatmu seketika terjatuh

Tergeletak hingga terbujur kaku tak bernafas

Meski namamu tak dikenal

Perjuanganmu akan selalu kami kenang

Semangat perjuanganmu akan selalu kami jaga

Dalam hati dan keturunan kami kelak

Puisi Pahlawan Mengharukan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Perang memilukan hati bangsa

Bagi para keluarga pejuang yang ditinggalkan

Membekas luka dan kesedihan

Para pejuang bertempur seolah tak takut ajal

Demi membela Indonesia

Demi membebaskan generasi selanjutnya dari tangan penjajah

Masih terngiang dering peluru menembus kulit

Membuat hentakan jiwa menjadi lemah

Saat menegangkan di medan perang

Sederetan serdadu maju di garis depan

Berlari tanpa takut peluru menembus raganya

Sambil memegang bambu runcing

Serta menenteng senapan

Lantas tak takut dengan gertakan lawan

Bertempur merebut asa

Genderang peperangan pun ditabuhkan

Pejuang rakyat bergerak maju melawan penjajah

Dentuman ledakan berkali-kali tidak dihiraukan

Hanya demi satu tujuan mulia

Mengusir penjajah dari bumi Ibu Pertiwi

Puisi Pahlawan Kemerdekaan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Kisah heroik penuh perjuangan seorang patriot diceritakan

Langsung dari bibir seorang veteran perang

Ketika itu pula rasa berkobar dalam nadi

Seakan tengah berjuang dihadapan penjajah

Kini menjadi legenda masa lampau

Kekejian penjajah terdengar bak hewan liar

Tanpa belas kasih menumpas para pejuang

Para pahlawan pun tak menyerah

Mereka biarkan tubuh berdarah demi membela tanah air

Perasaanku pun bercampur aduk mendengarnya

Antara sedih dan bersemangat

Akan perjuangan mereka yang tanpa lelah

Aku bagaikan tak rela para pejuang harus terinjak

Beberapa kehilangan nyawa dengan tubuh membujur kaku

Tak manusiawi ditangan penjajah

Usaha mereka tak sia-sia

Akhirnya Indonesia dapat merebut tambuk kemerdekaan

Tak lagi teraniaya oleh orang asing

Cerita dari para pejuang

Rela berkorban jiwa raga menghadapi penjajah

Sungguh membekas bagi pendengar

Terutama diriku yang masih muda

Masih harus jalan panjang dilalui

Rasa cinta pada bangsa pun harus terus dipupuk

Agar tidak terlena dengan kebahagiaan fana

Puisi Pahlawan Tentang Keadilan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Dentuman genderang perang berbunyi

Deringan peluru membesit sukma

Saling beradu antar dua kubu

Ledakan tak terelakkan lagi

Menunjukkan babak pertempuran dasyat sedang berlangsung

Saat itu terjadi begitu mencekamkan

Keadilan dan ketidakadilan kabur

Menimbulkan suatu pertanyaan

Tentang siapakah yang keluar sebagai pemenang

Kemenangan tak dapat dipastikan

Para pertempur tidak mau kalah

Membela kepentingan dan haknya

Akhir cerita sebuah bendera berkibar di cakrawala senja

Pertanda kemenangan mulia bangsa

Puisi Pahlawan Gagah

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Bambu runcing senjata ksatria

