Pembahasan Terlengkap Seputar Perubahan Sosial, Generasi Milenial Harus Tau !

Pengertian Perubahan Sosial – Manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia pastinya melakukan interaksi antar sesama dengan bahasa komunikasi yang bermacam-macam. Hal itu kemudian menjadi faktor adanya perubahan sosial yang terjadi pada suatu masyarakat.

Kebanyakan manusia yang hidup di dunia ini pastinya ingin adanya perubahan baik untuk dirinya sendiri maupun kelompok masyarakatnya. Hal itu lantas membuat manusia terus berpikir, bergerak, dan bertindak agar bisa berubah baik dari segi sosial, ekonomi, dan hingga politik. Khususnya di bidang sosial manusia cenderung mudah untuk berubah baik karena pengaruh luar maupun dalam.

Berikut ini penjelasan lengkap seputar perubahan sosial. Mulai dari Pengertian perubahan sosial secara umum, pengertian perubahan sosial menurut parah ahli, teori perubahan sosial, faktor pendorong perubahan sosial, faktor penghambat perubahan sosial, ciri ciri perubahan sosial, dampak perubahan sosial, bentuk perubahan sosial, dll.

Pengertian Perubahan Sosial Secara Umum

Pengertian Perubahan Sosial Secara Umum
Pengertian Perubahan Sosial Secara Umum

Secara umum perubahan sosial bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada masyarakat terkait dengan norma, nilai-nilai, dan berbagai pola kehidupan manusia. Pada dasarnya setiap manusia itu mengalami perubahan baik disengaja atau tidak baik dari luar maupun dalam diri manusia itu sendiri.

Perubahan antara satu manusia maupun suatu masyarakat itu berbeda-beda. Hal itu disebabkan setiap kelompok masyarakat ataupun individu mempunyai kemampuan dan pemikiran yang berbeda-beda pula.

Ada kalanya perubahan itu terjadi dengan cepat dan ada pula yang terjadi cukup lambat. Jadi, kita tidak bisa menyamakan kelompok masyarakat ataupun individu satu dengan yang lainnya.

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli
Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli

Sebenarnya ada banyak pengertian mengenai perubahan sosial. Banyak ahli yang mengemukakan mengenai pengertian perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Meskipun demikian, pengertian perubahan yang dikemukakan oleh beberapa ahli mempunyai hakekat yang sama.

Berikut adalah pengertian perubahan sosial menurut berbagai ahli:

1. Karl Marx

Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi karena perkembangan teknologi atau kekuatan produktif suatu masyarakat dan hubungan antara elas-kelas sosial yang berubah.

Mengingat bahwa Karl Marx ini merupakan pencetus teori kapitalisme, sehingga ia mengaitkan perubahan sosial dengan kelas-kelas sosial dan aktifitas perekonomian.

2. Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada berbagai lembaga masyarakat dalam suatu lingkungan termasuk dalam hal nilai sosial, sikap, dan pola perilaku antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Jadi, menurut Selo Soemardjan perubahan sosial itu cakupannya cukup luas dan menyeluruh.

3. Emile Dukheim

Perubahan sosial bisa terjadi sebagai hasil faktor-faktor ekologis dan demografis, yang dapat merubah kehidupan masyarakat dari kondisi yang tradisional yang masih sangat kental dengan nilai-nilai solidaritas mekanis ke dalam kondisi masyarakat modern yang kental dengan nilai solodaritas organik.

4. Gillin

Perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima sebab adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun melalui difusi atau pertemuan-pertemuan baru dalam masyarakat.

5. Mac Iver

Beliau mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

6. Raja

Beliau mengatakan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi pada lembaga masyarakat yang kemudian dapat mempengaruhi suatu sistem sosial.

7. Kingsley Davis

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi suatu masyarakat.

8. Samoel Koenig

Perubahan sosia merupakan modifikasi dari pola kehidupan masyarakat.

9. William F. Ogburn

Perubahan sosial sebagai kebudayaan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non-material yang menekankan adanya pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur non-material.

Teori Perubahan Sosial

Teori Perubahan Sosial
Teori Perubahan Sosial

Suatu perubahan sosial itu bisa terjadi karena adanya modifikasi dalam tatanan suatu masyarakat dalam kondisi tertentu. Suatu kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan sosial bisa dilihat berdasarkan teori-teori perubahan sosial yang ada. Berikut adalah beberapa teori tentang perubahan sosial:

1. Teori Evolusi

Teori evolusi ini sebenarnya masih berpijak pada teori Evolusi Darwin serta dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Dalam hal perubahan sosial teori evolusi ada dua pemikir yang berpengaruh yaitu Emile Dukheim dan Ferdinand Tonnies.

