Site icon Sumber Informasi

KUCING BENGAL : Cara Merawat, Pakan, Harga Jual (Lengkap)

Kucing Bengal – Bagi kebanyakan orang yang suka memelihara kucing dengan kenis persia, anggora atau jenis kucing dengan bulu panjang lainnya. Padahal, selain itu masih banyak lagi jenis kucing yang dapat dipelihara, salah satunya kucing bengal.

Kucing bengal merupakan kucing yang masuk dalam jenis kucing hutan, bisa dibilang kucing ini memiliki sifat dasar yang liar atau susah diatur. Namun, apabila sudah terlatih kucing ini akan mudah dijadikan teman bermain dan tidak menutup kemungkinan dijadikan peliharaan dirumah.

Ciri-ciri Kucing Bengal

Kucing Bengal

Kucing Bengal juga dikenal dengan sebutan atau nama kucing blacan, yang merupakan keturunan ke-3 dari hasil persilangan kucing american shorthair dengan kucing asia leopard. Kucing ras ini berasal dari California, Amerika Serikat.

1. Ciri Fisik Bengal Betina

Meskipun termasuk dalam golongan kucing hutan, kucing bengal termasuk dalam satwa yang banyak diminati oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Kucing ini memiliki ukuran tubuh yang panjang dengan otot kuat, tulang yang tebal serta besar.

Bulunya yang halus dan tebal membuat kucing jenis ini membutuhkan perawatan khusus pada bagian bulunya. Bagi para pemelihara, dapat menggosok atau menyisir secara lembut menggunakan sikat bulu yang halus.

Ciri fisik kucing jenis Bengal betina yakni memiliki tubuh yang gagas dan besar, ciri ini merupakan turunan dari leluhurnya yang merupakan kucing liar. Dalam kategori dewasa, kucing bengal betina akan memiliki berat badan sekitar 4-5 kilogram saja.

2. Ciri Fisik Bengal Jantan

Berbeda dengan betina, untuk kucing jantan dapat mencapai berat hingga 10 kilogram. Memiliki corak warna pada bulunya yang khas, menjadikan kucing ini sangat mudah dibedakan dengan kucing lainnya dengan dominasi bulu berwarna cokelat dan hitam.

Bagian kepala kucing ini berukuran besar dan panjang, jika dibandingkan dengan ukuran tubuh maka akan terlihat kecil. Leher kucing ini besar serta berotot, mampu menyeimbangkan ukuran kepalanya. Memiliki hidung berwarna merah dengan garis hitam diluarnya dengan ukuran besar.

Semenetara telinganya berbentuk runcing keatas, ras kucing ini memiiki mata berwarna hijau atau amber dengan bentuk bulat serta lebar. Karakteristik kucing ini adalah termasuk dalam golongan kucing yang aktif dan cerdas.

Variasi Jenis Kucing Bengal

Kucing Bengal

Lahirnya kucing bengal ini berawal dari percobaan yang dilakukan oleh seorang doktor, yakni dr. Centerwall yang berprofesi sebagai ahli genetik dari California, Amerika Serikat. Usut punya usut, Canterwall ingin memiliki kucing domestik dari jenis baru dengan pola spotted wild cat dari persilangan.

Hasrat tersebut kemudian membuat Canterwall melakukan perkawinan silang antara jenis ras kucing asian leopard dan ras kucing jenis american shorthair. Lalui, hasil dari perkawinan silang tersebut dikawinkan lagi dengan ayahnya yang akhirnya lahirlah kucing bengal.

Nama kucing bengal ini diambil dari bahasa latin yaitu Leopard Cat Feline Bengalensir, meski demikian pada umumnya lebih kerap disebut dengan nama kucing Bengal Tiger Cat. Beberapa kucing hasil perkawinan silang ini kemudian diterima oleh Jean Mill, breeder asal Amerika.

Jean Mill merupakan sosok yang memberikan pengaruh besar pada perkembangan ras kucing bengal hingga akhirnya diakui dan diterima oleh organisasi kucing dunia bernama TICA (The International Cat Association), saat ini organisas ini memiliki registrasi Bengal terbanyak di dunia.