Sungguh ikonik sejak zaman peperangan

Para pahlawan tak gentar

Meski menerjang dengan bambu runcing

Menantang sejata  besi yang angkuh

Penuh kesombongan serta ketamakan

Yang mencoba merampas kemerdekaan

Bambu runcing telah menghunus

Pasukan musuh diseberang

Hingga mundur berlari dan menghilang

Tapi sungguh disayangkan

Bambu runcing bukanlah dewa

Penggunanya pun berlumur darah

Tak tahu darah siapa gerangan

Pejuang berperang menumpas kedzaliman

Angkara murka berkobar pada manik mata

Seakan belati tajam mampu mengoyak sukma

Bambu runcing tegak dengan gagahnya

Tak takut akan tank dan meriam

Yang mampu takluk

Hanya dengan senjata buatan rakyat

Hingga kini bambu runcing menjadi legenda

Serta bukti nyata dari semangat perjuangan

Yang melahirkan buah kebebasan

Puisi Pahlawan Bagus

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Kemerdekaan ini bukti

Perjuangan anak bangsa

Yang telah gugur sebagai pahlawan

Usaha tanpa mengenal lelah

Tak menyerah walau peluh darah mengalir

Kemerdekaan ini hadiah dari lelah

Tak terhingga gugur sang pahlawan

Kemerdekaan ini tetesan darah

Bercampur peluh penderitaan serta semangat

Pantang menyerah pantang mundur

Merdeka harga mati

Teriakan semangat dikumandangkan

Hingga  terdengar dipelosok negeri

Kemerdekaan ini mengorbankan nyawa

Nadi-nadi putus dan tulang mengoyak

Sukma hilang dari raga

Kemerdekaan ini kegeraman rakyat

Telah tertindas sekian abad lamanya

Maju tanpa takut kalah

Demi kebebasan anak cucu kelak

Semua dipersembahkan untuk Indonesia

Semua untuk membuat senyum putra putri bangsa

Agar terwujudnya masa depan

Indonesia gemilang dan sejahtera

Puisi Pahlawan Bikin Semangat

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Merah putih gagah berani

Bergantung ditiang tertinggi

Berkibar sungguh gagahnya

Pesona kemerdekaan menyimpan sejuta perjuangan

Tak akan kubiarkan seseorang menginjaknya

Kan kujaga dengan jiwa raga

Meski harus beradu kata hingga raga

Tak terhingga pejuang gugur

Hanya demi mengibarkan sang saka

Berkibarlah wahai merah putih

Tunjukkan kekuatanmu

Kegagahanmu pada cakrawala

Berkibarlah sang saka merah putih

Menunjukkan jiwa ksatriamu

Melambangkan sejuta keberanian

Dan kesucian seputih awan

Berkibarlah dan jangan kau lelah

Meski veteran kian berpulan kepada-Nya

Kami kan selalu mengagungimu

Menjunjung tinggi ragamu hingga keangkasa

Wahai merah putih

Lambang kemerdekaan bangsa

Kami kan selalu menjagamu

Puisi Pahlawan Realita Hari Ini

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Hari ini kita mampu berdiri di depan cermin

Memandang rona ceria wajah

Serta indah busana

Takjub dengan rupa ciptaan Ilahi

Dengan lihai berlenggok centil

Hari ini

Wajah kita seakan bahagia

Seakan sumringah tanpa malu

Seakan urat telah putus

Muka tak berbentuk

Bagai tembok beton

Angkuh dengan bangganya

Tahukah kau

Dirimu yang tak berpikir

Perjuangan para pahlawan

Melawan penjajah hingga gugur

Agar kau dapat menikmati kebebasan

Hari ini

Terlihat banyak pemuda pemudi

Berlalu lalang memadu kasih dalam ilalang

Tak berfikirkah engkau

Kesengsaraan pejuang

Rela tertembak peluru

Demi anak cucunya kelak

Hari ini

Kenanglah perjuangan mereka

Hargai tumpah darah mereka

Jangan hanya mampu berhias diri

Agar terlihat mempesona

Hiaskanlah pula pemakaman mereka

Dengan bunga dan lantunan ayat suci

Hari ini

Mulailah berubah untuk menjadi lebih baik

Serta menghargai jasa mereka

Telah gugur dimedan peperangan.

