Cara Mudah Belajar Bahasa Jawa untuk Kamu yang Masih Pemula !

Belajar Bahasa Jawa – Selain bahasa sunda, bahasa terbesar di Indonesia yang paling sering digunakan adalah bahasa Jawa. Bahasa Jawa ini merupakan bahasa daerah terbesar pertama yang ada di Indonesia, yang tentu harus kita lestarikan juga. Ada banyak jenis bahasa jawa yang bisa anda pelajari, tahukah anda bahwa orang barat sana juga banyak yang mempelajari bahasa jawa karena merasa tertarik.

Bahasa ini digunakan oleh sebagian besar masyarakat di Jawa Timur dan Tengah, sebagian daerah pesisir Karawang, Cirebon, Indramayu, Banten, Cilacap juga menggunakan bahasa jawa. Bahasa jawa akan menjadi bahasa yang penting jika anda harus tinggal di daerah yang mayoritasnya berbahasa jawa.

Dengan sedikit mengenal bahasa tersebut, maka sosialisasi dengan lingkungan dapat dilakukan dengan mudah. Atau setidaknya anda mengerti bahasa jawa ketika ada orang yang bercakap-cakap dalam bahasa jawa. Jenis bahasa jawa yang sering digunakan misalnya bahasa jawa ngoko dan bahasa jawa krama.

Berikut ini penjelasan lengkap seputar belajar bahasa jawa. Mulai dari Belajar bahasa jawa halus, belajar bahasa jawa kromo, belajar bahasa jawa ngoko, belajar bahasa jawa, kosakata bahasa jawa, angka dalam bahasa jawa, kalimat tanya dalam bahasa jawa, dll.

Belajar Bahasa Jawa Dan Artinya

Belajar Bahasa Jawa Dan Artinya
Belajar Bahasa Jawa Dan Artinya

Berikut ini ada kosakata yang terdiri dari bahasa jawa yang bisa anda gunakan untuk percakapan sehari-hari. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

Bahasa Jawa Ngoko/Krama

Bahasa Jawa Ngoko/Krama
Bahasa Jawa Ngoko/Krama
  1. Kulo/Dalem : Saya
  2. Kowe/Panjengengan : Kamu
  3. Awekedhewe/Kito : Kami
  4. Deweke/Piyambakipun : Dia
  5. Iki/Meniko : Ini
  6. Kui/Niku : Itu
  7. Opo/Menopo : Apa
  8. Ngendi/Wonten Pundhi : Di mana
  9. Singendi/Ingkangpundhi : Yang mana
  10. Sopo/Sinten : Siapa
  11. Ngopo/Kadosmenopo : Mengapa
  12. Piye/Kadospundhi : Bagaimana
  13. Yoh/Inggih atau injih : Iya
  14. Ora/Mboten : Tidak
  15. Menowo/Menawi : Barangkali
  16. Siji/Setunggal : Satu
  17. Uwong/Tiyang atau Piyantun : Orang
  18. Lanang/Kakong : Anak laki-laki
  19. Wedhok atau wadon/Estri : Anak perempuan
  20. Rama/Romo : Ayah
  21. Lare atau putera/Putro : Anak
  22. Jeneng atau Asma/Asmo : Nama
  23. Duwit/Artho : Uang
  24. (Kamar) Mburi/(Kamar) Wingking : Kamar kecil
  25. Banyu/Toya : Air
  26. Dalan/Mergi : Jalan
  27. Kiro-kiro/Kinten-kinten : Kira-kira
  28. Kabeh/Sedanten atau sedaya : Semua
  29. Luwih/Langkung : Lebih
  30. Banget/Sanget : Sangat atau sekali
  31. Seko/Saking : Dari
  32. Saiki/Sakmeniko : Sekarang
  33. Anyar/Enggal : Baru
  34. Tuwo/Sepuh : Tua
  35. Dowo/Panjang : Panjang
  36. Cendek/Cendak : Pendek
  37. Merah/Mirah : Murah
  38. Larang/Awis : Mahal
  39. Benther/Benther : Panas
  40. Adem/Asrep : Dingin
  41. Wingi/Kolowingi : Kemarin
  42. Sesuk/Mbenjang : Besok
  43. Nduwur/Nginggil : Atas
  44. Ngisor/Ngandap : Bawah
  45. Ngelih/Luwe : Lapar
  46. Seneng/Rahayu : Bahagia
  47. Lara/Gerah : Sakit
  48. Ngapunten/Ngapura atau ngapuro : Maaf
  49. Esuk/Enjing-Injing : Pagi
  50. Awan/Siang : Siang
  51. Bengi/Dalu : Malam
  52. Piyekabare/Pripun atau kadospundhi : Apa kabar
  53. Piro/Pinten : Berapa
  54. Monggo/Monggopunatri : Silahkan
  55. Muwun/Maturnuwun : Terima Kasih

Bahasa Jawa Halus

Bahasa Jawa Halus
Bahasa Jawa Halus

Bahasa jawa halus adalah merupakan jenis bahasa jawa, yang digunakan untuk meninggikan derajat lawan bicara dan untuk merendahkan diri atau bersikap rendah hati.