Variasi kucing domestik yang digunakan pada persilawang awal memberi kontribusi dalam variasi kucing bengal, misalnya pengaruh ras kucing Siam dan Burma yang melahirkan kategori warna Snow Bengal. Kemudian ras kucing Somali yang berkontribusi pada perkembangan bengal berbulu panjang, Chasmere Bengal.

Cara Merawat Kucing Bengal Dewasa

Kucing Bengal

Sama seperti kucing lain, beri makanan dengan baik dan teratur dengan kualitas tinggi. Baik jenis makanan basah atau makanan kering, ikuti petunjuk pemberian makan yang tertera pada kemasan agar tidak salah ketika memberi.

1. Perhatian Konsumsi Makan

Pastikan kucing tidak mengalami kelebihan berat badan, setiap seminggu satu kali perlu dicari tahu dengan cara merasakan tulang rusuknya dan memerhatikan lingkar pinggang. Jika kesulitan merasakan setiap tulang rusuk, kemungkinan kucing mengalami kelebihan berat badan.

2. Sediakan Minum di Kandang

Selain makan, kucing bengal juga butuh minum untuk itu Anda dapat memberi minum dengan menuangkannya pada mangkuk atau pada saluran air yang mengalir. Kucing bengal memiliki ketertarikan pada air, kucing ini senang bermain air.

Maka, tidak ada salahnya jika Anda dapat membuat air minum kucing ini langsung dari sumber air terdekat atau dari kamar mandi. Jika bertemu dengan air, kucing ini akan duduk disamping aliran air tersebut, lalu memukuli dengan kakinya selama berjam-jam.

3. Beri Tempat Buang Air

Kemudian, Anda juga perlu memberi tempat untuk buang air yang memiliki atap atau penutup. Pada tempat buang air ini dapat memberi privasi bagi kucing bengal Anda. selain itu pastikan tempat buang air ini memilik dinding-dinding yang tinggi.

Hal itu dikarenakan kucing bengal ini dapat melompat dengan ketinggian tiga kali dari tinggi tubuhnya, sehingga dinding tinggi pada tempat buang air kucing ini disediakan untuk mengantisipasi kucing melompat dari tempat buang air.

4. Beri Perhatian Lebih

Meski demikian, sama seperti pada jenis kucing lainnya, jika Anda mulai menyisir bulu kucing ini sejak usianya masih kecil ia akan berkembang menjadi kucing yang suka mendapat perhatian, terutama secara fisik. Apabila Anda ingin menyisir bulunya, gunakan sarung tangan dengan karet khusus.

Cara Merawat Anak Kucing Bengal

Kucing Bengal

Perlu perhatian khusus dalam merawat anak kucing bengal, yang paling terpenting adalah penanganan kesehatan.  Anak kucing bengal perlu membutuhkan vaksinasi, penanganan cacing, penetralan dan pemasangan mikrocip, meski di Indonesia pemasangan mikrocip sangat jarang dilakukan.

1. Beri Vaksinasi

Vaksinasi diberikan sejak anak kucing bengal berusia 6 minggu, hal ini diperlukan untuk memberi perlindungan sementara. Kemudian suntikan vaksin pada tahap awal in diberikan hingga usianya mencapai 14 minggu. Vaksin yang diberikan dokter biasanya vaksin distemper dan rabies.

Namun, tidak semua vaksin dapat diterima oleh para pembudidaya kucing bengal, salah satunya vaksin leukimia dan chlamydia yaitu penyakit menular seksual pada kucing. Tidak jelas apa alasan penolakan vaksin tersebut pada anak kucing bengal, meskipun hingga kini belum ada bukti bahwa kucing bengal memiliki sensitifitas terhadap vaksin leukimia.

2. Netralkan Kucing

Meski terdengar aneh, anak kucing bengal juga perlu dinetralkan. Penetralan ini biasanya dilakukan pada anak kucing bengal yang berusia 12 minggu, hal ini digunakan agar anak-anak ini tidak dijadikan sebagai indukan dengan kucing lain.

3. Vaksin Cacing

Anak kucing bengal juga perlu penanganan cacing, hal ini harus dilakukan ketika usia kucing menginjak 4 sampai 12 bulan. Penanganan dapat dilakukan dengan memberi produk oral seperti Panacur. Dan produk berkualitas lain seperti Stronghold atau Revolution.