Menurut Emile Dukheim perubahan terjadi karena adanya evolusi yang mempengaruhi perorganisasian masyarakat khususnya dalam hal menjalin hubungan kerja.

Sementara itu menurut Ferdinand Tonnies berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi dari masyaraakat yang cenderung sederhana menjadi masyarakat yang lebih besar berdasarkan hubungan terspesialisasi dan impersonal.

Demikian, secara umum teori evolusi mengatakan bahwa perubahan sosial mempunyai arah yang tetap serta dialami oleh setiap masyarakat. Berdasarkan teori evolusi ini perubahan sosial terjadi secara perlahan dan bertahap dari awal hingga akhir, artinya melalui proses yang panjang.

2. Teori Fungsionalis

Tokoh teori Fungsional adalah William Ogburn, dimana ia mengatakan bahwa meskipun unsur-unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan tersebut terjadi tidak sama.

Teori fungsional menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi hanya mengambil unsur-unsur yang baik saja, yang bermanfaat dan menguntungan bagi kehidupan sosial suatu masyarakat.

Tidak semua unsur perubahan sosial memberi manfaat dan keuntungan bagi kehidupan masyarakat karena sebagian juga bahkan ada yang mengacaukan tatanan masyarakat.

3. Teori Konfilk

Teori konflik dipengaruhi oleh pemikiran Karl Marx dan Ralf Dahrendord. Menurut Karl Mrx konflik sosial menjadi faktor tejadinya perubahan sosial yang menjadi sumber yang paling penting. Sementara itu menurut Ralf Dahrendord setiap perubahan sosial yang terjadi merupakan hasil dari konflik kelas sosial di suatu masyarakat.

Demikian, perubahan sosial bisa berupa konflik. Konflik terjadi karena adanya pertentangan kelas antara kelas atas atau penguasa dengan kelas bawah atau kelompok tertindas yang kemudian dapat berpengaruh terhadap perubahan sosial.

4. Teori Siklis atau Siklus

Tokoh terpengaruh dalam teori siklis ini adalah Arnold Toynbee dan Oswald Spenger. Menurut Arnold Toynbee perubahan sosial yang terjadi di masyarakat baik yang baik maupun buruk dapat dijelaskan dengan konsep-konsep kemasyarakatan yang berhubungan antar satu dengan yang lainnya yaitu tantangan dan tanggapan.

Sementara itu menurut Oswald Spenger perubahan sosial terjadi seperti perkembangan masyarakat yang melalui empat tahap seperti halnya manusia yang melalui tahap anak-anak, remaja, dewasa, dan masa tua.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Faktor Pendorong Perubahan Sosial
Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Secara umum ada dua hal yang mempengaruhi perubahan sosial yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksterna merupakan faktor yang berasal dari luar kelompok masyarakat ataupun individu. Sementara itu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam kelompok masyarakat atau diri sendiri individu.

1. Faktor Eksternal

Diantara faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan sosial adalah peperangan. Suatu kelompok masyarakat atau daerah yang terjadi peperangan akan merubah tatanan sosial dalam lingkungan masyarakat tersebut. Peperangan yang terjadi akan banyak merusak fisik maupun nonfisik suatu masyarakat.

Selain itu juga ada bencana alam yang mempengaruhi perubahan sosial. Bencana alam secara langsung dapat merusak fisik lingkungan masyarakat bahkan nonfisik seperti mental masyarakat. Hal itu kemudian membuat suatu masyarakat menjadi trauma yang harus memperbaiki fisik dan tatanan sosial kembali.

Kebudayaan asing yang masuk ke dalam lingkungan suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap perubahan sosial. Secara sengaja maupun tidak dan disadari ataupun tidak masyarakat sering menyerap kebudayaan luar, terlebih lagi pada masyarakat yang terbuka.

Perkembangan teknologi yang begitu canggih serta informasi yang cepat juga membuat perubahan sosial yang terjadi di suatu masyarakat terjadi sangat cepat.

Hal itu disebabkan karena memang cenderung masyarakat kini selalu ingin update dan eksis di tengah perkembangan teknologi dan informasi. Jadi, hal itu tidak bisa dipungkiri lagi oleh masyarakat sekarang.