Berikut ini beberapa kosakata bahasa jawa halus yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Sugeng tindak : Selamat jalan
  2. Dereng : Belum
  3. Amargi : Karena
  4. Amargi : Tetapi
  5. Wontenmriki : Di sini
  6. Sae : Baik
  7. Kirangsae : Jelek
  8. Leres : Betul
  9. Endah : Cantik atau indah
  10. Ageng : Besar
  11. Alit : Kecil
  12. Kathah : Banyak
  13. Sakedhik : Sedikit
  14. Sami : Sama
  15. Saget : Bisa
  16. Kagungan : Punya
  17. Wonten : Ada
  18. Kersa : Mau
  19. Ampun : Jangan
  20. Tindhak : Pergi
  21. Rawuh : Datang
  22. Ngendika/Ngendiko : Bicara
  23. Dawuh : Bilang
  24. Mrisani : Lihat
  25. Ngertos : Mengerti
  26. Dahar atau nedo : Makan
  27. Ngunjuk : Minum
  28. Miereng : Dengar
  29. Paringi : Kasih
  30. Remen : Suka
  31. Tresna atau tresno : Cinta
  32. Penggalih : Pikir
  33. Nadamel atau damel : Membuat
  34. Lenggah atau pinarak : Duduk
  35. Tumbas : Beli
  36. Kendhel : Berhenti
  37. Tebeh : Jauh
  38. Cerak : Dekat
  39. Tengen : Kanan
  40. Kiwo : Kiri

Sama halnya dengan bahasa sunda, bahasa Jawa juga memiliki beberapa daerah yang memiliki bahasa jawa halus dan bahasa jawa kasar. Untuk daerah yang masih menggunakan bahasa jawa halus yaitu Semarang, Solo, dan Yogya. Sedangkan bahasa jawa kasar biasanya digunakan oleh daerah perbatasan misalnya antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Daerah sekitar pantai selatan dan pantai utara misalnya, biasanya mereka menggunakan bahasa jawa kasar. Lain lagi dengan daerah atau wilayah Jawa Timur, yang di mana dialek atau cara bicaranya terdengar lantang dan tegas. Kemungkinan karena terpengaruh oleh bahasa Madura.

Kumpulan Caption Instagram Lucu, Bijak, Keren, dan Romantis !

Bahasa Jawa Krama

Bahasa Jawa Krama
Bahasa Jawa Krama

Bahasa jawa krama atau kromo inggil juga merupakan bahasa jawa halus, sayangnya bahasa jawa ini bisa saja punah karena anak muda zaman sekarang lebih senang menggunakan bahasa asing daripada bahasa daerah. Atau mereka lebih senang menggunakan bahasa gaul dibanding bahasa jawa krama ini.

Berikut ini ada beberapa perbendaharaan bahasa jawa krama yang bisa anda pelajari dan lestarikan. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Abang : Merah
  2. Abot : Berat
  3. Adi : Adik
  4. Adoh : Jauh
  5. Adol : Jual
  6. Adus : Mandi
  7. Agomo : Agama
  8. Ai : Kalau
  9. Aja : Jangan
  10. Akeh : Banyak
  11. Ala : Buruk atau marah
  12. Alas : Hutan
  13. Amba : Lebar
  14. Ambu : Bau
  15. Ana : Ada
  16. Bae : Saja
  17. Bagen : Biar
  18. Bak : Kalau
  19. Balik : Pulang
  20. Bari : Dengan
  21. Batur : Teman
  22. Begono : Begitu
  23. Beli : Tidak
  24. Beli kelingan : Lupa
  25. Bengen : Dahulu
  26. Bolah : Benang
  27. Bosok : Busuk
  28. Buru : Cepat
  29. Ciut : Sempat
  30. Dadi : Jadi
  31. Dalan : Jalan
  32. Damar : Lampu
  33. Danyang : Menawar
  34. Dekene : Punya
  35. Derep : Panen

Penyebutan Angka Bahasa Jawa

Penyebutan Angka Bahasa Jawa
Penyebutan Angka Bahasa Jawa

Angka dalam bahasa jawa ini termasuk unik, karena ada misteri arti yang terkandung di dalam cara menyebutkannya. Karena cara penyebutannya berhubungan dengan usia seseorang. Angka 2 puluhan dalam bahasa Indonesia, biasanya disebutkan dengan dua puluh satu, dua puluh dua, dan lain sebagainya. Sedangkan pengucapan dalam bahasa jawa berbeda.