Beberapa obat ini memiliki efek yang bertahan selama satu bulan, sehingga produk ini perlu diberikan setiap bulan sejak anak kucing bengal Anda berusia 6 minggu. Selain itu, kucing ini bisa terjangki masalah yang serius seperti radang selaput rongga perut dan dada.

Biasanya penyakit ini dapat menjangkit anak kucing jika Anda memelihara lebih dari lima ekor kucing. Kemudian juga bisa dipicu karena tempat buang air yang digunakan secara bersama oleh para anak kucing ini, hal tersebut dapat memicu perkembangbiakan virus Corona.

Cara Mengawinkan Kucing Bengal

Kucing Bengal

Mungkin terdapat sedikit perbedaan mengenai cara mengawinkan kucing bengal, kucing bengal memang memiliki nenek moyang kucing liar, akan tetapi kini proses perkawinan kucing bengal dapat dibantu oleh manusia sebagai pemelihara.

Akan tetapi, bagi kucing bengal yang sudah menjadi kucing rumahan terdapat hal yang perlu Anda ketahui, yakni mengenai kecocokan antar kucing. Apabila pejantan dan betina sudah saling cocok, maka proses perkawinan akan berjalan dengan mudah, berikut beberapa prosesnya.

1. Periksakan Kucing

Sebelum mengawinkan kucing, lakukan pemeriksaan pada kucing betina, lakukan vaksinasi agar anak yang dilahirkan mendapat asupan nutrisi yang mencukupi dari induk yang bebas penyakit. Anda tentu berharap anak kucing yang dilahirkan berperawakan gemuk, berbulu tebal hingga sehat bebas dari bakteri serta virus.

2. Kenali Masa Birahi

Kemudian kenali masa birahi, ciri khas si betina yang tengah birahi adalah memproduksi suara berat dan keras, perilakunya juga semakin galak disertai porsi makan yang dikonsumsi berkurang. Awas, hindari mengawinkan kucing bengal ketika usianya masih dibawah satu tahun.

Masa birahi kucing betina akan berlangsung selama tujuh hingga sepuluh hari, siklusnya akan berulang setelah satu hingga tiga bulan. Yang paling penting dan wajib dilakukan adalah periksakan kembali kucing betina yang akan menjadi indukan.

3. Periksakan Kembali

Pemeriksaan ini fokus pada pencegahan pyometra yaitu salah satu jenis infeksi uterus yang disebabkan karena perubahan hormonal dan struktur pada dinding rahim kucing. Hal ini dapat disebabkan karena hormon progesteron yang menghasilkan lendir sehingga menutup leher rahim si kucing.

4. Proses Perkawinan

Jika persiapan sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah proses perkawinan. Pertemukan kucing jantan dan betina di suatu ruanngan dengan beberapa kamar, agar mereka dapat leluasa berkenalan dan beristirahat. Jika perkenalan berjalan dengan baik, maka proses kawin akan berlangsung lebih dari sekali dalam sehari.

Naluri dan insting kucing memang tidak dapat dihilangkan untuk hal reproduksi karena setiap kucing dari lahir sudah mempunyai hal yang kuat untuk melakukan hubungan intim antara jantan dan betina. Satu lagi yang tak kalah penting yakni masa pubertas kucing, si jantan biasnaya pada umur 10 atau 12 bulan sementara betina lebih cepat yakni pada umur 6 bulan.

Pakan Terbaik untuk Kucing Bengal

Kucing Bengal

Jika Anda memiliki kucing bengal tentu Anda akan merawatnya dengan sangat baik, salah satunya dalam memberi makanan. Kucing bengal perlu makanan yang bergizi dan sehat, meskipun pada umumnya kucing ini juga menyukai makanan yang dijual di petshop seperti kucing lainnya.

Namun, Anda juga perlu memberi makanan lain pada kucing bengal karena kucing jenis ini memiliki keturunan dari kucing liar. Makanan kucing bengal yang bagus tentu makanan yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari kucing itu sendiri, hal ini berdasar pada perawakan kucing yang besar.