2. Faktor Internal

Ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi perubahan sosial di suatu masyarakat diantaranya adalah sistem pendidikan yang maju. Pendidikan yang maju dan semakin berkualitas membuat semakin banyak penduduk yang terjamin kualitas hidupnya. Mereka bisa memperbaiki taraf hidup setelah menempuh pendidikan yang cukup tinggi.

Sikap toleransi dapat mendorong terjadinya perubahan sosial karena seorang yang mempunyai sikap tersebut cenderung terbuka dan saling menghargai. Toleran terhadap kebudayaan luar membuat masyarakat lebih mudah menerimanya sehingga bisa mempengaruhi lingkungan sosial masyarakat.

Orientasi hidup ke masa depan menjadi pedorong terjadinya perubahan sosial. Kelompok masyarakat ataupun individu pastinya mempunyai orientasi hidup yang baik. Oleh sebab itu mereka berusaha dengan keras baik melalui pendidikan maupun ekonomi agar tercapai orientasi tersebut.

Kondisi masyarakat yang majemuk membuat suatu kelompok mayarakat mudah mengalami perubahan sosial. Keragaman masyarakat tersebut saling bersentuhan sehingga akan menghasilkan suatu tatanan baru dari hasil percampuran kebudayaan masyarakat yang majemuk.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Faktor Penghambat Perubahan Sosial
Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Di dunia ini masih ada beberapa masyarakat yang sulit mengalami perubahan sosial karena beberapa hal. Diantara faktor penghambat terjadinya perubahan sosial adalah adat istiadat atau kebiasaan yang kental.

Suatu mayarakat yang masih memegang teguh adat istiadat yang berlaku cenderung sulit mengalami perubahan sosial. Kemudian ditambah lagi dengan prasangka buruk terhadap kebudayaan luar. Jadi, mereka lebih menolak kebudayaan luar yang berusaha masuk di lingkungan masyarakat.

Begitu pula dengan masyarakat yang masih tradisional sangat sulit untuk berubah. Mengingat mereka cukup jauh dengan perkembangan teknologi dan informasi. Kehidupan masyarakat tradisional sangat kental dengan kebiasaan lama dan tidak cukup banyak mengetahui tentang perkembangan dunia luar.

Sementara itu ideologi yang kuat di suatu masyarakat membuat perubahan sosial menjadi terhambat. Kelompok ataupun individu yang memegah teguh suatu ideologi cenderung berpikir sempit.

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Ciri-Ciri Perubahan Sosial
Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Suatu perubahan sosial itu bisa dikatakan sebagai perubahan sosial jika mempunyai beberapa ciri-ciri tertentu diantaranya adalah:

1. Berkelanjutan

Pada dasarnya perubahan sosial itu terus menerus terjadi dan berkembang. Setiap masyarakat selalu mengalami perubahan baik cepat maupun lambat.

2. Dilakukan secara disengaja

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dilakukan secara sengaja. Kesengajaan tersebut ada yang memang direncanakan maupun tidak. Seperti halnya seorang pencipta handphone awalnya bertujuan untuk mempermudah komunikasi.

Hasilnya kemudian menjadikan banyak orang melek teknologi dan komunikasi. Bahkan hal itu bisa mengakibatkan sosialisasi antar sesama secara langsung tidak terlaksana dengan baik.

3. Bersifat Imitatif

Setiap kelompok masyarakat yang hidup berdampingan mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Secara disengaja maupun tidak hal itu akan membuat sekelompok masyarakat akan meniru hal-hal yang menguntungkan dan bermanfaat bagi suatu kelompok. Contohnya seperti gaya desain rumah dan gaya berpakaian.

4. Sering Menimbulkan Kontroversi

Beberapa bentuk perubahan sosial menimbulkan kontroversi untuk sebagian orang. Seperti halnya adanya teknologi mesin yang membuat semua pekerjaan menjadi mudah dan murah bagi suatu perusahaan. Hal itu pastinya merugikan para pekerja atau buruh sehingga menimbulkan kontroversi dan aksi protes.

5. Disorganisasi Sementara

Perubahan sosial yang terjadi dengan cepat akan menimbulkan disorganisasi. Disorganisasi sendiri merupakan keadaan yang kacau disebabkan adaptasi dari beberapa unsur sosial yang berlaku di suatu masyarakat.

Kemudian disorganisasi tersebut biasanya diikuti dengan reorganisasi yang sedemikian rupa agar mencapai suatu tatanan masyarakat yang baik dan teratur.