Misalnya salikur, rolikur untuk penyebutan angka dua puluh satu, dua puluh dua dan lain sebagainya. Menurut cerita yang ada likur merupakan arti dari lingguh kursi, yang di mana angka 20 pada usia seseorang melambangkan kepribadian, pekerjaan, profesi dan lain sebagainya. Itulah sebabnya pengucapannya berbeda dengan penyebutan angka yang biasanya.

Namun untuk angka 25 tidak disebut dengan limanglikur, masyarakat Jawa lebih sering menyebut angka 25 dengan selawe. Arti dari selawe ini adalah seneng-seneng lanang lan wedok, yang di mana usia 25 pada seorang manusia artinya sudah pas untuk menikah dan merupakan usia yang ideal untuk menikah.

Lain halnya dengan bilangan puluhan misalnya 10 yang disebut dengan sepuluh, rongpuluh, telongpuluh, patangpuluh. Tetapi di angka 50 tidak disebut dengan limang puluh, tetapi lebih sering disebut dengan seket atau seneng kethonan. Artinya di umur 50 kebanyakan orang senang menggunakan peci, yang artinya usia yang tepat untuk lebih memikirkan dan melakukan ibadah.

Satu bilangan aneh lainnya yang disebutkan dalam bahasa Jawa adalah nomor 60. Masyarakat jawa lebih sering menyebutnya sewidak, yang artinya yaitu sejatine wis wayahe tindak. Artinya yaitu sesungguhnya manusia di usia 60 sudah waktunya memikirkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Angka 1-10 Dalam Bahasa Jawa, yaitu :

Angka 1-10 dalam bahasa Jawa, yaitu :
Angka 1-10 dalam bahasa Jawa, yaitu :
  • Siji/Setunggal : Satu
  • Loro/Kalih : Dua
  • Telu/Tiga : Tiga
  • Papat/Sekawan : Empat
  • Limo/Gangsal : Lima
  • Enem/Enem : Enam
  • Pitu/Pitu : Tujuh
  • Wolu/Wolu : Delapan
  • Sanga/Sanga : Sembilan
  • Sepuluh/Sedasa : Sepuluh

Kalimat Tanya Dalam Bahasa Jawa

Kalimat Tanya Dalam Bahasa Jawa
Kalimat Tanya Dalam Bahasa Jawa

Bukan hanya kosakatanya saja yang harus anda pelajari dalam belajar bahasa Jawa ini. tetapi anda juga harus mengetahui bagaimana kalimat tanya yang ada di dalam bahasa jawa. Kalimat tanya dalam bahasa jawa disebut dengan Ukara Pitakon. Berikut ini beberapa penggunaan kata tanya dalam bahasa jawa :

  • Apa/Menapa : Apa
  • Sapa/Sinten : Siapa
  • Ing ngendi/Wonten pundhi : Di mana
  • Kpriye/Kepripun atau kadspundhi : Bagaimana
  • Geneya/Yagene atau kena apa atau kenging mengapa : Mengapa

Contoh Penggunaan Kalimat Tanya :

Contoh penggunaan kalimat tanya :
Contoh penggunaan kalimat tanya :
  1. Apa sing kokgawa kuwi? : Apa yang kaubawa itu.
  2. Sapa sing teka kae? : Siapa yang datang itu.
  3. Sapa jenengmu? : Siapa namamu.
  4. Endi sing arep kokgawa? : Mana yang engkau bawa.
  5. Ana ngendi kowe tuku buku iki? : Di mana engkau membeli buku ini.
  6. Kowe lunga menyang endi? : Engkau pergi ke mana.
  7. Dheweke asli saka endi? : Dia berasal dari mana.
  8. Jajan ini digawe saka apa? : Kue ini terbuat dari apa.
  9. Saka sapa kowe oleh buku iki? : Dari siapa engkau mendapat buku ini.
  10. Nganggo apa kowe mbukak lawang iki? : Dengan apa kamu membuka pintu ini.