Hal tersebut membuat kemungkinan adanya pemberian makanan yang berbeda untuk kucing bengal, makanan ini juga memiliki peranan yang aktif dalam masa pertumbuhan kucing agar perkembangannya dapat maksimal dan tumbuh sesuai keinginan pemilik.

Macam – macam Makanan Terbaik

Kucing Bengal

Memilih makanan yang cocok untuk kucing bengal tidaklah cukup, perlu adanya kecerdasan bagi para pemilik, kebanyakan makanan kucing yang disediakan di petshop adalah makanan untuk kucing yang memiliki bulu panjang.

1. Ayam

Para pemilik kucing bengal biasanya memiliki resep makanan sendiri untuk kucing peliharaan mereka. Salah satu yang patut digunakan adalah ayam. Ayam untuk makanan kucing ini dapat dikukus dan dilembutkan dahulu lalu diberikan pada kucing bengal.

Untuk harga ayam yang dirasa cukup mahal, tenang, Anda dapat mengakalinya dengan membeli kepala dan cakar ayam. Hal ini dikarenakan harga kepala dan cakar ayam terbilang murah dan tidak membuat kantong Anda kosong, selain itu gizi yang diberikan juga sama.

2. Ikan

Kemudian, ikan laut juga dapat dijadikan sebagai makanan bagus untuk konsumsi kucing bengal. Cara pemberiannya pun juga sama seperti ayam, ikan laut dapat dijadikan sebagai makanan selingan karena konsumsi makanan berat bagi kucing juga tidak baik.

3. Variasi Buah dan Sayuran

Meski demikian perlu diketahui bahwa sejatinya kucing bengal merupakan hewan yang berasal dari alam liar, sederhananya kucing adalah hewan karnivora, tentu makanannya adalah daging dan bukan sayuran. Sementara itu, makanan yang disediakan di toko presentase tinggi dari biji-bijian, buah, sayuran, pengawet, rasa dan perwarna buatan.

Perawatan Kandang Kucing Bengal

Kucing Bengal

Sama seperti kucing jenis lainnya, kucing bengal juga memerlukan rumah atau kandang. Tidak ada yang berbeda dari kandang ini, rumah untuk kucing bengal milik Anda sama seperti untuk kucing jenis lainnya. Berikan kandang yang terbaik, yakni kandang yang terbuat dari plastik yang tidak bolong.

1. Perhatikan Kenyamanan Kandang

Jangan sampai ada celah lubang besar pada kandang agar kucing tidak dapat keluar atau malah kaki kucing tersangkut ke dalam lubang tersebut. Jangan lupa soal kebersihan, setidaknya sekali dalam seminggu kandang iini harus dibersihkan.

2. Beri Tempat Buang Air

Sediakan kotak buang air yang memiliki atap atau penutup, hal ini akan memberi privasi bagi kucing bengal Anda. Pastikan kandang ini memiliki dinding yang tinggi karena kucing bengal memiliki keahlian dalam melompat, ia setidaknya dapat melompa 3x dari tinggi tubuhnya.

Dinding yang tinggi berguna agar urine kucing bengal tidak terciprat keluar kotak, sangat memungkinkan bagi kucing ini untuk buang air disepanjang dinding kotak sehingga terdapat kemungkinan juga urinenya akan terciprat keluar kandang dan mengotori daerah sekitar.

3. Ajari Buang Air di Kloset

Sebenarnya Anda juga dapat mengajari kucing bengal peliharaan untuk buang air di kloset. Anda dapat mencari informasi mengenai program latihan seperti itu, untuk rekomendasi latihan dapat dilakukan ketika kucing masih kecil.

4. Perhatikan Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang juga berdampak secara langsung bagi kesehatan yang kucing bengal Anda. Jika bisa, jangan sampai menempatkan beberapa ekor kucing di dalam satu kandang, misalnya lima ekor ke dalam satu kandang. Hal ini dapat memicu penyakit dari bakteri yang menyebarkan virus.

Sejarah/Asal Usul Kucing Bengal

Kucing Bengal

Kucing bengal mulai diperkenalkan sebagai jenis ras baru kucing pada tahun 1963, hal ini dikarenakan seorang pengembangbiak bernama Jean Mill dari Covina, California membeli kucing jenis leopard betina dari toko binatang.