6. Terjadi Dimana-Mana

Pada dasarnya perubahan sosial itu bisa terjadi dimana saja baik pada masyarakat tradisional maupun modern. Hanya saja yang membedakan adalah kecepatan terjadinya perubahan seperti halnya masyarakat modern cenderung lebih mudah dan cepat mengalami perubahan sosial.

Sebaliknya untuk masyarakat tradisional cenderung lambat karena mereka masih sangat memegang teguh adat istiadat serta hidupnya yang berada di daerah yang jauh dari keramaian.

Dampak Perubahan Sosial

Dampak Perubahan Sosial
Dampak Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi di suatu masyarakat mempunyai dampak tersendiri terhadap tatanan sosial di lingkungan masyarakat. Secara umum dampak terjadinya perubahan sosial ada dua yaitu dampak positif dan negatif.

1. Dampak Positif

Salah satu dampak positif yang akan dirasakan adalah peningkatan taraf pendidikan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Dampak Negatif

Secara singkat, dampak negatifnya bisa berupa perubahan adat istiadat pada satu suku/bangsa sehingga jati diri bangsa itu sendiri lambat laun akan menghilang.

Bentuk Perubahan Sosial

Bentuk Perubahan Sosial
Bentuk Perubahan Sosial

Ada banyak bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Hal itu disebabkan setiap masyarakat mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Begitu pula dengan status sosial yang ada di masyarakat juga berbeda. Berikut adalah bentuk-bentuk perubahan sosial:

1. Perubahan Struktural

Perubahan struktural merupakan perubahan sosial yang mendasar sehingga menimbulkan pengaruh yang besar di suatu masyarakat. Perubahan struktural ini biasanya terjadi dari tingkat atas hingga bawah karena sifatnya yang cukup kuat.

Seperti halnya perubahan sistem pemerintahan dari monarki ke demokrasi yang mengharuskan unsur-unsur pemerintahan berubah pula.

2. Perubahan Besar dan Kecil

Perubahan besar merupakan perubahan yang menyangkut banyak hal dan menimbulkan pengaruh yang besar di masyarakat. Contohnya seperti adanya industrialisasi yang mampu mengubah sosial, kebudayaan dan perekonomian masyarakat dari agraris menuju masyarakat industri.

Sementara itu perubahan kecil merupakan perubahan yang hanya menyangkut masalah kecil serta menimbulkan sedikit pengaruh di suatu masyarakat.Seperti halnya perubahan desain rumah dan gaya berpakaian yang hanya terlihat dari luar saja dan tidak banyak mempengaruhi tatanan masyarakat khususnya untuk hal-hal yang mendasar.

3. Perubahan Cepat dan Lambat

Perubahan cepat merupakan perubahan sosial yang prosesnya begitu cepat atau sering disebut dengan revolusi. Perubahan cepat itu bisa terjadi karena terencana maupun tidak terencana. Biasanya perubahan ini berawal dari konflik dan ketegangan yang terjadi antar suatu kelompok masyarakat.

Sementara itu perubahan lambat merupakan perubahan sosial yang membutuhkan waktu cukup lama juga melalui beberapa tahap tertentu. Bisa jadi perubahan ini bermula dari perubahan kecil secara perlahan dan terus menerus. Perubahan ini bisa terjadi tanpa adanya rencana atau kesengajaan pihak yang bersangkutan.

4. Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki

Perubahan yang dihendaki merupakan perubahan sosial yang terjadi dengan adanya rencana dan perkiraan terlebih dahulu oleh pihak yang bersangkutan di suatu masyarakat. Pihak yang menyiapkan perubahan sosial di sebut agent of change baik berasal dari dalam suatu kelompok masyarakat maupun luar dan individu.

Sementara itu perubahan yang tidak dikehendaki merupakan perubahan sosial yang terjadi tanpa adanya perkiraan dan perencanaan terlebih dahulu oleh pihak yang terkait.

Perubahan semacam ini biasanya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat karena terjadinya di luar jangkauan sehingga pihak yang bersangkutan juga tidak menyiapkan antisipasi.

Pengertian perubahan sosial secara umum, pengertian perubahan sosial menurut parah ahli, teori perubahan sosial, faktor pendorong perubahan sosial, faktor penghambat perubahan sosial, ciri ciri perubahan sosial, dampak perubahan sosial, bentuk perubahan sosial, dll.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Pengertian Perubahan Sosial

loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.