Kata Kata Lucu Bahasa Jawa

Kata Kata Lucu Bahasa Jawa
Kata Kata Lucu Bahasa Jawa

Agar kegiatan berkumpul dengan teman-teman anda semakin terasa menyenangkan, maka anda bisa menggunakan kata atau kalimat lucu dalam bahasa jawa yang membuat suasana semakin hangat. Apalagi untuk orang jawa asli, becanda dengan menggunakan bahasa ibu akan lebih berasa dibanding dengan bahasa Indonesia.

  1. Akeh cewek suale ngisor dengkul jare lak gog ngono ora gaul, terae zaman iki zaman edan lak gak melu edan ora keluman : Banyak wanita yang menggunakan celana pendek katanya jika tidak seperti itu maka tidak gaul, memang sekarang zaman sudah gila kalau tidak ikut gila maka tidak akan kebagian.
  2. Janjimu tresnamu gede nyatane sak ini kok tinggalne : Janjimu cintamu sangat besar, tetapi sayangnya kamu sekarang meninggalkan aku.
  3. Cah saiki akeh sek podo edan, sekolah re gelem, ngaji ra gelem, kerjaanne lontang lantung lan wani ngelawan wong tuwo : Anak zaman sekarang banyak yang sudah gila, sekolah tidak mau, mengaji tidak mau, tapi kerjaannya Cuma ke sana ke sini tidak jelas dan berani melawan kepada orang tua.
  4. Janjimu mung lamis : Janjimu hanya sebatas di mulut saja.
  5. Ngomongmu empuk mung nyereti : Perkataanmu manis dan empuk tapi sayang bikin aku seret.
  6. Iso ngajari mung ra iso ngelakoni : Hanya bisan mengajarkan tetapi tidak bisa melakukannya sendiri.
  7. Wong wedok ki ra ger siji, nak wes kelangan ra sah mbok pikiri : Wanita di dunia ini tidak hanya satu, kalau kamu ditinggalkan tidak perlu dipikirkan lagi.
  8. Nak pelit ki ojo mremet : Kalau pelit itu jangan medit-medit.

Kata Kata Bijak Bahasa Jawa

Kata Kata Bijak Bahasa Jawa
Kata Kata Bijak Bahasa Jawa
  1. Sopo sing nandur yo kui sing bakal manen hasil : Siapa yang menanam itulah yang menuai hasilnya.
  2. Ojo dumeh, ojo nyeleneh, ojo gresulo, ojo suloyo, lan rasah neko-neko : Jangan bangga, jangan aneh-aneh, jangan mengeluh, jangan loyo, dan jangan macem-macem.
  3. Yen kue terus sambat karo opo sing kue ora ndue, iku bakalan gawe kue ora cukup karo urip iki sukuri wae opo sing ono : Jika kamu seringg mengeluh dengan apa yang tidak kamu miliki dalam hidup, itu akan membuat kamu tidak cukup dengan yang kamu punya dalam hidup. Jadi syukuri saja semua yang sudah kamu miliki.
  4. Ora kabih seneng karo apa sing dewek lakoni, ora papa sing penting dewek niate apik lan ngelakoni sing bener : Tidak semua orang senang dengan apa yang kita lakukan, tidak apa-apa yang penting niat kita baik dan menjalani sesuatu dengan benar.
  5. Sebejo-bejone wong kang lali, esek bejo wong kang eleng lan waspodo : Seberuntung-beruntungnya orang yang lupa, masih tetap beruntung orang yang ingat dan selalu waspada.

Contoh Dialog Bahasa Jawa Dan Artinya

Contoh Dialog Bahasa Jawa Dan Artinya
Contoh Dialog Bahasa Jawa Dan Artinya

Nina : Kowe lagi apa? ( Kamu lagi ngapain?)

Siti : Aku lagi nandur kembang ki, aku njaluk tulung gawakno pot kembang sing ning kana kae mrene. Isa ora? (Aku sedang menanam bunga nih, aku bisa minta tolong bawakan pot bunga yang di sana itu ke sini. Bisa tidak?

Nina : Ya. Iki pot kembange (Ini pot kembangnya.)

Siti : Matur nuwun ya. (Terima kasih ya.)

Nina : Padha-padha ya siti, kembang-kembang iki endah ya apa iki kabeh duwekmu siti? (Sama-sama Siti, bunga-bunga ini indah ya. Apa ini semua punyamu Siti?)

Siti : Iya, Ibuku munduthake kembang-kembang iki kabeh kanggo aku. (Iya Ibuku yang membelikan bunga-bunga ini semua untukku.