Kala itu, kucing jenis leopard masih dapat dibeli di toko binatang atau pet store yang berada di Amerika Serikat. Hal itu mungkin sudah sangat susah untuk dilakukan pada saat ini, karena jumlah kucing jenis leopard hampir punah.

1. Awal Mula

Mill Jean berpikir bahwa kucing miliknya tampak kesepian, sehingga membuatnya berpikir untuk membeli kucing jantan untuk menemani kucingnya tersebut. Ia juga tidak berharap adanya perkawinan antarkedua kucing tersebut.

Namun yang terjadi sangat mengejutkan, pada tahun 1965 kucing leopard milinya hamil dan melahirkan. Dari beberapa kucing yang lahir, terdapat satu yang bertahan berjenis kelamin betina dan diberi nama kin-kin.

Atas kelahiran kucingnya itu, Mill Jean kemudian menghubungi Cornell University of Veterinary Medicine dari Ithaca, New York. Ia meminta bantuan mengenai bagaimana cara mengurus kucing hybrid miliknya itu.

Kucing yang lahir itu memiliki penampilan dan tingkah laku yang tidak jauh dari induknya yakni kucing leopard, yakni memiliki sifat tempramen seperti kucing hutan dan satunya yang berkelamin jantan memiliki penampilan lebih manis.

2. Sempat Terhenti

Pada 1965 suami Mill Jean meninggal dunia, hal ini memaksanya menunda prorgam pembiakkan, sebelum akhirnya ia menikah lagi dan melanjutkan program yang digagasnya, ia punn meminta bantuan dari seorang dokter bernama Dr. Willard Centerwal dari University of California.

3. Kembali Dilanjutkan

Centerwall tertarik karena ia ahli dalam bidang ini dan tengah mempelajari mengenai kucing hutan karena kemampuannya yang tahan terhadap virus leukimia yang sering menyerang kucing. Karena kucing milik Mill betina, Centerwall memerlukan jantan domestik yang lebih kuat dominannya.

Mill kemudian menemukan kucing jantan domestik dengan corak totol berwarna cokelat dan corak totol berwarna cokelat kehitaman serta sebagian memiliki warna merah. Ia menemukannya di kebun binatang di New Delhi di sebuah kandang badak.

4. Kucing Bengal Pertama

Setelah berbagai proses perkawinan silang yang dilakukan, akhirnya kucing dengan ras baru lahir yakni kucing bengal. Meski demikian, baru pada 1991 kucing bengal dijadikan jenis ras kucing baru oleh The International Cat Association (TICA).

Kucing bengal memiliki penampilan sangat mirip dengan kucing hutan yang memiliki sifat galak dan dapat dikatakan sangar. Meski demikian banyak breeder atau pengembangbiak menyebut kucing ini cukup bersahbat dengan manusia seperti kucing rumahan pada umumnya.

Kucing bengal merupakan kucing yang sangat aktif, suka bermain dan berkumpul dengan sejenisnya dan memiliki rasa penarasan tinggi. Kucing ini juga tidak cocok dengan jenis kucing pendiam, yang sukanya tidur dan makan.

Selain aktif dan memiliki energi yang sangat tinggi, kucing ini memiliki intelegensi kuat yang menjadikan hal itu sebagai karakteristik utama. Bagi Anda yang tertarik memelihara, kucing ini sangat mudah untuk dilatih seperti tetap tenang ketika diikat lehernya dan diajak untuk berjalan-jalan keluar rumah.

Keistimewaan Kucing Bengal

Kucing Bengal

Salah satu yang sangat membedakan kucing bengal dengan kucing lain adalah kucing ini sangat menyukai air. Menurut laporan yang beredar, hal ini disebabkan karena nenek moyang kucing ini merupakan kucing hutan yang sering bersembunyi dan berenang di air.

Kucing bengal memiliki tubuh yang cukup panjang dan kuat, ukurannya berkisar dari medium sampai besar tapi tidak sebesar kucing domestik yang paling besar. Tulangnya sangat kuat, kokoh dan tegap, badannya juga berotot khususnya pada kucing jantan.

Kepala kucing bengal memiliki ukuran lebih kecil dari ukuran badannya, Meski terlihat kecil tetapi proporsional dengan badan yang dimilikki. Hal iniah yang membuatnya kuat dalam berlari dan melompat.

Kucing bengal juga memiliki kuku berukuran besar, ekornya tebal dan cukiup panjang. Meski demikian, telinganya berukuran kecil tetapi cukup untuk berkomunikasi dengan baik dengan para pemilik.

Harga Kucing Bengal di Pasaran

Kucing Bengal

Setelah tadi mengenal seluk beluk kucing bengal dari sejarah terlahirnya hingga cara merawat hingga mengawinkannya, kucing bengal juga memiliki nilai dan harga yang tinggi di pasaran. Tetapi, jangan salah sangka dulu.

Akan tetapi kucing jenis ini lebih suka bermain di dalam rumah ketimbang di luar. Sangat cocok dijadikan sebagai hewan peliharaan, tertarik untuk memelihara? yang perlu Anda perhatikan adalah harga dari kucing tersebut di pasaran.

Meski demikian, banyak orang Indonesia yang memiliki minat sangat tinggi memelihara kucing jenis ini. Harga di pasaran pun beragam, tergantung dari usia dan beberapa kategori serta umur kucing tersebut berikut beberapa diantaranya.

Perlu rasa tertarik yang tinggi dan minat yang sangat kuat untuk memelihara kucing bengal mengingat harga yang ditawarkan juga tinggi. Kucing ini sangat perlu perhatian yang  khusus, jika tidak maka akan sangat membahayakan bagi kesehatan dan kelangsungan hidup si kucing.

Masalah Kesehatan Kucing Bengal

Kucing Bengal

Meski tergolong kucing yang tidak mudah sakit, baik kucing hasil persilangan maupun kucing biasa tetap dapat terserang masalah kesehatan. Kucing bengal mungkin memang salah satu kucing yang istimewa, tetapi penyakit keturunan setiap saat dapat mengancam nyawanya.

Beberapa penyakit berikut ini menjadi masalah serius yang harus dihadapi oleh para pemilik kucing bengal agar peliharaan mereka tidak sampai terjangkit penyakit keturunan. Berikut beberapa penyakit keturunan kucing bengal yang wajib diwaspadai oleh para pemilik.

1. Neuropati Distal

Penyakit keturunan ini menyerang sistem saraf kucing, sehingga dapat menyebabkan kucing lemah. Penyakit ini dapat menyerang kucing yang sudah berusia 1 tahun, banyak kucing bengal sembuh sendiri dari penyakit ini meskipun beberapa diantaranya kambuh.

2. Syndrom Kucing Ekor-Dada

Penyakit ini dapat masuk dalam kategori ringan hingga berat, biasanya menjangkit anakan kucing bengal. Anak kucing yang bertahan hidup hingga dewasa biasnaya tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit tersebut hingga mereka memasuki fase dewasa.

3. Hyp Dysplasia

Penyakit keturunan ini sangat berbahaya bagi kucing bengal, pasalnya efek yang ditimbulkan penyakit hyp displasia adalah menyebabkan ketimpangan pada kucing. Hal ini dapat membuat gila kucing hingga menyebabkan kematian.

4. Kardiomiopati Hipertofik

Penyakit kucing selanjutnya yaitu kardiomiopati hipertofik. Sama seperti hyp dysplasia, penyakit ini juga sangat mematikan karena menyerang organ dalam si kucing. Kardiomiopati Hipertrofik adalah suatu kelainan jantung yang diwariskan oleh indukan.

5. Patella Luxation

Masalah kesehatan kucing menjadi suatu hal yang wajib diketahui oleh pemelihara kucing karena beberapa penyakit dapat menular ke hewan lain. Kucing juga akan terganggu kenyamannya. Tentunya anda tidak mau kucing terkena suatu penyakit terlebih lagi penyakit satu ini, patella luxation.

Patella Luxation merupakan dislokasi pada tempurung lutut, juga merupakan penyakit turunan dari induk. Penyakit ini dapat dalam kategori sedang hingga berat, jika sangat parah maka jalan yang harus dipilih adalah operasi.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Kucing Bengal

Exit mobile version