Puisi Berterimakasih Untuk Pahlawan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Dari kedalaman hati yang mencintai tanah air

Jasamu tak ragu kau berikan

Hingga gugur ragamu

Hidupmu bagai jungkir balik

Dengan jam tidur tak menentu

Penuh luka sekujur tubuh

Peluh menetes menunjukkan lelahmu

Kau tak pernah mengeluh

Pengorbananmu demi Indonesia dahulu

Membuat penderitaan hidupmu

Miskin keadaanmu demi kami

Hancur ragamu demi membela kami

Berkat dirimu kini Indonesisa terbebas

Dari belenggu penjajahan

Seakan dapat membentang sayap indahnya

Menembus cakrawala dari sabang sampai merauke

Berkat dirimu Indonesia kini berjaya

Melewati berbagai masa

Hingga kami dapat mencecap zaman canggih kini

Tak terbayangkan jika tidak ada kalian

Para pahlawanku

Mungkin saat ini kami tidak mampu tersenyum lebar

Menatap kamera smartphone untuk berselfie

Mungkin tanpa perjuanganmu

Penjajah bisa saja masih menguasai negeri ini

Merampas kebahagiaan dan hak-hak kami

Mungkin jika kau tak maju bertempur di medan perang

Kami tak dapat menikmati indahnya sekolah

Puji syukur kami panjatkan beserta doa

Untukmu yang telah mati jiwanya

Namun tetap hidup di hati kami

Puisi pahlawan ini mungkin tak cukup

Mengenang jasamu yang tak terhingga

Perjuangan luar biasa kalian tanpa henti

Indonesia kini dapat menikmati udara kebebasan

Serta betapa indahnya sebuah kemedekaan

Puisi Pahlawan tentang Perjuangannya

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Pagi ini kami melakukan upacara

Berdiri tegap memberi hormat terhadap bendera

Derap langkah rombongan paskibraka

Mengetuk sunggu bersemangat

Dengan formasi lengkapnya

Tak ragu maju ke depan

Sigam melangkah menaikkan bendera

Tak terbayang jika kita masish dijajah

Mungkin moncong senjata masih mengarah sebagai ancaman

Semua kini hanya kenangan yang tak mampu dilupakan

Akan para pejuang kemerdekaan

Dengan suara lantang hingga ujung penjuru

Dia sang pemimpin upacara

Menyuarakan tugasnya

Kami bangga sebagai putera puteri bangsa

Perjuanganmu tiada tara

Membuat Indonesia kini merdeka

Saat peperangan dulu kau berjuang

Hingga kubik tak terhingga darahmu tumpah

Penjajah durjana pun dapat kau taklukkan

Meski sebagian dari kalian merengang nyawa

Penjajah keji tak beretika mundur

Kalah oleh perlawananmu

Yang hanya berbekal sebilah bambu runcing

Kau mantan penjajah durjana

Sampai saat ini kami tak akan membiarkan

Memasuki Indonesia tercinta

Untuk merampas kembali kemerdekaan

Yang ingin kembali menjajah Indonesia

Sampai nyawa ini meregang

Kami tak akan membiarkanmu

Merampas kemerdekaan hadiah dari pahlawan kami

Sampai mati kami akan berusaha

Menjaga Indonesia agar tidak kembali terjajah

Kami akan mempertahankan hak kami

Sebagai putera puteri Ibu Pertiwi

Puisi Pahlawan dari Generasi Muda

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Kami sang generasi muda

Para pahlawanku

Kami menjadi ujung tombak negeri ini

Menentukan kemana arah Indonesisa

Kami seperti seorang nahkoda

Melihat maju menghantam badai

Tak peduli karamnya kapal

Hanya berfikir berjuang menembus gelombang

Maafkan kami pahlawanku

Jika tangan ini mungkin dapat mencoreng

Membuat noda dari perjuanganmu

Kadang sebagian dari kami tak menyadari

Berpesta foya ria serta maksiat

Mengisi kekosongan waktu

Berbuat hal yang sia-sia

Dari lubuk hatimu mungkin menangis

Seakan teriris karena sikap kami

Maafkan kami

Yang terkadang tak mampu membendung amarah

Sebagian berubah menjadi pemimpin semena-mena

Memutuskan persoalan tak adil

Hanya mementingkan kesejahteraan diri sendiri

Kami seakan membuat noda

Hasil jerih payahmu memperjuangkan Indonesia

Sampai merah putih dapat berkibar

Gagah tegak di cakrawala

Kegetolan perjuangan kalian wahai pahlawanku

Gigih bertarung dan bersiasat

Berusaha menyingkirkan kenitaan penjajah

Kami seakan tak menghargai perjuanganmu

Maafkan kami

Mulai saat ini ingin berbenah diri

Mensyukuri semua yang kau wariskan

Yakni kebebasan dan kemerdekaan

Maafkan kami

Kami akan berjuang sepertimu

Membuat Indonesia kearah lebih baik lagi

Agar dapat disegani bangsa lain

Karena meneruskan pejuangan dan semangatmu

Puisi Mengenang Jasa Pahlawan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Nikmat kemerdekaan ini tak terhingga

Mampu menyaksikkan kedamaian

Seluruh penjuru dari sabang sampai merauke

Kini kami mampu mewujudkan segala impian kami

Mampu mengenyam pendidikan hingga tinggi

Tak lupa didukung sebuah teknologi canggih

Semua ini ada bukan hanya karena kami

Tetapi utamanya berkat perjuangan kalian

Melepaskan anak cucu dari belenggu penjajah biadab

Hening cipta tak lupa kami lakukan

Setiap peringatan akan jasa-jasamu

Penderitaan dan pengorbananmu

Membuat kami saat ini berdiri gagah

Menikmati indahnya kebebasan sebagai warga negara

Kami takkan melupan seluruh perjuanganmu

Meski belum ada yang mampu kami persembahkan

Kami akan selalu berupaya

Melanjutkan semua perjuanganmu

Untuk membalas jasamu dan kematianmu

Kami tak akan pernah menyerah lagi

Membuat Indonesia semakin maju

Terdepan disegani bangsa lain

Rakyat hidup damai sejahtera

Itulah impian kami

Kan selalu kami kenang perjuanganmu

Kan kami lanjutkan perjuanganmu

Hingga kau dapat berbangga kepada kami

Dan senyum kebahagiaanmu

Kan mengembang dari atas sana

Terimakasih yang sedalam samudera

Setinggi langit cakrawal

Kami haturkan bersama doa kepadamu

Para pahlawan perjuangan tanah air Indonesia

Puisi Pahlawan Ibu Kartini

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Tak asing lagi

Sebuah kata pamungkas bagi para perempuan

Habis gelap terbitlah terang

Perjuanganmu dapat kami rasakan

Wahai Ibu Kartini

Kami kini dapat berdiri berani

Tanpa takut menatap lawan jenis

Tanpa takut terintimidasi

Berkat kesetaraan gender

Jerih payahmu dulu

Membuat kami mampu mengenyam pendidikan

Hingga setinggi langit

Mampu membuat kami belajar

Hingga ke negeri Cina

Kebodohan pergi tak berbekas

Bangku pendidikan tak ada lagi kasta

Anak-anak perempuan kini pintar

Prestasi tak terhitung telah diraih

Semua tak dapat terwujud

Tanpa perjuanganmu Ibu Kartini

Meski kau hanya diperingati setiap 21 April

Hingga kemeriahan acara peringatan atas dirimu

Tetapi kau akan selalu dihati ini

Semua tak akan cukup hanya dengan mensyukuri

Akan kami lanjutkan perjuanganmu

Demi memajukan kaum perempuan negeri ini

Beberapa puisi untuk pahlawan diatas tentu saja bisa menjadi beberapa referensi untuk tugas sekolah kamu. Tidak hanya itu, beberapa puisi itu juga bisa memberikanmu inspirasi dan semangat untuk tetap menghargai jasa para pahlawan Indonesia.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Puisi Pahlawan

Leave a Comment