Nina : Tak ewange nyirami kembange ya? (Aku bantu menyirami bunganya ya.)

Siti : Wis ora usah Nina, wis ngerepotake awakmu. (Sudahlah tidak usah Nina, nanti merepotkan dirimu.)

Nina : Ora apa-apa kok, aku malah seneng loh. (Tidak apa-apa kok, aku malah senang ya.)

Siti : Ya wis kae ne njupuk banyu ning keran kidul kae ya. (Ya sudah kalau mau mengambil airnya di sebelah selatas sana ya.)

Nina : Iyo baiklah. (Iya baiklah.)

Kumpulan Caption Keren dan Kekinian untuk Instagram, Facebook, dan Whatsapp !

Istilah Jatuh dalam Bahasa Jawa

Istilah Jatuh dalam Bahasa Jawa
Istilah Jatuh dalam Bahasa Jawa

Arti kata jatuh dalam bahasa Indonesia hanya 1 yaitu jatuh, lain halnya dengan jatuh dalam bahasa jawa yang terdiri dari beberapa varian. Sama halnya dengan bahasa sunda yang memiliki arti kata jatuh yang bervariasi. Mari kita simak varian kata jatuh dalam bahasa jawa terdiri dari apa saja. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Kepeleset : artinya sama dengan terpeleset dalam bahasa Indonesia.
  2. Kegeblak : arti jatuh dari kata berikut merupakan lanjutan dari terpeleset, jika terpeleset tidak berarti jatuh seutuhnya maka arti kata kegeblak merupakan jatuh yang seutuhnya. Artinya tubuh benar-benar terjatuh dan menimbulkan suara seperti benda jatuh.
  3. Kegriul : artinya terpeleset yang disebabkan oleh karena menginjak benda kecil seperti kerikil.
  4. Kegelinding : berasal dari kata gelinding, misalnya saja jatuh dari tempat tidur.
  5. Keplengkang : jatuh yang terjadi karena merentangkan kaki selebar-lebarnya.
  6. Kejengkang : posisi jatuh ke belakang yang berakhir dengan posisi jongkok.
  7. Kesundul : mungkin arti kata ini bukan benar-benar jatuh, tetapi keadaan kepala yang berbenturan secara tidak sengaja. Baik dengan kepala lagi atau dengan benda lainnya.
  8. Kejedhug atau kedhodhos : tidak jatuh dalam arti sebenarnya tetapi hampir sama dengan kesundul, yaitu kondisi di mana kepala yang berbenturan dengan suatu benda tertentu.
  9. Kejebles : yang ini versi parah dari kata kata kejedhug, yang di mana kepala terbentur suatu benda dengan keras dan menimbulkan suara yang cukup keras. Tentu saja versi ini efeknya akan lebih membuat si korban menderita.

Di dalam bahasa jawa tidak hanya bahasa halusnya saja, tetapi masih banyak juga bahasa jawa lainnya misalnya bahasa jawa kasar. Namun bahasa jawa kasar ini biasanya digunakan oleh mereka yang berdomisili di daerah perbatasan. Walaupun banyak juga orang jawa lainnya, yang menggunakan bahasa jawa kasar dalam kehidupannya sehari-hari.

Keunikan dari Bahasa Jawa

Keunikan dari bahasa jawa ini adalah dialek dan logatnya yang berbeda, sehingga banyak orang dari luar negeri sana yang tertarik belajar bahasa jawa. Jenis bahasa jawa yang termasuk kasar adalah bahasa jawa ngoko yang dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Ngoko atau kasar lugu

Bahasa jawa yang satu ini memiliki bentuk unggahan yang ke semua kosakatanya memiliki bentuk ngoko dan netral.

2. Ngoko atau kasar alus

Lain halnya dengan ngoko kasar halus yang bukan hanya memiliki unggahan leksikon ngoko dan netral saja, tetapi juga terdiri dari leksikon karma inggil dan andhap. Pemakaiannya digunakan untuk menghormati lawan bicaranya, yaitu orang kedua dan orang ketiga.

Belajar bahasa jawa halus, belajar bahasa jawa kromo, belajar bahasa jawa ngoko, belajar bahasa jawa, kosakata bahasa jawa, angka dalam bahasa jawa, kalimat tanya dalam bahasa jawa, dll.

Bahasa Sunda Ternyata Tidak Sulit Lho, Yuk Belajar Disini !

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Belajar Bahasa Jawa

1 thought on “Cara Mudah Belajar Bahasa Jawa untuk Kamu yang Masih Pemula !”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: